Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 51 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti yaaa… hahahahha… saya buat bagian disesuaikan sama cerita yang di dalam drama ya. Kalau okee lengkap, saya tulis. Kalau mending rekap, saya rekap. Gumawo.

Hakim Hong membaca selebaran koran lama. Tentang anak SMA yang menabrak orang 80an tahun. Setelah dicari tahu, pemuda itu dipecat dari pekerjaan lamanya karena mudah marah.

****

Joon Hwi masih kesal. Ia bertanya pada Ibunya saat pulang.

“Siapa yang ibu temui hari ini?”

“Kenapa?”

“Kurasa aku melihat Omma. Aku merasa melihat sisi yang berbeda.”

“Apa maksudmu?”

“Aku tahu Ibu keras terhadap diri sendiri. Tapi aku pikir ibu toleran terhadap orang lain. Ibu tampak rasional, tapi sebenarnya lebih hangat dibandingkan orang lain. Kukira ibu melindungi orang yang lemah karena pekerjaan Ibu. Tapi, ternyata tidak begitu.”

“Di mana kamu melihat ibu dan apa yang kamu lihat?”

“Ibu memberikan arloji Jun Kyum. Bisa-bisanya ibu memberikan itu padanya. Aku tidak menyangka ibu sejahat itu. Hentikan..”

“Joon Hwi, sikapmu aneh sekali. Apakah kamu melihat ibu bersamanya? Kamu mencemaskanku atau dia?”

“kalian berdua. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Lakukan saja padaku. Itu yang harus ibu lakukan mulai sekarang. Dan kita harus melupakannya. Melepaskan dia, kita.”

“Kita?”

*****

Seol Ah dapat kesempatan siaran menggantikan penyiar utamanya yang masih sakit selama seminggu. Keluarga Seol Ah merasa senang, setidaknya Seol Ah akan bisa seperti dulu lagi.

***

Moon Hae Rang datang ke rumah Jin U dengan membawa bunga.

“Aku tidak datang untuk menemuimu. Sekarang aku sekretaris Pimpinan Hong.” Ucap Hae Rang saat bertemu Jin U. “Dia ingin aku datang, jadi, aku datang.”

“Untuk apa bunga itu?”

“Sesekali aku membelikannya bunga. Dia nampak kesepian. Aku pun membelikanmu bunga setiap hari saat kamu di rumah sakit. Kurasa kamu tidak tahu. Jangan cemaskan aku. Kamu bisa pergi bekerja.”

“Aku tidak mencemaskanmu.” Wkwkwkkwkwkw sukurin. “aku bisa melakukan itu. Aku bisa menyakitimu. Aku tidak akan berterima kasih atau mengasihanimu mulai sekarang. Tapi kenapa kamu mempermalukan dirimu seperti ini? jangan membuatku terlihat seperti orang yang kejam lagi. Aku tidak ingin memecatmu pada akhirnya.”

Waaahhhhh daebak… ini kalimat Jin U yang masuk akal.

***

Pimpinan Hong sendiri makin kesal karena Seol Ah sudah siaran lagi.

***

Jin U mendatangi Seol Ah saat Seol Ah ada di ruang ganti.

Jin U bahkan membawa barang-barang mewah untuk Seol Ah. Kemudian Seol Ah teriak. “Yak!!!!!! Do Jin U, haruskah kamu seperti ini? siapa kamu? Apa hakmu memberikan perintah? Aku tidak mendapatkan pekerjaan karenamu, berengsek. Bawa pergi. Aku tidak akan pernah memakainya. Itu menjijikan.  Meski harus te la n j di tv. Aku tidak akan mau menerima baju darimu!!”

“Apa? Kamu gila.”

Dan Jin U masih jailin Seol Ah. Sampai kepala Jin U dipukul. Wwkkwkw.

“Kamu memukulku?”

“Jika kamu mencoba menghancu dengan menutup lowongan pekerjaanku. aku akan membunuhmu.” Seol Ah galak luar biasa. Saya suka. Wkwkw.

Dam Jin U malah seneng gitu. Wkwkwkkw.

***

Ayah Moon melihat Seol Ah di TV. Tak sengaja, ada Tae Rang juga.

“Aku dengar dia bercerai. Dia terlihat berbeda sekarang. Dia tampak lesu di rumah sakit. Wanita yang kamu cintai, kenapa dia bercerai? Sudah berapa lama dia bercerai? Apa Hae Rang tidak menyetujui karena dia sudah bercerai?”

Itu dia… wanita yang kusukai.”

“Apa?” ayah Moon kaget melihat TV dan mematikan TV.

“Aku sendiri yang menyukainya. Aku hanya berhasil mengatakan aku menyukainya.”

“Hentikan. Ayah enggan mendengarnya. Kamu menyukai siapa? Apa itu masuk akal? Aku akan berpura-pura tidak mendengarkannya.”

“Tolong dengarkan, tentang apa yang sudah terjadi sejauh ini.”

“Kamu tidak bisa memilih orang yang kamu sukai. Kamu sebut itu cinta? Itu keegoisan dan keserakahan.”

“Aku selalu berpikir yang baik untuk semua orang. Yang terbaik baginya.”

“Itu sudah jelas. Menyerahlah sekarang juga.”

Bersambung…

*kok saya sedih yaaa… ekpresi ayah Moon begitu.

klik di sini untuk episode berikutnya.