Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 41 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih. Karena ada beberapa kesalahan duluan upload. Episode 41 harusnya duluan. Eehh saya upload 42 dulu. Jadi, klik di episode lengkap aja. Sudah ada kok yaa… atau ikuti alur aja.

Moon Hae Rang langsung pulang setelah melihat apa yang terjadi.

“Tidak mungkin. Beraninya kamu mengincar Oppaku.” Kemudian Moon Hae Rang mengingat Tae Rang tanya tentang Jin U. “Tidak Oppa. Jangan wanita itu.”

****

“Bukankah kamu pulang karena sakit? Beristirahatlah.” Tae Rang ada di mobil mengantarkan Seol Ah.

“Tunggu sebentar. Mari tetap seperti ini sebentar saja. apa aku mengganggumu?”

“Ya. Aku tbtb merasa seperti itu.”

“Begini, aku ingin membuatmu lebih tidak nyaman lagi.” Wkwkkw Tae Rang bisa aja cuy.

“Apa?”

“Kenyataan bahwa kamu terlalu nyaman di dekatku tampaknya mengesalkan sekarang.”

“Apa maksudmu?”

“Seol Ah. Jantungku berdebar memikirkanmu dan saat kita bersama. Kamu mungkin tidak nyaman denganku sekarang karena hal itu. Aku menyukaimu.”

“Aku tahu. Aku juga menyukaimu.”

“Tidak… aku ingin kamu di pe lu kan ku…. Kim Seol Ah. Bagaimana perasaanmu dengan mantan suamimu. Kenapa kamu mulai goyah? Aku mengerti kenapa dia bersiap seperti itu padamu. Tapi bagaimana denganmu?”

“Aku tidak tahu. Mungkin tindakkanku tidak biasa. Aku sangat membencinya. Tapi aku ingin membantunya saat dia terjatuh dan aku khawatir saat mendengar dia batuk. Bahkan aku kesal sendiri. Sejujurnya, rasanya memuaskan, aku akan marah jika dia tidak menanyaiku setelah sadar. Aku tidak akan pernah memaafkannya.”

“Kurasa. Aku mengerti maksudmu. Dan kenapa kamu seperti ini. tapi bukan itu yang kutanyakan.” Wkwkkwk….

“Lalu apa?”

“Apa jantungmu berdebar kencang di hadapannya? Apa jantungmu berdebar saat kamu bersamanya? Apa kamu mencintai dia?”

“Kenapa semua orang terpaku pada cinta? Aku sibuk karena mencari nafkah. Lagi pula, aku tidak pernah memedulikan cinta. Apa itu cinta…”

Tae Rang memegang ta ng an Seol Ah.

“Jangan menghindariku dan lihat kemari. Apa jantungmu berdebar? Apa kamu merasa jantungku bedengup kencang? Jika kamu tidak merasakan apa-aapa. Aku akan tetap menjadi temanmu. Aku akan melakukan itu.”

***

“Apa aku sudah gilaa??? Kenapa jantungku berdebar?” Seol Ah malah ada di halte bus. “Omooo… ini gilaaa… ada apa denganku. Dia hanya memegang tanganku…”

Wwkwkwkwk…

***

Di dalam mobil. Tae Rang berkata. “Maafkan aku. Aku tidak mungkin ingin makin memperumit keadaan. Bolehkan aku mendekatimu atau hanya ini yang bisa kulakukan? Keputusan ada di tanganmu.”

****

Hae Rang di rumah nampak menunggu Oppanya.

“Oppa baik-baik saja? apa demamnya sudah turun? Kenapa Oppa bersikap seperti ini dan membuatku kesal?”

“Kakak baik-baik saja. ini hanya flu. Jadi, jangan membuat keributan.”

“Belakangan ini. Oppa sering pulang pagi. Ke mana kakak? Apa yang kakak lakukan?”

“Kenapa tbtb bertanya? Aku di restoran. Ke mana lagi?”

“Aku melihatnya tadi.”

“Melihat apa?”

“Oppa bersama dengan perempuan itu. Aku melihat dari jauh. Siapa perempuan itu?”

“Ahhh dia hanya teman kakak.”

“Teman?”

“Kakak yakin? Kalian nampak tidak seperti teman. Apa hubungan kakak dengannya?”

“Dia perempuan yang kusukai.”

“Apa?”

“Itu hanya cinta bertepuk sebelah tangan. Sudah yaa…”

***

Kim Cheong Ah dan Joon Hwi pun menonton.

Cheong Ah ingin menonton itu…

Joon Hwi ingin menonton yang lain.

Sampai Joon Hwi mengatakan nonton masing-masing dan nanti ketemu kalau sudah selesai dengan entengnya.

Wkwkwkwkkwkw…

Joon Hwi tetap Joon Hwi.

Berlanjut ke bagian 2 yaa.. klik di sini.