Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 53 Part 2

Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 53 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaa…

“Hanya itu.” Jawab Joon Hwi. “Aku mendengar soal itu darinya. Aku pun tahu seperti apa dia. Kini aku sudah lega.”

“Kamu tidak perlu terus memikirkannya. Sudah Ibu bilang kamu harus melupakan Joon Kyum dan melanjutkan hidupmu.”

“Aku ada di stasiun Kudun saat itu.”

“Apa?”

“Jika keluar dari stasiun. Aku pasti bertemu dengan Joon Kyum. Aku pasti sudah mengantarkannya pulang. Tapi ternyata tidak. Bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku setelah itu? Itu momen yang terlewatkan. Aku bahkan tidak tahu mereka ada di sana. Aku melewatkan mereka begitu saja tanpa mengetahuinya. Aku kasihan kepadanya karena dia tidak bisa melupakan Joon Kyum seperti Omma. Jadi, aku bertemu dengannya beberapa kali.”

“Apa? Beberapa kali? Jadi, kamu membohongi ibu selama ini? apa Cheong Ah tahu siapa kamu?”

“Dia tidak tahu apa-apa. aku berbohong karena tidak ingin dia tahu tentangku.”

“Lalu kenapa dia meneleponmu? Kenapa kamu tidak menjawab teleponnya.” Ibu Hakim sangat ngegas.

“Mari berhenti menyusahkannya. Ibu dan juga aku. Agar Cheong Ah bisa menjalani hidupnya sekarang.”

“Cheong Ah…”

***

Ahjumma menanyakan perihal sepatu Cheong Ah yang terbakar.

“Kamu keluar dengan dua koper, jadi, ibu pikir kamu pulang telat. Kenapa kamu kembali begitu cepat? Apa kalian bertengkar?”

“Ya. Hanya perkelahian kecil.”

“Wajar saja bertengkar di hari istimewa seperti itu. Kamu akan kesal tanpa alasan. Jadi, kamu sudah makan? Ibu membuatkan sup rumput laut.”

“Dia memasak sup rumput laut untukku.”

“Aigoooo… dia lebih perhatian dari dugaan Ibu. Itu manis sekali. Entah apa yang kalian pertengkarkan, tapi jangan marah dan cobalah berbaikan dengannya dahulu.”

Ahjumma membuka koper dan ternyata berisi hadiah yang sangat banyak.

****

Hakim Hong ada di depan rumah Cheong Ah. Ia menelepon Cheong Ah tapi tidak diangkat.

Cheong Ah pun keluar dengan lemas. Hakim Hong sembunyi melihat Cheong Ah.

Tbtb ada Baek Rim keluar menyanyi dan membawa kue.

“Kamu nampak menyedihkan. Kenapa kamu duduk di depan kantong sampah?”

“Sedang apa kamu di sini? Kamu bahkan tidak menelepon. Apa yang akan kamu lakukan jika aku tidak di rumah?” tanya Cheong Ah.

Cheong Ah meniup lilinnya.

“Seharusnya kamu menjawab teleponku, aku harus menelepon Ibumu. Kamu menangis? Aku hanya membelikanmu kue, tapi kamu terharu sampai menangis?”

“Aku menangis seharian sejak pagi. Aku tidak punya lagi air mata untuk diteteskan.”

“Kenapa? Kalian bertengkar? Aigo… kenapa dia membuatmu menangis di hari ultahmu?”

“Rim. Ayo cari udara segar. Aku merasa kepalaku akan meledak saat memikirkannya.”

“Makan kue saja. gwencanaa…”

“Kenapa kamu memberiku kue yang sama setiap tahun?”

“karena kamu menyukainya. Enak bukan.”

Hakim Hong yang melihat sudah berkaca-kaca. Ia pun pulang.

*****

Hakim Hong mencari Joon Hwi di kamarnya. Tapi Joon Hwi tidak ada. dia marah seakan tidak percaya.

***

Joon Hwi menemui Seol Ah di kafe.

“Dia pasti terkejut. Harga dirinya juga pasti terluka. Aku sengaja bersikap sangat keras padanya. Aku ingin dia memiliki kenangan buruk tentangku.”

“Terima kasih. Durunim.”

“Tolong hubungi aku sesekali. Katakan saja bagaimana keadaannya.”

“Baik. Aku pasti akan memberitahumu.”

“Tolong jaga dia baik-baik agar segera melupakanku.” Ucap Joon Hwi.

“Aku tahu kalian berdua terluka. Tapi akan mengurangi rasa sakitnya jika dia tahu yang sebenarnya. Anggap saja begitu.”

“Bodoh sekali karena aku mencoba mencari kebenaran, tapi aku tidak menyesal. Daripada aku yang tidak tahu Cheong Ah, aku lebih suka diriku yang bodoh sekarang.”

“Aku yakin Cheong Ah juga berat.”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!