Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 33 Part 3

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 33 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa… akhirnya sudah senin lagi guys. Mian aja kayaknya sinopsis minggu ini bakalan molor karena saya ada kerjaan lainnya yang sedang dalam tenggat. So, sabaaarrr yaaa nunggu updateannya!!!

Ahjumma terus melamun karena ucapan Seol Ah pagi ini. ia bingung apa yang akan dilakukan Seol Ah berikutnya.

Di rumah, ayah masih melakukan pekerjaannya sebagai bapak rumah tangga yang dibayar.

Dari percakapan mereka. Diketahui bahwa Seol Ah tidak menerima uang tunjangan karena menang tidak mau menerimanya.

***

Seol Ah pun sudah pulang. Ahjumma melihat anaknya melamun.

“Apa terjadi sesuatu? Ada apa?”

“Dia sudah siuman.”

“Apa?”

“Aku menjenguknya di rumah sakit tadi. Aku senang. Baguslah. Aku tidak perlu merasa terbenani lagi. Seperti kata Omma. Aku akan berhenti ke rumah sakit sekarang dan aku akan memulai hidup kembali.”

“Sebaiknya begitu. Jangan menoleh ke belakang dan goyah. Ibu tidak akan membiarkan dia memengaruhimu lagi. Hal yang sama berlaku untukmu. Jika kamu goyah lagi. Ibu bersumpah akan mengeluarkanmu dari kehidupan kami. Jangan mengulang kesalahan yang sama.”

“Itu tidak akan terjadi. Omma.”

****

Cheong Ah mengalami hal yang berat di hari pertamanya bekerja. Kemudian yang lain pun menyemangati. Cheong Ah melakukan tugas pertamanya bersama dengan Ayah Moon.

Cheong Ah bahkan berbaik hati memplester luka ahjumma yang melakukan protes pada bank.

***

Ayah Moon memberikan nasehat pada Cheong Ah.

“Opsir Kim Cheong Ah. Di mana profesionalismemu? Jangan perlakukan ahjumma tadi seperti tetanggamu.”

“Apa?”

“Opsir tidak boleh emosional. Tugasmua adalah menenangkannya. Kamu juga meneriaki perusahaan dan menambah kemarah orang yang sudah tidak stabil.”

“Ahhh maafkan aku, Pak. Aku akan berhati-hati dan tidak mengulanginya lagi.”

“Lupakan itu. Ini soal tidak membuat kesalahan. Dengan seragam itu, kamu Opsir Kim. bukan teman yang bisa diajak bicara. Jangan lupa bahwa kini kamu seorang polisi.”

“Baik.”

Bersambung… klik di sini selanjutanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *