Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 57 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaa… terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti. Mian juga agak molor, karena ada kesibukan. Jadi, butuh admin lain. Hoho.

Pada episode kemarin, si pemuda ganteng langsung membuang resep yang Cheong Ah bawa. Tak sepatah katapun, pemuda itu langsung pergi.

Dan Cheong Ah bertemu dengan Ibu Hakim. Ibu Hakim hanya mengaku bahwa Kang Si Wol adalah anak yang dia sokong, karena itulah dia ada di sana.

****

Kang Si Wol mengambil motornya di kantor polisi. Ia bertemu dengan Cheong Ah kembali. Kali ini, Cheong Ah memberikan obat yang sudah diresepkan. Kali ini, Kang Si Wol mengambil obatnya.

“Ekspresimu tampak tidak asing. Kamu tahu, orang-orang melihatku dengan dua cara. Monster atau sampah. Kamu sama seperti mereka. Aku tidak akan memakanmu, jadi, jangan tatap aku seperti monster.” Ucap Kang Si Wol.

Cheong Ah jadi ingat Joon Kyum. Park Keut Sun dan Kang Si Wol. Nama yang disebut Joon Kyum sebelum kematian.

“Apa mungkin kamu kenal seseorang bernama Koo Jun Kyum?”

“Koo Jun Kyum? Siapa itu?”

“Berpikirlah dengan keras, dia seusia denganmu. Mungkin dia teman SMP atau SMA. Mungkin juga kamu tidak sengaja bertemu dengannya di jalan. Bagaimana?”

“Aku dikeluarkan dari SMP dan tidak pernah menginjakkan kaki di SMA. Menurutmu kenapa aku bisa mengenal pria itu?”

“Dia temanku. Aku kehilangan dia 10 tahun yang lalu.”

“Dia sudah meninggal?”

“Kamu yakin tidak mengenalnya?”

“Tidak, aku belum pernah mendengar nama itu.”

“Lalu bagaimana dengan Park Kkeut…..” dan Cheong Ah dipanggil rekannya. Obrolan berhenti. Kang Si Wol pergi lagi.

****

Pimpinan Hong datang ke apartemen Hakim Hong. Di sana, ia dijamu oleh Ahjumma karena pemilik rumahnya belum datang.

Tak lama, Joon Hwi datang. Akhirnya, Joon Hwi mengajak bibinya makan bersama. Sambil menunggu Ibunya datang.

Pimpinan Hong jelas mengomentari Joon Hwi yang katanya berkencan dengan monster yang memakan adik Joon Hwi. Joon Hwi malah mengingat Cheong Ah karena melihat jeruk mandarin di meja.

*di sisi sebaliknya, Cheong Ah merasa ingin berjuang mendapatkan Joon Hwi, walaupun dia harus mengalahkan orang yang sudah mati.

***

Pimpinan Hong mengomeli Hakim Hong.

“Unnie, kenapa membawanya ke rumah sakit? Seharusnya kakak biarkan dia mati kedinginan. Kenapa Unnie harus menyelamatkannya lagi? Dia selamat dari tenggelam dan beraninya dia meminta lebih sekarang. Dia mengambil putra berhargamu jadi, sebaiknya dia hidup tenang. Aahh beraninya dia jatuh cinta. Dia wanita yang tidak tahu terima kasih….” saat Pimpinan Hong mengatakan sumpah serapahnya. Joon Hwi pun muncul.

“Cukup!!! Aku kepalaran sekarang.” Ucap Joon Hwi.

***

Di meja makan, Joon Hwi mengajak Ibunya nonton, nonton musik klasik, bahkan jalan-jalan ke luar negeri.

Hakim Hong malah marah. “Menipu saja tidak cukup hingga kamu ingin mengawasi Ibu sekarang? Untuk melindunginya? Kamu salah.”

“Aku bilang tidak akan menemuinya. Ibu harus memercayaiku.”

“Bagaimana ibu percaya? Kamu memulai hubungan padahal sudah tahu. Kamu seharusnya menghindari dia sebelum meminta kepercayaan Ibu. Cheong Ah tidak tahu. Dia harus tahu untuk melupakanmu. Ibu mencoba melakukan hal yang tidak bisa kamu lakukan. Ini belum berakhir hanya karena kamu bilang berakhir. Melihatnya menderita karenamu. Ibu tidak tahan. Ibu juga tidak bisa memaafkannya karena mencintai putra Ibu.”

“Maka aku tidak akan meninggalkannya.” Ucap Joon Hwi. “Saat ibu memberi tahu aku kakaknya Joon Kyum, aku akan kembali pada Cheong Ah. Aku akan melindunginya seperti Joon Kyum 10 tahun lalu.”

Wwwwkkkk  bagusss….. kalau udah cinta. Omma bisa apa?

Hakim Hong kesal dan pergi.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini,