Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 45 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah menanti sinopsisnya yaa..

Cheong Ah kesal. Joon Hwi mengejarnya. “apa yang ingin kamu ketahui?”

“Kamu yakin kamu menyukaiku?”

“Kurasa begitu.” Jawab Joon Hwi.

“Kamu sulit dimengerti. Saat kupikir kita makin dekat, kamu selangkah menjauh dariku. Dan saat aku cemas kita menjauh. Kamu ada di sisiku lagi. Terkadang aku merasa kamu memasang dinding diantara kita. Apa aku berlebihan?” tanya Cheong Ah.

“Lalu aku akan memberitahumu satu hal sehari.”

“Satu hal sehari. Memangnya kamu suplemen gizi atau kacang badam?”

“Jika kamu tahu segalanya tentangku. Kamu akan meninggalkanku lebih dahulu.”

“Anne Sherly bilang, ada batasan beberapa banya kesalahan yang dilakukan seseorang. Sepertinya kamu sudah melewati batasan itu sebelum kamu mendatangiku. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lebih dahulu. Jangan pernah memimpikan itu,” jawab Cheong Ah.

Joon Hwi mengelus rambut Cheong Ah. “makin aku tahu, makin manis kamu.”

“Aku?”

“Bukan. Anne Sherly.”w wkwkwkkwkwkwkwkwk

“Sudah kuduga.”

******

Jin U kini mengajak ayah dan Yeon Ah minum teh.

Yeon Ah penasaran. “Bagaimana orang bisa dekat dengan pimpinan konglomerat? Orang cenderung dekat dengan mereka dengan kelas yang sama.”

“Apakah ayah Joon Hwi supir ibumu?” tanya ayah.

“Bukan.”

“Apakah ibunya pembantu keluargamu?”

“Aku mengerti ayah. Mungkin mereka pergi kegereja yang sama. Mereka orang tua dan istri diaken, bukan?” tanya Yeon Ah. “Unnie Seol Ah pergi ke gereja untuk menikah dengan pria seperti kakak ipar. Dari Dobonggu ke Apgujeong.”

*kini Jin U mengingat bagaimana pertemuan pertamanya dengan Seol Ah. Jin U jadi terdiam.

****

Kita ke jalan-jalan Seol Ah dan Tae Rang yang kupingnya merah banget karena cuaca terlalu dingin.

Mereka banyak mengobrol ini dan itu. Hal-hal kecil, dan Tae Rang mengingat bagaimana momen pertemuan pertama dengan Kim Seol Ah. Saat Seol Ah diperlakukan buruk oleh Ibu Hong.

****

Yeon Ah dan Ayah diantar oleh Jin U. Jin U berjanji akan membawa mereka makan di tempat yang lebih mewah dan nantinya akan mengajak Ibu.

Saat Yeon Ah dan ayah akan diturunkan. Jin U melihat Seol Ah dan Tae Rang yang sedang jalan di trotoar. Jin U memutuskan untuk menurunkan ayah dan Yeon Ah di tempat lain dengan alasan dingin.

*hihhh…

***

“Kamu tahu? Aku senang tadi pagi melihatmu.” Ucap Seol Ah. “Kamu sangat andal tawar menawar. Kamu terdengar sangat ramah kepada semua orang. Aku tidak bisa berhenti melihatmu. Apa karena kamu sangat berbeda. Itu membuatku interospeksi diri. Dan itu membuatku sadar betapa dinginnya  aku selama ini.”

“Apa apa dengan instrospeksi diri itu? Aku tidak membutuhkannya. Aku suka merasakan dingin berkat kamu.” Anjaayyy gombalnya Tae Rang bikin gemes.

“Aku ingin menjadi kaya. Aku ingin menjadi orang yang bisa membeli, melakukan, dan memilih apapun yang aku mau. Bahkan saat membeli kentang, aku ingin membelinya di pasaraya.. itu keputusanku saat aku berumur 7 tahun.”

“Kamu gadis yang sangat nakal saat umurmu 7 tahun.”

“Tapi hari ini, kupikir tidak apa-apa hidup seperti ini untuk pertama kalinya dalam hidupku.” Yaaa Ampunnn terharu sayaa…

“Baiklah. Ayo hidup seperti ini.”

“Aku tidak ingin menikah lagi.” Ucap Seol Ah.

“Maka tidak perlu.” Jawaban Tae Rang enteng. “Tidak masalah bagiku. Mari bersantai saja tanpa memikirkan semua itu.”

“Tapi aku merasa berubah. Bahwa aku bersikap seperti ini. aku merasa melakukan hal buruk. Beberapa hari lalu, aku tidak malu bersamamu. Tapi kini aku takut keluargaku melihat kita bersama.”

“Baik. Aku mengerti. Aku terburu-buru. Aku akan terus bersamamu. Dan tiap kali kamu mau berhenti, aku akan berhenti. Kamu memutuskan menjadi kaya saat usiamu 7 tahun. Tapi aku memutuskan melindungimu saat usiaku 33 tahun. Aku tidak akan memberatkanmu.”

*njirrr. Pengen nangis aku denger Tae Rang ngomong.

Lanjut ke bagian 3 ya. klik di sini.