Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 74 Part 1

Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 74 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa tulis di sini. Terima kasih. Hohooooooo… hai guysss.. apa kabar kalian semuaaaahhh… rasa-rasanya saya pengen joget gitu!!!

Ayah Kim nampaknya sudah sedikit membuka diri terhadap Joon Hwi karena Joon Hwi bijaksana dan mengatakan Joon Kyum mati bukan karena Cheong Ah.

***

Kim Seol Ah berkata pada Ibunya. Dia habis konsultasi dengan pengacara. Batas tuntutan terhadap Cheong Ah sudah habis, jadi Hakim Hong tidak akan berbuat banyak.

Ahjumma juga mengatakan bahwa Joon Hwi meminta dirinya untuk percaya pada Joon Hwi yang akan di samping Cheong Ah terus.

***

Seol Ah tbtb memeluk adiknya.

“Bersemangatlah. Kuatlahh. Hanya itu kalimat yang kupikirkan.”

“Aku gwencana unnie.”

“Ayo hidup dengan baik. Dan andai saja. kamu sedikit egois dan menuruni sikapku sedikit saja.”

“Gumawo Unnie.” Cuy…. ini ostnya sedih gitu. Kalau kalian tahu dari awal. Inget nggak? Dulu Seol Ah selalu menyalahkan adiknya saat belum pulang ke rumah. Lihat Cheong Ah kayak lihat hantu. Sekarang beda banget.

***

Seol Ah syuting bareng Moon Tae Rang lagi. Jin U mendengarkannya. Kemudian ada saatnya Jin U mendengarkannya dengan kesal.

***

PD membacakan komentar pendengar. Rata-rata memberikan komentar positif. PD juga ingin memperkenalkan Moon Tae Rang pada perempuan yang merupakan temannya. Moon Tea Rang tidak menolaknya. Ia mau saja. Seol Ah hanya saksi perbincangan ini.

***

Jin U bicara pada Joon Hwi. Ia mengatakan bahwa dia akan disingkirkan oleh Ibunya. Awalnya mereka bicara tentang Ibu mereka. Jin U minta bantuan untuk didukung di rapat.

Joon Hwi malah bilang lebih baik mempekerjakan manager pro.

wkwkwk

***

Moon Tae Rang sedang kencan buta dengan Nona Song. Meja mereka bersebelahan dengan PD dan Seol Ah. Duh….. Moon Tae Rang malah muji-muji Nona Song canteeekk segala lagi.

Eemmmmm…

***

Ahjumma mendapatkan penghargaan karyawan terbaik. Ada Yeon Ah dan Ayah datang menjadi saksi pendapatan penghargaan ahjumma.

Jeprat-jepret…

Sesungguhnya ini iklan hape.

***

Seluruh keluarga Kim kedinginan karena pemanas di rumah mereka mati. Yeon Ah menyarankan untuk pergi ke sauna. Tapi saran ini gagal karena sudah malam.

Kebetulan Jin U telepon Yeon Ah dan curhat padanya bahwa pemanas di rumahnya mati.

***

Ayah pada awalnya menyalakan pemanas lama. Tapi gagal terus gagal.

Tak lama. Jin U dan supir datang membawa beberapa pemanas. Kali ini, bantuan Jin U sangat berguna.

Yap. Jin U masih mepet terus Seol Ah dan berkata sarange sarange… tapi Seol Ah masih tetap dengan pendirian. Seol Ah hanya berterima kasih atas bantuan Jin U.

***

Cheong Ah dan Si Wol masih mencari tahu siapa pengacara Si Wol.

Mereka akhirnya bertemu dengan pengacara yang tepat.

“Kamu ingat aku?” tanya Si Wol. “Kamu pembelaku bukan?”

“Siapa kamu berkata banmal?”

“Aku kang Si Wol.”

“Aku tidak ingat.”

“aku berlutut dan memohon sambil berkata aku tidak melakukannya. Kamu mengancamku untuk menjadi pembunuh.” Si Wol kesal dan menarik kerah pengacara. Untung ada Cheong Ah.

Cheong Ah pun mengeluarkan surat putusan.

“Sebelum nenek itu meninggal. Seharusnya hukuman dikurangi bukan?” tanya Si Wol.

“Mungkin saja. atau mungkin tidak.”

“ada info berkas lama? Bisa carikan untuk kami?” tanya Cheong Ah.

“Siapa Hong Yura? Kenapa dia memberikan pernyataan? Apakah Hong Yura adalah hakim mahkamah agung.?”

Dengan gagap. Pengacara mengelak.

klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!