Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 64 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini. terima kasih sudah mengikuti yaaa..

“Apa ini artinya Kang Si Wol benar-benar dijebak?” tanya Cheong Ah.

“Jangan mengarang cerita. Kamu tidak bisa yakin hanya dengan mendengarkan satu sisi saja.”

“Apa yang harus kita lakukan, Pak?”

“Jika kita beruntung. Pengacara yang menangani kasus ini mungkin punya salinan laporannya. Aku juga punya artikelnya.” Pak Moon memberikan ponselnya.

“Remaja tanpa Sim menabrak nenek 80 tahun dan melarikan diri.”

***

Ingat Joon Hwi bicara tentang surat. Hakim Hong pun mencarinya.

Di sisi lain. Joon Kyum yang mendengar nama Kang Si Wol, ia pernah mendengar nama itu entah di mana.

***

Hakim Hong menemukan surat itu. Ia memasukkan di kantong karena mendengar Joon Hwi sudah pulang.

“Ibu tidak bekerja hari ini?”

“Ini hari libur ibu.”

“Ah.. kenapa? Ada yang ingin ibu katakan?”

“Tidak. Mandilah. Kita harus makan malam.”

“Omma… anak yang ibu sponsori. Siapa namanya? Apa namanya Si Wol?”

“Ya.”

“Apa kang Si Wol? Berapa usianya? Dia bukan anak kecil bukan?”

“Bagaimana kamu tahu? Kenapa tbtb bertanya sedetail itu?”

“Kurasa aku bertemu dengannya.”

“Di mana? Kenapa kamu bertemu dengannya?”

“Aku hanya melihatnya. Kudengar ada yang memanggil namanya di restoran. Maksudku, itu bukan nama umum. Aku teringat ibu begiti mendengar nama itu.”

“Apa terjadi sesuatu di antara kalian?”

“Tidak. Aku hanya melihatnya.”

“Pasti orang dengan nama yang sama. Pastor memberi tahu ibu bahwa dia di desa.”

“Kukira aku keliru.”

***

Cheong Ah jalan bareng Si Wol lagi.

“Ini tentang kasusmu. Aku sudah menyelidikiya, tapi catatan khusus itu dibuang.”

“Kenapa?”

“Catatan kasus biasnaya dibuang setelah 10 tahun. Tapi sepertinya catatannya dibuang cepat setelah kecelakaan itu.”

“Lihat? Aku benar. Seseorang sengaja membuangnya untuk menjebakku. Segelanya terjadi begitu cepat setelah aku ditangkap. Aneh juga kasus dibawa ke pengadilan kriminal padahal aku masih di bawah umur.”

“Tidak ada fail. Tapi kami punya bukti nyata. Kamu… apa pengacaramu seorang pembela umum? Kamu ingat nama pengacaramu? Dia mungkin punya salinan berkasmu.”

“Berkas apa? aku bahkan tidak banyak bertemu dengan pengacaraku.”

“Tetap saja. coba ingat. berkas itu bisa jadi satu-satunya petunjuk kita. Jika pengacaramu masih punya salinannya. Kita bisa mencari tahu siapa orang pertama yang melaporkan. Mulai dari sana.”

***

Tbtb Joon Hwi menelepon Cheong Ah.

“Kenapa kamu tampak amat sendu melihat nomor yang tidak kamu simpan?” tanya Kang Si Wol. “Angkatlah. Mau aku angkatkan?”

Cheong Ah pun mengambilnya  dan mengangkatnya jauhan dari Si Wol.

“Halo.”

“Ini aku.”

“Apa maumu? Lebih baik kamu tidak menelepon.”

“Siapa pria yang kamu temui kemarin?”

“Kenapa kamu bertanya?”

“Di mana kamu sekarang? Aku akan datang.”

***

“Puntung rokokmu ditemukan di TKP?” Tanya Cheong Ah.

“Aku kebetulan lewat. Itu hanya kesialanku. Aku pasti membuang puntungnya dari mobil. Aku bahkan tidak ingat. aku yatim piatu yang pernah masuk tahanan anak. kambing hitam yang sempurna. Mudah untuk menjebakku sebagai pelaku dan dimanfaatkan. Aku mungkin sampah, tapi aku tidak akan meninggalkan nenek yang sekarat.”

“Kamu ingat siapa nama neneknya?”

“Malang sekali. Aku tidak bisa melupakannya. Park Kkeut Sun.”

“apa? Park Kkeut Sun?” tanya Cheong Ah.

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!