Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 48 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti hingga sejauh ini. ini bagian terakhir dari episode 48 ya.

Moon Tae Rang memasak dengan bahan yang ia miliki. Seol Ah pun melihatnya dengan saksama. Ia bahkan mendengarkan suara minyak goreng dengan serius. Suaranya mirip pancuran air atau hujan.

Saat mencicipi makanan. Seol Ah menikmatinya dengan baik. Ia juga berprasangka bahwa dia akan lulus audisi kali ini.

“Di resktoran saat makan siang tadi. Kenapa aku tidak bisa menyapa ayahmu? Kenapa kamu tidak menyapaku?”

“Maafkan aku. Seharunya aku memperkenalkanmu kepada ayahku. Kurasa aku canggung. Aku takut dia mengalami syok.”

“Tentu saja. kamu akan memperkenalkanku sebagai apa? Tiap bagian dari kita mengejutkan.”

“Apa terjadi sesuatu?” tanya Tae Rang.

“Dia sangat yakin aku akan hidup dengan label sebagai mantan sitrinya selamanya. Aku merasa kesal dan meresa itu tidak adil. Kami bertengkar lagi. Kami tidak bisa berbincang kecuali jika sedang bertengkar. Kami bertengkar tiap kali bertemu. Banyak hal yang membuat kami bertengkar.”

“Bukankah kalian akhirnya bicara? Teruslah berjuang. Kurasa itulah awalnya. Bukan hanya untuk kalian berdua, tapi juga untukku.”

“Terima kasih selalu memikirkanku lebih dahulu. Selalu.”

“Seol Ah… Kim Seol Ah… prioritas pertamaku adalah ayahku. Jangan salah paham.” Ucap Tae Rang sambil tertawa.

“Kamu bahkan tidak ada di daftar prioritasku. Kamu yang salah paham.” Ucap Seol Ah.

“Maaf membuatmu merasa bersalah.” Ucap Tae Rang dari dalam hati.

***

Jin U sendiri terus memikirkan ucapan Seol Ah bahwa Seol Ah mengunggu Jin U membawanya ke kekluarganya.

Kini Jin U yang galau.

****

Tae Rang dan Seol Ah ada di luar gedung inter market. Ada Pimpinan Hong dan Moon Hae Rang yang melihat mereka. Pimpinan langsung marah. Namun, Hae Rang langsung menahannya.

“Para pegawai akan memperhatikan, Pimpinan.”

Dan Moon Hae Rang melihat keduanya dengan tatapan tajam.

***

Pimpinan Hong menelepon Seol Ah. “Kamu lupa siapa dirimu. Tapi ingat suaraku, bukan?”

“Katakan saja kenapa anda menelepon.”

“Kemarilah sekarang juga. Atau aku akan datang ke tempatmu.”

****

Seol Ah memandang rumah mertuanya. Ia mengingat ucapan mertuanya. “Sebelum putraku sadar, bawa keluargamu dan pindah ke LN. Maka aku akan memberimu tunjangan 10 juta dolar.”

***

Seol Ah pun menemui mantan mertuanya.

“Segera katakan pesan anda. Aku tidak ingin tinggal lama.” Ucap Seol Ah.

“Pesanku? Aku tidak punya pesan untuk orang sepertimu. Aku punya peringatan. Menjauhlah dari putraku. Serta jangan pernah datang ke perusahaan lagi. Kenapa? Kamu ingin memanfaatkan ayahmu yang tidak berguna dan adik perempuanmu untuk kembali ke rumah ini? kamu terus datang agar Jin U melihatmu. Kamu bahkan memanfaatkan Kakak Moon Hae Rang sebagai alasan. Kamu pikir aku tidak tahu rencanamu? Bukankah itu alasanmu ingin tampil di TV? Kamu ingin mengintakan dunia soal pria yang pernah kamu nikahi. Adikmu kini polisi.”

Jin U pulang. mereka berdua tidak menyadarinya.

Pimpinan lanjut ngomong. “Membuat seorang polisi dipecat tidak sulit bagiku. Adikmu yang paling kecil, mereka meneken kontrak dengan perusahaan kami. Ingatlah bawa masa depan adik-adikmu ada di tanganmu dan jaga sikapmu.”

“Aku menceraikan putra ande dengan syarat anda tidak akan menyentuh keluargaku.”

“Tidak. Aku menceraikannya karena takut dia akan koma selamanya. Kini kamu menyesal tidak menerima tunjangan? Kamu ingin menggunakan Jin U untuk mendapatkan asetnya? Kenapa kamu tidak mengambilnya saat pertama kali aku tawarkan?”

“Entah pada yang Ommonie pikirkan. Tapi Jin U adalah suamiku selama 9 tahun. Mana bisa aku mengambil uanganya saat dia sedang koma? Jangan khawatir. Aku tidak akan kemari lagi karena anda. Aku sudah cukup dihina selama setahun terakhir.”

Dan saat Seol Ah akan pergi. Mereka melihat Jin U.

Jin U berkaca-kaca pada Seol Ah. “Yeobo. Maafkan aku. Aku tidak tahu. Aku sungguh tidak peka. Kupikir aku tahu segalanya tentangmu.”

Seol Ah menangis… aku jadi pengen nangis dong…

“…… tapi aku hanya mencintaimu dengan cara egoisku sendiri.” Jin U tambah menangis. “Maafkan aku Seol Ah.”

Bersambung….

*ampunnn sedih sihhh Tuhannn….

Ostnya nanti saya bagikan di telegram chanel yaaa… di sini.

klik di sini untuk episode selanjutnya.