Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 27 Part 1

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 27 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaaa…

Keluarga nampak senang karena semua anggota keluarganya berkumpul. Bahkan ayah yang tadinya mengomel pun kini bersyukur.

“Apa yang terjadi? Kamu bertengkar dengan suamimu?” tanya ayah.

“Ya.” Jawab Seol Ah singkat.

“Seberapa parah? Kamu diusir atau pergi?”

“Aku tidak diusir. Aku pergi atas kemauanku sendiri.”

***

Kemudian Seol Ah dan Cheong Ah pergi membeli makanan. Seol Ah yang kedinginan langsung diberikan mantel oleh Cheong Ah.

“Gumawo… mianhae.” Ucap Seol Ah.

“Aku yakin Unnie terkejut juga melihatku di sini.”

“Kurasa tidak. Kamu tidak terkejut melihat aku pulang?” tanya Seol Ah.

“Sedikit. Bukan karena Unnie pulang, tapi karena aku mencemaskan Unnie. Kurasa aku menunggumu selama ini. tapi, bagaimana kakak tahu tempat tinggal kami?”

“Ahh seseorang mengantarkanku. Seseorang.”

***

Tae Rang kembali lagi ke Hae Rang. “Oppa dari mana? Kotak makanan apa itu? Kakak mengikuti wanita itu? Kenapa?”

“Kamu tahu kenapa? Pikirmu bagaimana perasaannya? Suaminya sedang koma. Dan dia tahu suaminya berselingkuh denganmu. Kamu membuatnya marah bahkan sebelum dia sedih. Jika dia adikku, aku akan membuatmu membayarnya. Kamu tahu itu? Selesaikan sebelum ayah tahu. Jangan membuat ayah bersalah sepertiku.”

“Dia tidak akan memberitahu ayah bukan?”

“Aku akan membuatnya tidak mengatakannya.”

***

Seol Ah berkata pada Ibunya. “Terima kasih untuk nasi kotaknya.”

“Kamu tahu?”

“Seharusnya sudah kusadari dari dulu. Tapi aku tidak tahu,”

“Pria itu mau repot-repot menjadi perantara. Dia kecewa saat kamu tidak makan makanan Omma. Dan saat kamu memakannya, dia senang. Dia orang yang baik. Suamimu belum menunjukkan kemajuan?”

“Belum. Tapi sekretarisnya sudah sadar.”

“Itu bagus. Artinya suamimu juga akan sadar.”

“Aku tidak akan memaafkannya Omma.”

“Kapanpun hidupmu sulit, pulanglah.”

***

Cheong Ah bercerita pada Seol Ah bahwa dia menjadi pekerja paruh waktu. “Kenapa kamu ingin menjadi polisi?” tanya Seol Ah. “Sulit lulus ujian dan pekerjaan yang sangat sulit. Apa karena anak itu?”

“Jangan memanggilnya anak itu. Dia sepupu ipar Unnie. Gantilah pakaianmu.”

“Sudah sembilan tahun, sudah saatnya kamu melepaskannya. Kamu harus melanjutkan hidup.”

***

Ahjumma bicara pada Ayah Kim. “Saat Cheong Ah SMA. Dia dirisak.”

“Apa? Dia dirisak saat SMA? Apa maksudmu dia diganggu oleh gadis-gadis lain?”

“Ya. Beberapa gadis menariknya. Dan memukulnya. Merobek seragamnya dan membuang sepatunya. Para guru tidak tahu apa-apa. Jadi, mereka memperlakukan Cheong Ah seperti anak nakal. Dia bertahan dua tahun seperti itu.” Ahjumma menangis.

“Kenapa kamu tidak memberitahuku saat itu.” Ayah Kim juga menangis.

“Dia tidak ingin menyakiti hatimu. Dia memintaku untuk tidak memberitahumu. Dan dia bilang tidak mau mengecewakanmu untuk kedua kali.”

*episode kali ini bikin sedih mameeennn….

****

Subuh-subuh Cheong Ah akan bekerja di toserba.

Ayah hanya bicara pada Cheong Ah. “Hati-hati.”

“Apa?” Cheong Ah kaget dengan sikap ayahnya.

“Jika ada yang mengganggumu atau mengajakmu berkelahi. Segera hubungi ayah.”

“Baiklah.”

“Semangat.”

“Apa kata ayah?”

“Aku bilang SEMANGAT!!!”

“Appa….”

****

Saat Cheong Ah sedang bekerja. Seol Ah datang untuk pamit.

“Unnie, Baek Rim tidak menyebabkan kecelakaan. Mereka bisa mengakui kesalahan itu dan berdamai dengan Baek Rim. Aku tidak mengerti mengapa mereka memperburuk keadaan. Baek Rim akan sulit mendapatkan pekerjaan jika dia didakwa. Baek Rim bilang akan membeberkan di media.”

“Aku akan bicara dengan mertuaku.”

“Aku tidak ingin hidup Unnie hancur sepertiku karena tidak bicara yang sebenarnya.”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *