Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 65 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih. Jin U masih bicara di telepon saat ibunya masuk ruangannya. Ia sengaja mengeraskan nama Seol Ah agar ibunya tahu dengan siapa ia bicara.

Telepon akhirnya ditutup.

“Omma tidak menyetujuinya.”

“Omma harus menyerah sekarang. Omma tidak bisa mengubah pikiranku.”

“Omma sudah lunak padamu. Kali ini, tidak akan lagi.”

“Baiklah. Ibu punya rencana untuk memenangkannya?” tanya Jin U.

“Pilihalah antara Seol Ah dan posisimu di perusahaan. Jika kamu seperti ini, aku akan mengadakan rapat dan menendangmu.”

“Menyingkirkanku?”

“Ya. Membuatmu dipecat tidaklah sulit.  Aku akan sangat mudah membuat alasan untuk memecatmu.”

“Omma…”

“Jadi, pilih Seol Ah atau posisimu.”

“Jangan begitu. Ayo makan bersama.”

“Cepat pikirkan. Supaya aku bisa memikirkan akan mengadakan rapat pemegang saham atau tidak.”

***

PD bertemu dengan Tae Rang. “Mungkin aku bukan penilai karakter yang baik. Tapi menyangkut resto dan koki yang bagus, aku cukup andal.” Ucap PD. “Kuharap kita bekerja sama dengan baik.” PD mengulurkan tangannya pada Tae Rang.”

“Ah ya. Kamu ingin aku bertemu dengan siapa.”

“Kim Seol Ah. Dia pembawa acara program radio.”

PD pun pergi karena ada telepon.

Saat di luar, PD bertemu dengan Seol Ah dan memintanya masuk karena kokinya sudah menunggu.

***

Seol Ah pun masuk.

Mereka yang ketemu. Aku yang deg-degan.

“Kenapa kamu di sini?” Tanya Seol Ah.

“Ini cukup membingungkan bukan?”

“Apa kamu koki yang dibicarakan PD Park?”

“Aku tidak tahu kamu pembawa acaranya. Kukira Joo Eun Mi.”

“Jadi, kamu akan pergi karena akan bekerja denganku?”

“Ya.”

“Moon Tae Rang. Ini memang sikapmu.”

“Jangan cemaskan aku. Fokus saja pada program barumu. Lagi pula, aku yakin kamu lebih tahu dari siapapun. Aku punya kemampuan.”

“Bagaimana dengan kedaimu? Kamu akan menutupnya?”

“Aku akan memutuskannya sampai kontrak habis. Aku tidak punya uang dalam situasi ini.”

“Kalau begitu. Kamu juga harus melakukan ini. aku sangat ingin memandu acara ini. jika kamu menolak ini. aku mungkin khawatir, jadi, aku mungkin tidak bekerja dengan baik. Tidak bisakah kamu melakukannya? Kamu bisa fokus pada pekerjaanmu. Aku juga sebaliknya.”

“Aku tidak yakin.” Jawab Tae Rang.

Kemudian PD pun datang.

“Kurasa Moon Tae Rang tidak mau bekerja sama denganku,” Ucap Seol Ah.

“Kenapa?” tanya PD.

************

Tae Rang tbtb keluar ruangan. Disusul oleh Seol Ah. Seol Ah bakan membukakan pintu menggunakan ID nya.

Tae Rang malah ingat ucapan Hae Rang bahwa Jin U membelikan cincin. Ia melihat di tangan Seol Ah. Tidak ada cincinya. Wkwkw.

“Ada apa? kamu bahkan tidak mau aku membukakan pintumu?”

***

Ayah Kim bekerja. Dia melakukan kesalahan lagi saat dikasir. Harusnya tagihan 35 dolar. Malah 350 dolar.

*ahjumma dari luar ruangan tahu kejadian ini.

***

Seol Ah makan siang dengan Jin U dengan pelayanan VVIP. Jin U terus saja menggoda Seol Ah saat minta kisseu. Wkwkwkw.

Jin U bahkan menggunakan metode busuk agar terjadi skinsip dengan Seol Ah.

Wkwkwkwkwk. Sumpaaahlaahhh ini kocak.. wkwkwkkwkw.

Dari mulai pakai celemek sampai mendadak akan dikissue. Semua gagal. Hahha.

*****

Pimpinan Hong dibantu dengan sekretarisnya Moon Hae Rang mulai menyiapkan rencana untuk membuat Jin U menyerah pada Seol Ah.

***

Seol Ah nggak bahagia saat bersama dengan Jin U. Walaupun Jin U nampak berusaha dengan keras. Jin U bahkan mencoba memasak.

Jin U bahkan terus mendesak Seol Ah.

Nyosorrrr terus guys. Nyosooorrr… wkwkwkw.

Tapi gagal terus. Wkwkwk.

***

Seol Ah malah mengingat saat dia melihat Moon Tae Rang menggoreng udang. Ia banyak terdiam.

***

Makanan siap. Jin U sok-sokan bikin wajahnya jadi cemong. Supaya dilap oleh Seol Ah. Hihhh…

Saat dimakan. Makanannya nggak enak. Rasa kerangnya dipenuhi dengan pasir. Seol Ah jadi ingat Tae Rang lagi.

“Apakah kamu memikirkan dia dalam setiap detik hidupmu?” tanya Jin U. “Kamu hanya memikirkan dia saat aku bekerja sekeras ini. kamu tidak melihatku? Aku berusaha sebaik mungkin. Aku ingin merbut hatimu lagi. Kamu tidak bisa melihatnya?”

“Maafkan aku. Seharusnya aku menahan diri. Aku akan memakannya.”

“Jangan. Aku yang akan menahan diri. Kamu jangan menahan diri dari apapun. Mari keluar. Kita beli pasta di luar saja.”

Seol Ah tidak mau makan di luar. Sayang makanannya sudah dibuat. Jin U pun merasa Seol Ah sudah berubah banyak.

“Mari kita membuat kimchi saja.” Jin U pun kesal.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.