Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 27 Part 2

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 27 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaaa…

Joon Hwi melamuni Cheong Ah sampai dipanggil Ibunya nggak nyaut-nyaut. “Nak, kamu yakin tidak ingin menikah?”

“Aku kan punya Omma. Aku tidak ingin menikah.”

“Tapi setidaknya kamu harus memacari seseorang. Kamu tidak tertarik dengan siapapun? Kamu tidak perlu tertarik. Emmm apa ada yang kamu pedulikan. Aaahhh jangan-jangan ada. siapa?”

“Tidak ada. aku bahkan tidak tidur nyenyak bila ada orang di sampingku.” *Sama. Wkwkwk.

“Ah itu hanya perasaanmu. Eh tapi, emang ada perempuan yang mau dengan lelaki galak sepertimu? Nggak mungkin. Perempuan zaman sekarang banyak berharap pada lelaki.”

*Joon Hwi malah ingat saat Cheong Ah saat bicara suka padanya di toserba.

***

Seol Ah pulang ke rumah mertuanya.

“Dari mana kamu? Kamu meninggalkan ponsel dan suamimu. Aku penasaran kamu bersama siapa semalam.”

“Aku pulang ke rumahku.”

“Apa? Ke mana?”

“Kemarin ulang tahunku dan ibuku mengirimkan kotak makanan. Aku menjadi emosional dan pergi ke sana. Makanan yang diberikan Oppa dari Moon adalah dari ibuku dan aku terlambat mengetahuinya.”

“Apa? Benarkah? Bagaimana aku bisa percaya.” Dan Pimpinan memperlihatkan memo dari Tae Rang.

Seol Ah membacanya.

“Apa hubungan kalian? Apa yang terjadi?” tanya Pimpinan.

“Putra Ibu yang selingkuh. Bukan aku. Dia yang selingkuh dengan sekretarisnya. Kakaknya yang merasa bersalah. Dia merasa bersalah padaku. Ibu bahkan tidak merasa bersalah padaku.”

****

Pimpinan Hong datang ke rumah ayah dan Ibu Seol Ah. Ia bahkan merasa jijik untuk salaman. Saat ahjumma menyiapkan teh. Pimpinan melihat foto keluarga Kim.

Mereka sedikit basa-basi. Tentu saja, karena ahjumma sudah tahu dia memperlakukan anaknya Seol Ah dengan buruk.

***

Saat masuk ke ruangan Jin U.

Seol Ah melihat ada Hae Rang di sana dan mengatakan bagaimana dia sangat mencintai Jin U sambil menangis.

Kemudian Hae Rang melihat Seol Ah.

“Bangunlah dan menjauhlah dari suamiku. Aku menahan diri karena kamu sakit. Aku ingin menampar wajahmu. Tapi aku berusaha keras untuk diam.”

“Jangan menahan diri kalau begitu. Aku juga tidak akan menahan diri.” Ucap Hae Rang dengan sombong. “Mungkin aku selamat dari koma. Hanya Jin U yang kupedulikan sekarang. Berpikir dia bisa mati membuatku berani lebih dari yang kubayangkan. Kamu bisa mengambil uangnya. Aku akan menerima keadaan komanya.”

“Apa?”

***

Pimpinan Hong malah mencari orang untuk membuntuti Seol Ah dan mencari kesalahan Seol Ah agar bisa memisahkannya dengan Jin U.

***

“Aku memintamu untuk pergi. Haruskan aku memanggil petugas keamanan?”

“Dia bilang muak melihatmu. Dia bilang tidak mau pulang. Katanya dia butuh tempat untuk bernapas.”

“Diam!!! Tutup mulutmu!!! Bahkan di hari kecelakaan. Dia bilang mencintaiku. Kurasa itu bukan kebohongan. Aku akan menanyakannya saat dia bangun. Entah kamu atau aku. Apa dia mau kamu atau aku. Aku akan mendengar darinya. Entah tetap tetap bersamanya atau meninggalkannya, itu akan jadi pilihanku, bukan pilihanmu.”

“Baik. Lantas, mari kita tunggu bersama untuk jawabannya. Aku diminta tinggal oleh Pimpinan Hong. Maafkan aku. Aku akan menunggunya di sini.”

Hae Rang langsung duduk.

***

Seol Ah menelepon Tae Rang.

“Datang dan jemput adikmu!!!”

“Apa? Apa maksudmu?”

“Singkirkan adikmu dari hadapanku sekarang juga!!!” Seol Ah teriak.

“Hae Rang… apa yang kamu lakukan…”

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *