Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 49 Part 1 – Sudah hari senin lagi guys, bagaimana liburannya? Masih nungguin kelanjutan ceritanya? Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini.

Pada episode sebelumnya, Jin U menangis mendengar kisah sebenarnya dari Seol Ah. Kemudian Pimpinan Hong mengatakan pada anaknya kenapa dia menangis, ibunya tidak meninggal. *emang Mak Lampir selalu ngomong jahat.

Jin U minta pada Seol Ah untuk bicara. Tapi Seol Ah malah berkata ke mantan mertuanya. “Ommonie, jauhkan putramu dariku.” Kemudian pergi.

***

Seol Ah turun, ia mengingat sedikit kenangannya saat Jin U bertanya kemana mereka akan menghabiskan waktu liburan. Dan Seol Ah saat itu bilang tidak akan kemana-mana. *sebenernya nunggu Jin U ngajak ke rumah ortunya.

Seol Ah yang masih berdiam diri di jalanan akhirnya didekati Jin U.

“Apa yang kamu pikirkan selagi berjalan?” Tanya Jin U.

Seol Ah sama sekali tidak menjawab dan jalan.

***

Mereka pun bicara di taman.

“Aku suka bertengkar denganmu.” Ucap Jin U. “Kalau dipikir-pikir, kita bahkan tidak pernah bertengkar. Tidak ada orang di sini. Sangat sempurna untuk bertengkar.” Wkwkwk. “Dingin sekali, mungkin kita akan cepat mengakhirinya.”

“Kenapa kamu berselingkuh dariku? Aku memeriksa tanggal perjalanan bisnismu. Dan nampaknya kamu berselingkuh dua tahun. Apa karena cinta? Kurasa sebagiannya karena cinta. Kamu pasti memberikan hatimu kepadanya sampai dia seperti itu. Apa yang membuatmu terpikat dengannya?”

“Kamu tidak pernah meneleponku sekali pun. Entah aku melakukan perjalanan bisnis atau bekerja. Selalu aku yang meneleponmu. Karena kamu tidak tertarik padaku. Kamu tidak membutuhkanku, hanya butuh kehadiranku. Kamu menikahi atas apa yang kumiliki, bukan hatiku.”

“kamu kan sudah tahu. Aku tidak berbohong padamu.”

“Kukira kamu mau mencintaiku.”

“Aku juga sudah berusaha.” Ucap Seol Ah.

“Itu membuatku lebih menderita.”

“Menderita? Bagaimana kamu bisa bilang begitu? Aku marah sebelum sempat sedih karenamu. Kenapa kopermu harus berwarna sama dengannya? Bagaimana kamu membelikan anting yang sama dengannya? Apa yang akan kamu lakukan jika kecelakaan itu tidak terjadi? Apa yang hendak kamu lakukan denganku? Aku atau dia? Jujurlah padaku. Memikirkannya saja masih membuatku sangat marah.”

“Aku lelah karenamu. Itu melukai harga diriku, dan kesabaranku habis. Tapi dia memberiku kenyamanan. Senang rasanya, dia hanya mencintaiku. Dia menjadi gugup, tersenyum, menangis, dan bersemangat karena aku. Dia memandangku sebagai pria, dan suatu hari, aku memandangnya sebagai seorang wanita. Rasanya seperti berkencan. Dia bilang mencintaiku, dia bahkan lebih menyesal. Dia bukannya menggoyahkanku, perkataannya yang membuatku goyah. Jika kecelakaan itu tidak terjadi. Aku akan kembali kepadamu. Saat aku sadar, aku tahu bagaimana besarnya aku mencintaimu.”

“Aku tidak mau melakukan kesalahan yang sama. Aku ingin menjalani hidup sederhana dan tenang. Menjalani hidupku sendiri. Aku pergi.”

***

Jin U pulang dan marah pada Ibunya.

“Seperti yang kamu lihat di foto, mereka sudah lama bersama. Dia tidak akan mengencani sembarang orang. Apa yang akan kamu lakukan? Usahamu sia-sia.”

“Tidak apa-apa. Aku belum selesai berusaha.” Ucap Jin U. “Aku akan berusaha lebih keras lagi mulai sekarang.”

“Kamu sudah mencoba 9 tahun dan tidak bisa. Kamu akan gagal lagi.”

“Kini aku tahu apa yang telah aku lewatkan.”

***

Yeon Ah membeli pohon natal untuk ultah kakaknya. Dan ayah masih sebal dengan ahjumma yang kemarin mengatakannya tidak berguna sebagai seorang ayah

***

Cheong Ah memajang foto yang dibeli dari pameran. Seol Ah pun melihatnya.

“Kelihatannya bagus.” Ucap Seol Ah.

“Aku senang berada di sana. Aku tidak percaya berada di tempat seperti itu. Aku senang bersamanya. Belakangan ini. aku amat bahagia. Awalnya dia jual mahal. Dia bahkan tidak mau minum teh denganku.”

“Kakak tidak mau kamu seperti kakak.”

“tapi dia bilang padaku, aku akan meninggalkan dia setelah tahu semuanya. Menurut kakak, apa maksudnya?”

“Dia pasti mengatakan itu karena punya alasan logis.”

“Apapun alasannya, kurasa aku tidak peduli. Aku sangat menyukainya.”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini yaaa…