Sinopsis Beatiful Love Wonderful Life Episode 55 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih…

Ternyata, Joon Hwi ada di depan Inter Market. Saat itu Pimpinan Hong juga baru mau pulang bekerja. Ia melihat Cheong Ah dan Joon Hwi.

“Kudengar dia punya pacar. Apa dia bahkan membawanya ke kantor sekarang?” Pimpinan Hong ngomong sendirian. “Siapa gadis itu? Apa???? kenapa dia bersama dengan wanita itu?”

***

Cheong Ah sudah berlinangan air mata. “Kamu mau pulang? Kamu tinggal di mana? Kamu tinggal dengan siapa? Ceritakan tentang keluargamu. Apa makanan kesukaanmu? Bagaimana dengan makanan yang kamu benci? Setidaknya aku harus tahu orang macam apa yang putus denganku. Meski tidak mengerti, aku harus menerimanya. Dengan begitu, aku bisa berpisah dengan benar. Katakan. Kenapa tbtb melakukan ini? kenapa kamu melakukan sikap pengecut? Kenapa kamu lari?”

*iringan adegan ini diiringi piano. Yaiyaahh masa dangdut koplo.

“Seseorang yang kucintai mati pada hari pertama kita bertemu. Itu hari terburuk dalam hidupku. Aku teringat dia saat melihatmu. Setiap kali memikirkanmu, jadi, memikirkanmu dan melihatmu terasa menyakitkan bagiku. Setiap momen menyakitkan.”

Hakim Hong keluar dari mobilnya. Ia mendekat.

Saat itu Cheong Ah pingsan. Joon Hwi mengangkat Cheong Ah. Ia bertemu dengan ibunya.

“Omma.”

“Bawa dia ke mobil Ibu. Ibu akan membawanya ke RS.”

“Kita akan bicara di rumah.”

“Kamu tidak mendengarkanku? Bawa dia ke mobil Omma.”

“Omma jebbal…”

“Bawa dia ke mobilku. Atau nanti kuberi tahu dia siapa kamu.”

Pimpinan Hong melihat ini semua.

Cheong Ah dibawa oleh Ibu Hakim dan supirnya.

***

Cheong Ah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kemudian Cheong Ah pun sadar. Hakim Hong mengingat kejadian saat bersama Cheong Ah di kantor polisi usai Joon Kyum meninggal. Ia mengingat semuanya. Ia nampak marah pada Cheong Ah. Marah karena Cheong Ah jatuh cinta pada Joon Hwi.

“Kenapa anda di sini? Kenapa anda di sini bersamaku? Anda marah? Apa aku melakukan kesalahan?”

“Kenapa kamu harus menghentikan mobil itu, meneriaki pria itu, dan membuat keributan di sana? Seharusnya kamu lebih memikirkan orang lain.”

“Apa?”

“Kenapa membuatnya kena masalah? Kamu pergi ke tempat kerjanya. Menangis tersedu. Bahkan pingsan.”

“Anda melihatku dicampakkan?”

“Ya. Aku melihat betapa menyedihkannya kamu bersikap di sana.”

Cheong Ah tengak tengok. “Di mana dia? Kenapa dia tidak di sini? Apa dia meninggalkanku begitu saja di tanah seperti itu?”

“Ya. Karena itu aku membawamu ke rumah sakit. Dia meninggalkanmu, jadi, jangan menempelinya lagi. Saat seseorang sekasar itu padamu, artinya dia sangat membencimu. Dia sudah bilang ingin segera mengakhiri hubungan denganmu. Seorang pria tidak pernah melakukan itu kepada orang yang dicintainya.”

****

Joon Hwi menelelpon Jin U dan minta nomor supir ibunya. Joon Hwi bilang Cheong Ah pingsan. “dia pingsan? Kamu meninggalkannya di sana saat dia pingsan?”

“Omma membawanya.”

“Imo? Dia pingsan di depanmu. Kenapa Imo yang membawanya? Imo sudah tahu?”

“Ya.”

“maksudmu sekarang mereka bersama. Itu konyol. Apa yang akan imo lakukan/”

“Aku juga hampir gila karena mencemaskannya. Tolong bantu aku Hyung. Cari tahu apakah Cheong Ah baik-baik saja.”

“Baiklah.”

****

“Dia bilang orang yang dia cintai tewas. Kurasa itu sebabnya dia tidak bisa bersama orang lain.” Ucap Cheong Ah pada Hakim Hong. “Dia bilang tertekan karena aku mengingatkannya kepada orang itu. Dan aku baru mengetahuinya hari ini. saat dia bersamaku, itu membuatnya melupakan siapa dirinya. Dia bilang itu membuatnya tersenyum,  jadi, kupikir dia membuka hatinya untukku. Kurasa tidak, aku bahagia setiap kali bersamanya. Tapi dia kesakitan. Itu hanya membuatku sedih.”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!