Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 37 Part 3

Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 37 Part 3 – Sudah hari senin guys, artinyaaaa update drama BLWL, Episode sebelumnya ada di sini. Untuk tahu lengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini. terima kasih sudah membaca yaaa…

Cheong Ah di luar kedai bersama Joon Hwi. Cheong Ah sudah ngarep banget diajak jalan. Sayangnya Joon Hwi masih cuek.

Cheong Ah berjalan pergi sambil berkata. “Panggil aku… panggil aku…”

“Kim Cheong Ah Sshi…” Joon Hwi manggil pakai suara semut. Terus ada klakson mobil. Anjayyy…. wkwkwk. Kagak denger dong Cheong Ah.

***

Dan Joon Hwi malah pergi.

***

Yeon Ah pulang dan melapor apa yang dikerjakan Yeon Ah. Yeon Ah mengatakan memukul 4000 bola. Jadi, keduanya nggak bilang sama ahjumma telah meneken kontrak.

Kemudian ayah mengisi kuesioner mengenai depresi rumah tangga. Wkwkwwk ada-ada aja.

***

“Kamu menemui ibu mendiang anak itu? Apa gunanya terlibat dengan keluarga itu?” ahjumma mengomel pada Cheong Ah.

“Bagaimana ibu bisa tahu?”

“Ibu melihatnya saat akan membawakan bekal makan siang. Kamu membohongi Omma selama ini?”

“Tidak.. aku tidak berbohong pada Omma. Aku hanya tidak memberitahu.”

“Itu sama saj.”

*percakapan ini didengarkan oleh Seol Ah dari kamar Seol Ah.

***

“Lalu apa? Kalian makan bersama, membicarakannya, dan akmu tidak bisa menolak hadiahnya, jadi, menerimanya?” tanya ahjumma yang kini bicara di kamar Cheong Ah. “Itukah yang kamu lakukan selama setahun? Kenapa?”

“Karena dia pikir aku teman putranya yang dia selamatkan.”

“Aapa?”

“Dia pikir Joon Kyum membagai hidupnya denganku.”

“Itu seperti datang untuk menagih utang. Bukankah dia terlalu egois? Itu artinya dia tidak membiarkan kamu melupakannya.”

“Hanya itu yang bisa kulakukan untuk Joon Kyum.  Aku hanya beberapa jam bersamanya dan mendengarkannya. Setidaknya aku bisa melakukan itu.”

“Bagaimana jika dia tahu apa yang dilakukan mendiang putranya?”

Seol Ah pun masuk. “Sudahlah Omma… aku hendak berpura-pura tidak mendengar. Tapi kupikir aku harus mengatakan sesuatu.”

“Mianhae Unnie.”

“Tidak… jangan hiraukan Unnie lagi. Unnie bukan bagian dari keluarga itu lagi. Mungkin Cheong Ah adalah alasan Imo Hong belum hancur atau menyerah.”

“Apa maksudmu?” tanya ahjumma.”

“Dia bukti. Bahwa putranya tidak mati sia-sia. Tidak ada cara lain untuk menerima karena putranya harus mati muda.”

“Aku suka bertemu dengannya Omma. Hatiku terasa hangat saat dia tersenyum. Itu menenangkan. Karena itulah aku terus menemuinya.”

“Biarkan mereka bertemu.” Ucap Seol Ah.

“Omma hanya khawatir. Kalian berdua dengarkan. Jangan berhubungan lagi dengan keluarga itu. Firasatku buruk.”

***

Hakim Hong meminta ahjumma yang bekerja menaruh tas belanjaan berisi baju Joon Hwi.

Namun yang di kamar Joon Hwi malah pakaian lain. Mantel biru dengan gambar kupu-kupu di dalam furingnya.

****

Hakim Hong nampak resah di telepon. Ia ditelepon tentang Si Wol. *belum jelas siapa.

Kemudian Joon Hwi datang dengan tas belanja yang tertukar.

“Omma… siapa si wol? Aku mendengar ibu menyebutkan nama dia sebelumnya.”

“Itu anak yang ibu temui saat sidang. Dia dibebaskan. Jadi, ibu membantunya mencari pekerjaan.”

“Dia pasti sangat istimewa sampai ibu juga mencarikan tempat tinggal.”

“Bukannya dia istimewa. Tapi aku bersimpati. Beberapa anak seperti itu. Ini apa? Tas belanja? Kamu tidak menyukainya?”

“Bukan. Aku menyukainya. Tapi aku tidak bisa memakainya. Itu mantel wanita.” Wkwkwkkw “Milik siapa? Itu untuk seseorang yang masih muda.”

Lanjut ke bagian 4 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *