Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 62 Part 1

Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 62 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di laman yang ini. terima kasih untuk yang terus mengikuti sinopsisnya yaaa…

Cheong Ah masih melamun di depan kantor polisi. Saat itu Moon Tae Rang datang membawakan kue. Cheong Ah pun menerimanya.

***

Usai Moon Tae Rang pergi. Seol Ah datang membawakan makanan untuk Cheong Ah. Cheong Ah mengeluarkan kue Tae Rang. Karena tahu ada Tae Rang, Seol Ah pun cepat-cepat pergi.

***

Mereka akhirnya bertemu juga.

“Aku bisa pergi jika kamu tidak suka melihatku.” Ucap Seol Ah.

“Aku sudah lama tidak melihatmu. Jadi, kurasa aku harus jujur. Sebaiknya kamu pergi saja. aku tidak percaya aku sama sekali tidak merindukanmu.”

“Kamu ada waktu sebentar?”

“Tapi aku tidak punya waktu untukmu.” Ucap Tae Rang. “Aku harus mencincang bawang putih, menumbuk daging, dan membersihkan kentang. Aku harus membuat alkohol sendiri agar bisa melupakan seseorang.”

“Setidaknya mari kita minum kopi.”

“Maaf. Tapi aku harus melewatkan itu. Aku baru saja minum dengan ayahku. Aahh aku bersikap menyebalkan, bukan?”

“Di mana mobilmu? Setidaknya aku akan mengantarkanmu ke sana. Itu tidak apa-apa bukan?”

“Kurasa boleh juga. Tapi kamu tidak masuk. Kopi dan mobil dilarang. Ayo…”

***

“Terima kasih untuk kuenya.” Ucap Seol Ah.

“Itu bukan untukmu. Aku membuatkannya untuk adikmu. Jadi, minta izinnya sebelum kamu memakannya.”

“Terima kasih sudah bersikap baik pada Cheong Ah.”

“Yang kamu sayangi juga berharga bagiku.”

“Bagaimana dengan radio? Kamu berhenti mendengarkannya?”

“Terkadang aku mendengarkannya. Terkadang tidak. Permbawa acaranya tidak terlalu bagus.”

“Apa? acaranya sudah memiliki rating yang buruk. Tolong dengarkan agar itu bisa bertahan di musim pembaruan.”

“Aku belajar cara agar tidak menyakiti perasaan orang lain, dan menjelaskan niatku mengenai keyakinanku. Aku juga belakar sulitnya memisahkan keduanya.”

“Jadi, kamu mendengarkannya.”

“Mobilku di sana. Kamu harus pergi sekarang.”

“Bukankah kita tinggal di lingkungan yang sama? Tidak perlu naik taxi kan?”

“Aku akan memanggikanmu taxi, jadi, pulang naik itu saja.”

“Aku belum pernah diabaikan oleh pria seperti ini.”

“Kurasa aku tidak akan bisa konsentrasi denganmu di mobil.”

“Kalau begitu. Kita jalan saja.” Ucap Seol Ah.

“Jangan. Nanti kamu flu.”

“Tidak apa-apa. agar kita bersama lebih lama. Aku akan berjalan perlahan untukmu.” Seol Ah pergi berjalan perlahan.

Sangat pelan. Hingga Tae Rang berkaca-kaca melihatnya dari belakang.

***

Jin U di kantornya memikirkan Seol Ah. Ia mengeluarkan cincin sungguhan untuk Seol Ah.

“Aaahhh aku tidak bisa memberikanmu satu toko permen. Aku beli cincin 480.000.”

***

“Anda tidak menentang mereka bukan?” tanya Hae Rang pada Pimpinan.

“Dia mengancam akan pergi jika aku menentang. Beraninya dia! Bagaimana aku bisa mendapatkan keingianku kembali?”

“Kalau begitu. Anda harus mengancam untuk mengusirnya dari perusahaan. Katakan anda akan memecatnya.”

“Memecatnya? Kamu benar. Aku punya pilihan itu. Jika dia mengancam meninggalkan rumah, aku akan mengusulkan pemecatannya.”

“Aku hanya menyarankannya sebagai gertakan.” Ucap Hae Rang.

“Tidak. Mata untuk mata. Gigi untuk gigi. Jika dia akan memecarinya lagi. Aku akan mengeluarkanya dari grup. Kamu juga harus berbuat yang benar. Jangan menjadi gadis yang naif. Kamu tahu yang dilakukan Seol Ah? Dia memotret dirinya dengan Jin U di hotel. Kamu harus seperti dia. Kamu harus bertarung, agar putraku tidak punya pilihan selain memilihmu.”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!