Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 49 Part 2 – Sudah hari senin lagi guys, bagaimana liburannya? Masih nungguin kelanjutan ceritanya? Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini.

Joon Hwi membawa 2 kotak jeruk saat menemui Cheong Ah. Tapi saat itu, Cheong Ah membawa sekeresek jeruk sambil memakannya. Joon Hwi pun langsung menutup bagasi mobilnya yang berisi 2 kotak jeruk.

“Ini sangat manis. Cobalah.” Ucap Cheong Ah.

“Aku tidak suka jeruk.”

“Aku sangat suka jeruk. Aku pernah makan 28 jeruk sekaligus.”

“Berhenti membahas jeruk dan masuklah.”

***

“Tadi kamu bilang kita mau ke mana?” tanya Cheong Ah pada Joon Hwi.

“kamu bilang ingin berbaring dan berguling? Kita akan ke sana.”

*Cheong Ah pikir mau ke h*tel. Wkwkwkkw. Dan ternyata di perpustakaan yang bisa dikunjungi selama 24 jam.

***

Jadi tempatnya itu ada kayak buat tiduran.

Ada juga tempat buat makan. Mereka pun makan ramen bersama.

Dehhhhhh coba di Indonesia ada yaa. saya pengen pacaran di sini. Ehehhh bentar, tapi sama siapa?

Cheong Ah nyender ke Joon Hwi.

“Mari tetap seperti ini sedikit lebih lama.” Ucap Joon Hwi. “Aku tidak akan membiarkanmu pergi,”

“Kalau begitu, katakan sesuatu. Atau ajukan pertanyaan.” Ucap Cheong Ah. “Hari ini, aku hanya menerima satu pertanyaan saja. sesuatu yang sangat ingin kamu ketahui.”

“Gadis sma itu, yang jatuh cinta pada tentara. Hari itu kenapa dia ingin membuat keputusan itu? Apa yang terjadi padanya? Aku memikirkannya.”

“Dia dirundung di sekolah. Teman baiknya tbtb mengkhianatinya. Dia masih tidak tahu kenapa temannya merundungnya. Dia terlalu takut untuk bertanya. Bangun pagi terasa menyakitkan. Pergi ke sekolah mengerikan. Dia bahkan tidak bisa memberi tahu siapapun bahwa dia kesepian dan sendirian.”

Sumpah ini tempat bagus banget.

“Ahjusii tentara itu menyesal pergi begitu saja. mungkin keadaanya akan berbeda. Jika dia bertanya…. dia tidak bisa menyelamatkan dua anak itu.”

“Gadis itu sekarang baik-baik saja. seseorang yang mirip dengannya telah membebaskannya.” Duhhh saya merinding ya Allah.

****

Seol Ah masuk untuk audisi. Dua orang menggunjingnya karena mengira Seol Ah mengambil lahan untuknya bekerja. Seol Ah pun berkata bahwa dia sudah lama tidak menjadi orang kaya.

***

Seol Ah masuk ke ruang audisi. Belum melakukan apapun, Seol Ah sudah ditolak. Yang mengaudisinya mengatakan bahwa inter market adalah sponsor mereka. Mereka takut inter market akan menarik diri jika menerima Seol Ah.

***

Seseorang mendatangi Jin U melaporkan sesuatu. “Aku dapat laporan dari bagian sponsor. Mantan istri anda baru saja mengikuti audisi sebagai reporter.”

“Untuk acara apa?”

“Acara makan berjudul rasa di sepanjang jalanan.”

“Apa? Acara jalanan?”

“Jangan khawatir. PD acara itu sudah menolak.”

“Mantan? Siapa yang kamu sebut mantan istriku? Kamu tidak bisa memanggilnya begitu.”

****

Seol Ah langsung kesal saat bertemu dengan Tae Rang.

“Label siaran itu. Aku tidak dapat pekerjaan. Aku butuh mimuman. Aku butuh soju,”

Tae Rang sebenarnya sudah membuat makanan untuk ucapan selamat. Ia pun langsung menutupi makanan itu.

“Intermarket adalah salah satu sponsor acaranya. Aku tidak sempat mengikuti audisi karena sutradaranya tidak mau kehilangan sponsor. Apa ada di korea yang tidak ada sponsor inter market? Apa yang harus kulakukan? Bagaimana aku bisa mencari nafkah.”

Seol Ah terus mengomel.

Dan Tae Rang langsung membuatkan minuman.

“Bagaimana kalau kita bermain?” tanya Tae Rang yang makin ganteng aja.”

“Tidak…”

***

Dan mereka berdua bergembira bermain pukul pinguin. Wkwkwk.

***

Cheong Ah bekerja dengan ayah Moon.

Mereka sedang membahas anak-anak sekolah yang doyan mengumpat. Cheong Ah berkata bahwa pasti orang tua mereka tidak tahu.

“Orang tua selalu begitu. Aku bahkan sulit memahami putriku. Dia sebaya denganmu dan merupakan sekretaris perusahaan besar. Entah apa yang membuatnya stres. Tapi dia bahkan tidak mau menatapku. Dia lama seperti itu sejak ibunya meninggal.”

“Ibunya meninggal sejak dia sma?”

“Kena kanker lambung. Lalu meninggalkan kami terlalu cepat. Saat itu, aku tidak bisa menjaga anak-anak.”

***

Saat ayah dan Cheong Ah masuk.

Ada Moon Hae Rang yang sedang bagi-bagi makanan ke yang lainnya.

Kagetlah Moon Hae Rang melihat Cheong Ah.

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya.