Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 61 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di laman yang ini. terima kasih untuk yang terus mengikuti sinopsisnya yaaa…

Cheong Ah melihat sendiri kebersamaan Joon Hwi dan Ibunya, yang ternyata, Ibu Hakim adalah Ibunya Joon Kyum juga. Ia kaget.

“Cheong Ah…”

“Kamu tahu yang sebenarnya, jadi, masuklah.” Ucap Ibu Hakim.

Cheong Ah lemas dan Joon Hwi mendekatinya. “Ayo kita bicara di luar.”

“Lepaskan dia. Masuklah. Kamu datang ke sini atas kemauanmu sendiri. tidak ada alasan menyembunyikannya lagi. Masuklah.”

***

Cheong Ah duduk bersama yang lain.

“Aku sudah melakukan yang terbaik agar kamu tidak tahu,” Ucap Ibu Hakim.

“Aku tahu. Akhirnya aku mengerti kenapa Anda seperti ini. kenapa dia seperti itu.”

“Kamu kini bisa melupakan dia. Kamu tahu perbuatanmu pada kami melebihi siapapun.” Ucap Hakim Hong.

“Maafkan aku. Maafkaan aku. Aku sungguh tidak tahu.” Ucap Cheong Ah sambil menangis. “Maafkan aku karena telah menyakiti anda sekali lagi.”

“Kenapa kamu minta maaf.” Ucap Joon Hwi. “Ini bukan salahmu. Kita berdua tidak melakukan kesalahan. Aku sama sekali tidak menyesalinya. Jadi, jangan minta maaf karena bersamaku.”

“Kamu sebut dirimu Hyung-nya Joon Kyum? Beginikah kamu sebagai kakak? Dia mantan pacar Jun Kyum.”

“Dia bukan pacarnya. Aku tidak gila. Aku tidak pernah jatuh cinta pada kekasihnya Joon Kyum.”

“Apa?”

“Mereka bertemu untuk pertama kali pada hari itu. Joon Kyum dan Cheong Ah.”

“Apa maksudmu?” tanya Hakim Hong.

“Hentikan. Kenapa kamu bilang begitu? Kamu membuatnya sedih. Tidak penting jika kamu bertemu untuk pertama kali pada hari itu. Joon Kyum tetap mati selagi bersamaku. Dia menyelamatkanku. Lalu tenggelam.”

“Kamu bukan pacarnya?” tanya Hakim. “Apakah selama ini kamu membohongiku? Lalu kenapa kamu menemui Joon Kyum? Apa hubunganmu dengannya?”

“Bangun Cheong Ah. Apa hukuman 10 tahun tidak cukup? Sudah cukup, jadi, mari kita pergi…. itu bukan salah Cheong Ah, Omma. Jika Omma bertindak lebih jauh, aku tidak akan menahan diri. Aku akan lakukan apa pun yang kumau lepas dari perasaan Omma. Jadi, biarkan Cheong Ah pergi dan kita bisa bicara berdua. Bicara padaku.”

****

Joon Hwi mengajak Cheong Ah pergi.

Hakim Hong, makin curiga dengan kemungkinan yang ia lewatkan.

****

Ahjumma pulang, ia memeriksa tasnya. Ada uang dari Cheong Ah untuk membeli tas baru. Dan ia pun menyadari kontak Joon Hwi hilang. Ahjumma kalut.

***

Cheong Ah diantar pulang oleh Joon Hwi. Ia turun di jalanan.

“Rupanya ini yang kamu rasakan. Setiap kali aku menolakmu.” Ucap Joon Hwi. “Aku tidak akan menahan diri jika tahu ini akan terjadi. Aku akan sering memelukmu. Aku sangat menahan diri. Dan aku berusaha keras untuk menahan diri bahkan kini. Aku ingin bersamamu.”

“Terima kasih telah mau melakukan itu. Kamu sengaja putus dengan kasar denganku. Kamu mendekatiku dengan ragu. Kamu terus menemuiku bahkan saat kamu putus denganku hari demi hari. Pasti sulit melewati masa itu sendirian. Hatiku hancur.”

“Ya. Itu sulit. Bahkan untuk bedebah sepertiku, mencampakkan wanita yang sama tiga kali adalah hal sulit.”

“Kamu mencampakkanku empat kali.”

“Bukannya 3 kali?” tanya Joon Hwi. Kwkwkw kok pen ngakak.

“Kamu mencampakkanku untuk kali keempat di pantai. Termasuk yang terjadi di depan perusahaanmu, lima kali.”

“Aku sungguh bedebah.” Joon Hwi mulai menangis.

“Biarkan aku mencampakkanmu untuk kali terakhir. Kurasa aku bisa putus denganmu Joon Hwi. Setiap momen bahagia. Aku akan selalu mengingatnya.”

“Aku niatnya merahasiakannya sampai akhir.”

“Aku tahu orang yang kusukai selalu baik pada akhirnya. Syukurlah.” Cheong Ah keluar dari mobil Joon Hwi. Mengucapkan selamat tinggal.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.