Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 41 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa…

Hakim Hong pulang dengan sedih. Ada ahjumma yang mengajaknya bicara. “Aku tidak berpikir bahwa suatu hari dia akan menikah.”

“Siapa? Joon Hwi?”

“Maksudku Joon Kyum. Joon Kyum masih 9 tahun. Tapi Cheong Ah cukup dewasa untuk menikah.”

“Kenapa? Dia akan menikah? Astaaaggaa anak nakal itu. Dia akan menikah dan punya anak. dia akan melakukan yang dilakukan orang lain. Sayang sekali bagi mendiang Joon Kyum.”

“Dia harus menjalani hidup yang bahagia demi Joon Kyum.”

****

Cheong Ah mendatangi Joon Hwi dengan membawa mantelnya. Joon Hwi melihat tanda kupu-kupu. Ingat ibunya yang memberikannya. Ternyata untuk Cheong Ah.

Cheong Ah kemudian cerita bahwa dia mendapatkan mantel itu sebagai hadiah dari orang yang berharga dalam hidupnya.

Joon Hwi jadi banyak melamun karena dulu, ibunya wanti-wanti untuk tidak mengenal siapa gadis yang diselamatkan oleh Joon Kyum.

Cheong Ah lagi-lagi kesal dengan sikap aneh Joon Hwi.

***

Saat pulang, Cheong Ah menceritakan kisah kencannya dengan Joon Hwi. Wkwkwkwk….

Senang melihatnya. Saya nggak bisa begini. karena nggak ada yang kencan sama saya. Hahahah…

***

Joon Hwi menemui Ibunya. “Aku ingin ibu melepaskan itu. Joon Kyum dan gadis itu.”

“Aku memikirkannya. Dua sudah dewasa, dan ibu masih menganggapnya seumuran Joon Kyum,”

“Hadiah mantel itu untuk dia bukan?”

“Ya. Untuk dia. Ibu melarangmu menemuinya, tapi ibu malah menemuinya. Dia seperti pengganti hidup adikmu.”

“Kenapa ibu melakukan itu? Itu terlalu kejam baginya. Mungkin itu masa lalu yang ingin dia lupakan. Joon Kyum….”

“Aku tahu. Aku bersikap egois. Aku akan tidak menemuinya. Katanya dia punya pacar yang baik.”

*Joon Hwi maakkk pacarnyaa… anakmu lagi….

***

“Aku ingin punya cucu.” Ucap Pimpinan Hong pada Jin U. “Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di dalam hidup. Bagaimana kalau kita menerima sekretaris Moon? Ibu menyukainya. Dia juga menyukaimi.”

“Aku akan kembali pada Seol Ah. Hae Rang sudah kuberi tahu.”

“Kalian akan bersama lagi?”

“Kami akan mencobanya lagi. Kali ini, aku ingin melakukannya dengan benar. Aku tidak bisa melepaskannya seperti itu.”

“Itu bukan cinta. Kamu hanya kesal karena dia tidak menyukaimu,”

“Aku menginginkan dia. Aku tidak mau dia mengencani orang lain.”

***

Seol Ah masih siaran dan Jin U masih setia mendengarkannya.

Jin U akan pergi bekerja. Dia membuka garasi, ada mobil putih milik Seol Ah.

***

Hae Rang langsung menabrak Seol Ah di jalanan. “Apa yang kamu lakukan?”

“Aku yang seharusnya mengajukan pertanyaan itu.” Ucap Seol Ah. “Kenapa kamu datang ke kantor tanpa menghubungiku? Tidak sopan sekali.”

“Kamu datang ke tempatku lebih dahulu. Kenapa kamu bersikap seperti itu kepada kakakku? Kenapa harus Oppaku? Kenapa kamu diam saja? kurasa setidaknya kamu merasa bersalah. Kamu menyukai Oppa? Apa kamu sedang jatuh cinta? Bukan begitu. Tidak mungkin kamu jatuh cinta. Ini tentangku. Kamu hanya mencoba membalasku.”

“Apa? Untuk membalasmu? Kedengarannya sepertimu. Kamu benar. Mungkin aku harus membalasmu seperti itu. Kamu datang jauh-jauh kemari untuk membentakku seperti ini.”

“Kamu tidak menyukainya. Jangan ganggu Oppaku. Berhentilah memanfaatkan orang tidak bersalah.”

Berlanjut ke bagian 3 yaa.. klik di sini.