Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 100 Part 3 (Final) – Episode sebelumnya di sini, selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaa… terima kasih. Ini bagian terakhir dari episode ini. ulasannya ditulis di besoksore ya.

Tbtb Baek Rim datang menyapa Joon Hwi. “Kamu kenapa meninggalkan Cheong Ah? Akan kuberi pelajaran…”

“Jangan Baek Rim.” Ucap rekan yang lain.

“Apa?”

“Ternyata dia dari keluarga kerajaan.” Wkwkwk lebay nggak sih.

“Koon Joon Hwi hanyalah Koo Joon Hwi, bukankah begitu?”

“Kamu benar. Koo Joon Hwi hanyalah Koo Joon Hwi.” Ucap Joon Hwi sendiri.

Baek Rim dan yang lainnya malah pergi.

****

Ahjumma ada bersama Hakim Hong.

“Aku selalu berpikir seperti ini. andai aku bisa kembali ke hari itu. Aku sungguh berharap bisa kembali ke hari itu.”

“Aku merasakan hal yang sama.” Ucap Hakim Hong. “Seharusnya aku ke kantor polisi bersama dengan Joon Kyum. Jika aku melakukannya, putraku pasti di sini bersamaku. Sama seperti Cheong Ah. Dia akan menjadi orang dewasa yang baik.”

“Maafkan Joon Kyum berbaring di sana sendirian dan aku hanya memedulikan putriku. Aku bahkan tidak memegang tangannya atau membelai wajahnya walau sekali. Aku meninggalkannya di sana. Dia menyalatkan Cheong Ah. Aku menyingkirkan surat Joon Kyum untuk Cheong Ah.”

“Tidak ini kesalahanku. Atas keegoisanku. Dia pergi begitu.”

“Kita melakukan hal yang sama untuk putra-putri kita dan kita menyesalinya.”

“Joon Hwi dan Cheong Ah akan bahagia. Tolong terimalah putraku.” Ucap Hakim.

“Terima kasih sudah membesarkan putra yang baik.” Ahjumma menangis haru.

****

Cheong Ah galau sebab ia akan dipindahkan kerjanya di tempat terpencil. Joon Hwi pun menemuinya di kantor.

“Cheong Ah kamu kenapa?”

“Aku ditugaskan.”

“Di mana?”

“Di provinsi Jeolla Selatan.”

“Lalu kita akan berpisah lagi? Tidak, aku tidak mau melakukannya lagi.”

“Bahkan di Gurye, aku tidak akan pernah melepaskannya.” Cheong Ah menunjuk cincinnya.

“Lupakan saja. kapan kamu berangkat?”

“Akhir pekan ini. aku kerja mulai senin.”

“Kapan kita akan menikah?”

“Apa menikah?”

“Jadi, kita harus menikah sebelum akhir pekan.”

***

Cheong Ah naik sepeda dan nampak di sebuah desa dengan ladang. Ia menyapa bu ibu yang sekadar berjalan di dekat ladang. Ahjumma itu meminta Cheong Ah datang dengan suaminya yang tampan dan tinggi untuk menghadiri acara.

Ada nenek yang melapor pada Cheong Ah. Sekelompok orang tua yang main kartu dengan curang.

****

Di tempat lain, Joon Hwi ada di ladang dan bersama para nenek.

Cheong Ah datang dengan sepedanya dan ngomongin soal babi hutan.

****

Seol Ah lagi pakai skincare.

“Kenapa kamu pakai banyak sekali?” tanya Jin U. “Kamu tidak melihatku menunggu dengan semangat?”

“Bagaimana kamu bisa bertahan tanpa aku?”

Seol Ah tidur di tempatnya namun Jin U ikut pindah.

Jin U mengecup kening Seol Ah. “Sarange.”

“Nado sarange yooo.”

***

Cheong Ah dan Joon Hwi memandang langit.

“Terima kasih. Kamu sudah berbuat sekuat tenaga.” Ucap Cheong Ah.

“Pekan depan, aku akan ke Seol. Aku tidak mau menangkap babi lagi. Aku lelah.”

“Aku tahu. Kamu bisa istirahat sekarang.”

Kemudian mereka menceritakan nenek-nenek.

Hingga Cheong Ah berkata. “Sarange yooo. Meski kamu selalu kalah.”

Dan kisseulah.

Btw, tidak ada kisseu antara Jin U dan Seol Ah yaa. wkwkkw.

***

Cheong Ah bicara sendiri. “Kamu melihat ini? Joon Kyum ah? Aku sangat bahagia berkat kamu. Aku suka main dengan nenek dan kakek. Kemudian, melihat langit yang bersinar membuatku bahagia. Kamu bisa istirahat. Terima kasih.”

Tbtb saja bunga-bunga putih turun.

Ost diputar. Cheong Ah berkaca-kaca.

TAMAT.

Terima kasih sudah membaca sinopsis sejauh ini. keterlambatan disebabkan signal telkomsel putus-putus dan saya harus ganti provider lain.

Untuk ulasan. Saya mau kasih bacotan aja deh. Sebab banyak yang mau keluhkan. Hahaha..

di sini keluhannya.