Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 66- Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. Terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa..

Keluarga Moon makan bersama. Pa Rang memberikan pengumuman bahwa dirinya tidak akan kuliah. Mendengarnya, Moon Hae Rang memarahi adiknya dan ia harus kuliah karena dia anak adopsi.

***

Hakim Hong sakit. Kemudian adiknya, Pimpinan Hong datang menjenguknya. Pimpinan Hong sangat heran karena kakaknya sakit dan bolos bekerja, tidak seperti biasanya.

***

Yeon Ah cerita pada Ibunya bahwa saat dia pulang dan akan menjemput ayahnya. Dia melihat Ayah Kim sedang dimarahi pemilik resto.

Tak lama. Ayah datang dan malah menyombongkan dirinya bahwa dia bekerja dengan baik.

***

Saat Seol Ah pulang. Ia hanya bercerita pada Ibunya bahwa ia masih bertemu dengan Jin U hanya karena ia ingin melakukan perpisahan dengan baik. Bukan untuk kembali dengan Jin U.

Seol Ah pun memikirkan kejadian dengan Tae Rang dan Jin U hari ini.

***

Ayah makan bersama dengan Ahjumma dan Yeon Ah. Ahjumma mengatakan jangan memaksakan diri. Ayah bisa mengundurkan diri dari pekerjaan paruh waktunya kapan saja. intinya, ahjumma dan Yeon Ah sudah tahu bahwa Ayah Moon tidak becus dalam bekerja.

***

Joon Hwi menjenguk ibunya yang sedang sakit.

“Maaf telah membuat ibu sakit. Maaf aku bukan putra yang baik. Maaf aku selalu kabur dari rumah dan ibu. Aku sudah selesai berlari. Aku tidak akan lari dari ibu, Joon Kyum, bahkan diriku. “ dalam hatinya juga berkata. “Oleh karenanya. Aku tidak akan lari dari Cheong Ah.”

****

Hakim Hong menaruh kembali surat yang ia ambil dari laci Joon Hwi. Ia merasa Kim Cheong Ah dan Ibunya Cheong Ah menipunya selama ini. perihal kematian Joon Kyum.

Hakim Hong langsung menyuruh Cheong Ah datang ke rumahnya.

***

Cheong Ah langsung datang kayak abang ojek.

Begitu Cheong Ah datang. Ia langsung ditampar. “Kenapa kamu menyembunyikan apa yang terjadi. Kenapa kamu berbohong? Bagaimana kamu bisa berbohong seperti itu? Apa? putraku mencoba menyelamatkanmu? Kamu tahu ini apa? ini surat yang ditulis Joon Kyum untuk Joon Hwi. Sehari ditulis sebelum dia meninggal. Bagaimana putraku meninggal? Apakah Joon Kyum mengakhiri hidupnya sendiri?”

“Itu…”

“Katakan yang sebenarnya. Kalian datang untuk bunuh diri bersama? Kamu bertemu dengan putraku agar bisa bunuh diri bersama?”

“Ya.” Cheong Ah menjawab dengan menangis.

“Kenapa kamu melakukan itu pada putraku?” njirrr. Kapan hakim hong selesai menyalahkan Cheong Ah? Padahal dia yang salah!!! “Kamu membunuh putraku.”

Cheong Ah berlutut. “Maafkan aku. Maafkan aku.”

Sedih akunyaaa yaak ampun.

Hakim Hong kemudian memecahkan penghargaan milik Joon Kyum.

“Kenapa kamu hidup? Kamu seharusnya menyelamatkan putraku juga. Seharusnya putraku yang hidup, bukan kamu!!! Aku tidak akan memaafkanmu. Tidak bisa. Aku akan membuatmu bertanggung jawab.”

***

Joon Hwi menelepon pastur Kim yang selelu berhubungan dengan Ibunya. Ia meminta janji untuk bertemu pastur Kim.

Sementara itu rekan kerja Joon Hwi mengajak untuk minum-minum.

***

Malamnya, joon Hwi malah minum bersama semua rekan kerjanya. Mereka semua sedang stres, melarikan diri dengan minum-minum.

Baek Rim mabuk dan menyelahkan Joon Hwi kenapa dia mencampakkannya sedang dirinya sangat menyukai Cheong Ah. Ia bahkan mengalah demi kebahagiaan Cheong Ah dan pria pilihannya.

Ponsel Baek Rim bunyi. Telepon dari Cheong Ah.

***

Namun yang mendatangi Cheong Ah malah Joon Hwi.

“Kenapa? Kamu terkejut orang lain muncul?” tanya Joon Hwi.

Cheong Ah langsung menangis.

“Maaf aku bau bukan? Aku habis minum. Aku mabuk supaya aku tidak menghampirimu. Tapi, aku di sini.”

Cheong Ah menangis di pelukan Joon Hwi.

“Aku datang ke rumahmu. Ibumu sudah tahu. Surat. Dia punya surat. Surat yang dikirim Joon Kyum padamu.”

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.