Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 52 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti hingga sejauh ini episodenya. Terima kasih…

Hakim Hong ada di tempat pesanan kilat. Ada motor datang dan ponselnya terjatuh karena kaget. Pemuda itu adalah pria yang kemarin.

“Ahjumma. Kenapa anda hanya berdiri? Itu sangat menggangguku.” Ponsel akan diambil. Tapi Ibu Hong langsung mengambilnya. “Apa-apaan ini. kenapa? Anda pikir aku akan mencurinya? Kelihatannya bagus sih..”

Pemuda itu pergi dengan kesal.

****

Hakim Hong mengingat saat Joon Kyum berkata bahwa dia telah menabrak seorang nenek hingga meninggal. Ia mengingat bahwa dirinya yang kemudian membersihkan mobil dengan bercak darah.

Rupanya di rumah Ibu Hong ada perayaan meninggalnya Joon Kyum. Jin U dan Pimpinan Hong pun datang.

****

Jin U langsung ke kamar Joon Hwi.

“Kenapa kamu membawa pulang pekerjaanmu?” tanya Jin U. “Itu artinya kamu tidak kompten.” Kwkwkwk.

“aku berpura-pura bekerja di depan wakil pimpinan.”

“Benarkah? Silakan selesaikan pekerjaanmu. Aku akan tidur di sini dengan perasaan tidak nyaman. Sudah 10 tahun. Sejak Joon Kyum pergi. Menurutmu Joon Kyum akan datang dengan kakek hari ini? dia pergi begitu saja sampai aku tidak ingat bagaimana kita melepasnya. Kurasa aku sudah gila. Hal itu masih menggangguku karena mereka membahas autopsi. Aku sering melupakan dia, tapi kasihan padanya di hari seperti ini.”

“Hyung, kamu bilang ibu ingin melakukan autopsi?”

“Ya. Sudah jelas, ini kecelakaan tenggelam. Tapi Imo ingin autopsi dan ini mengejutkan. Autopsi itu masalah penting. Jadi, menurutku agak aneh. Jika aku di posisi imo, punya anak satu-satunya, aku akan melakukan hal yang sama.”

***

Kini acara kumpul keluarga Hong.

Pimpinan Hong bertanya pada Joon Hwi. “Joon Hwi katanya kamu punya pacar, dia dari keluarga seperti apa? Kenapa? Dia dari keluarga miskin? Separah apa? Apa seburuk istrinya Jin U?”

“Omma… hentikan. Bisakah Omma menjaga ucapan? Kenapa ibu mengatakan itu sekarang? Kenapa terus membicarakan dia? Bukankah sudah cukup?”

“Dia selalu seperti ini Unnie, dia membentakku. Dia bahkan bukan istrinya. Kita membicarakan mantan istrinya. Aku tidak tahan lagi dengan putraku.”

“Apa buruknya Seol Ah? Dia pintar, sopan, dan pekerja keras. dia berjuang sendirian tanpa keluarha. Aku merasa kasihan kepadanya. Aku tidak pernah melupakan ucapacara pernikahan mereka. Saay kita kedatangan banyak tamu pernikahan, Seol Ah di sana sendirian. Tapi dia menyambut semua orang dengan senyum hingga akhir. Saat kulihat air matanya menetes dan membungkuk pada mertuanya. Aku juga ingin menangis.”

“Jika Unnie mengasihani dia, seharusnya kakak mendapatkan menantu seperti dia. Joon Hwi, keadaan akan mudah untukmu. Ibumu terdengar bermurah hati.”

“Jangan khawatir, Omma akan bahagia siapa pun yang kamu nikahi. Pertemukan saja Ibu dengannya.”

Nahhh looo nahhh loooooo….

****

Di toko, Baek Rim bersama Yeon Ah memilih baju. Semua digratis oleh intermarket. *biasa. Ini iklan halus. Soalnya nama toko begitu terpampang nyata.

***

Joon Hwi menyiapkan alat-alat untuk acaranya pergi bersama dengan Cheong Ah.

Ia mengingat ucapan ibunya. Dan… galau. Kayak saya.

Lagi-lagi. Ost diputar… dan emang sebagus itu lagunya. Ampunn… sudah dibagi di telegram yaa yang kemarin… dengerin yaa, yang akustik itu.

Lanjut ke bagian 3 klik di sini yaaa.