Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 36 Part 1

Sinopsis Beautiful Love, Wonderful Life Episode 36 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini… terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaa… terima pokoknya.. hheheh kasihhhh

Hubungan Tae Rang dan Hae Rang adalah hubungan yang kikuk semenjak kejadian Hae Rang yang jadi selingkuhan. Bahkan Pa Rang pun menyadari itu.

Mereka pun akan pergi ke Paju. Tapi Hae Rang merasa itu terlalu jauh.

***

Keadaan keluarga Kim pun sudah lebih baik. Ayah melakukan pekerjaan rumah tangga dan memberikan Cheong Ah dan Yeon Ah makan. Saat acara kumpul-kumpul ada kiriman banyak barang dari Jin U untuk Seol Ah.

Seol Ah melihatnya dengan diam. Dan kemudian bicara bahwa semua barang ini harus dikembalikan. Ayah dan Yeon Ah yang tidak tahu apa-apa mendukung Seol Ah untuk rujuk.

Cheong Ah yang tahu malah membawa hadiah itu dan dikembalikan pada supir.

***

Seol Ah yang kesal menelepon Jin U.

“Apa maksudnya semua ini? aku menyuruhmu meneleponku saat kamu siap bicara. Tapi ini usaha terbaikmu?”

“Aku mendengar di radio. Bukankah acara pagi itu melelahkan?”

“Kamu dengar apa?”

“Aku tidak bisa tidur nyenyak karenamu. Aku menunggu acaramu, lalu mendengarkannya.”

“Apa ini permainan bagimu? Apa kamu mendengar dirimu sendiri?”

“Tapi kamu yang meneleponku. Aku belum siap bicara. Kamu harus menunggu. Aku tidak tahu harus memilai dari mana. Kamu harus tersenyum kembali.”

“Aku tidak bisa tersenyum kembali. Aku baru menyadari itu. Kamu terjebak di tempatmu setahun lalu. Kamu tidak tahu apa pun soal penderitaanku. Tidak ada lagi yang kukatakan. Meskipun ada, kamu tidak akan pernah memahamiku.”

“Mari bertemu. Mari bertemu dan bicara. Yeobo… maukah kamu menemuiku sekarang. Aku tidak bisa bergerak.”

“Tidak Pak Do…” telepon ditutup.

***

Hadiah itu kembali ke ruangan Do Jin U. Ia melihatnya dengan pilu. Mengingat bagaimana dulu Seol Ah sangat suka dengan hadiah mewah yang dia berikan.

Seol Ah sudah berubah.

“Pada akhirnya. Aku tidak bisa memiliki hatimu. Tidak bisakah kita memulainya kembali?”

Kemudian Jin U kedatangan tamu. Dia adalah ahjumma.

“Kita hanya bertemu sebentar, jadi, kamu mungkin tidak mengingatku. Tapi aku Seol Ah Omma.”

“aku mengingat anda.”

“Aku tidak mau sambutan.”

“Silakan bicara santai denganku, Ommonie.”

“Ommonie? Kenapa aku Ommoniemu? Aku seperti hantu selama 9 tahun.”

“Aku minta maaf.”

“Lupakan caramu memanggilku. Lupakan permintaan maafmu. Jangan goyahkan tekad putriku. Kamu membuat dia sedih. Jadi, bagaimana bisa kamu mengirim hadiah sial itu kepadanya? Tidak jika kamu punya hati nurani!!!! Kamu sadar dengan perbuatanku? Minta maaf tidak cukup. Tapi kamu berani menghancurkan hatinya dengan itu?”

“Maafkan aku. Aku akan meminta maaf dengan Seol Ah. Sungguh.” Jin U menangis.

“Kamu berjani akan membuatnya bahagia saat kamu membawanya. Tapi kamu membuatnya pulang sambil menangis di hari ulang tahunnya dalam 9 tahun. Dia pasti sangat terburu-buru sampai tidak memakai mantelnya. Gadis sombong itu bahkan tidak berniat mengambil dompetnya dan pulang dengan tangan kosong.” *yaaa ampun ahjumma aktingnya daebak. Kalau dia nangis aku ikut nangis dong.

“Ini tentang ibuku, bukan?”

“Ya. Ibumu memperlakukan putriku seperti sampah dan menyuruhku membawanya. Bahwa putriku menempel seperti lintah. Dia ingin aku menyingkirkannya dari pandangannya. Seol Ah sudah muak sampai dia bercerai tanpa menerima tunjangan sepeser pun. Sudah mengejutkan suaminya kecelakaan dengan sekretarisnya. Tapi dia haris melihat kalian berdua di ranjang berdampingan setiap hari. Kamu tahu bagaimana perasaannya? Memikirkannya saja membuat kami bergidik. Jadi, jangan pernah menghubunginya. Mengerti?”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *