Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 76 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. Terima kasih untuk kalian yang sudah membaca yaaa..

Kedua rekan Cheong Ah nampak kikuk karena Joon Hwi dan Cheong Ah ikut bergabung. Semuanya ditraktir oleh Joon Hwi.

Saat itu, dengan insrumen musik sedih. Cheong Ah ingin diperlakukan seperti biasanya, walaupun komite disiplin akan datang.

***

Di saat makan keluarga Moon. Hae Rang ditanya Ayahnya. “Temanmu, Opsir Kim Cheong Ah. Siapa yang merisaknya saat SMA?”

“Mana aku tahu? Kami tidak dekat,” Hae Rang menjawab dengan gagap.

“Kenapa tbtb ayah bertanya?” tanya Tae Rang.

“Itu bisa menghancurkan karirnya.”

“Menghancurkan karirnya bagaimana?” tanya Pa Rang. “Apakah dirisak adalah kejahatan?”

“Bukan begitu. Perisakan itu sangat jahat, sampai dia nyaris bunuh diri.”

“Apa?” Tanya Hae Rang. “Dia ingin bunuh diri?” semua kaget juga.

“Orang yang mencoba bunuh diri bersamanya akhirnya mati.”

“Bukankah bunuh diri bersama adalah kejahatan serius?” tanya Parang.

“Itulah alasannya. Batas waktu penuntutannya sudah lewat. Tapi mungkin petugas tidak akan membiarkannya. Sayang sekali.”

***

Dan tumben. Hae Rang galau. Tae Rang pun masuk. “Kamu sudah tahu soal ini? kamu tahu Opsir Kim Cheong Ah mencoba bunuh diri karenamu?”

“Apakah wajahku terlihat seperti itu?”

“Lantas, kenapa kamu sangat tidak tahu malu?”

“Oppa…”

“Ini masih belum terlambat. Minta maaflah dengan tulus. Mengerti?”

***

Tae Rang pergi ke kedainya. Ia melamun. Dan tbtb menelepon Seol Ah. Ia minta bertemu.

“Bagaimana kamu tahu?”

“Ayahku bilang akan ada komite disiplin.”

“Apa? apa katamu? Batas waktu penuntutan sudah habis. Mereka tidak bisa menghukumnya. Cheong Ah tidak bisa dipecat.”

“Mereka tidak akan diam saja karena sudah tahu. Kepolisian berbeda dengan organisasi lain. Semua akan baik-baik saja. seperti katamu, batas waktu sudah habis. Ayahku berpikir, hanya akan ada peringatan saja. aku memberitahumu agar berjaga.”

“Semua akan baik-baik saja? mudahnya kamu berkata begitu. Sangat sulit bagi mereka yang menjadi korban.” Seol Ah pun marah.

“Maaf.”

“Kenapa korban harus terus menderita sementara pelakunya hidup tanpa masalah? Kenapa adikku harus menderita lagi dengan rasa sakit yang sama? Hidup adikmu sangat baik, tapi adikku…”

“Aku sungguh minta maaf.”

“Jangan bicara sembarangan. Aku tidak butuh permintaan maafmu.”

Kini Tae Rang marah juga. “Ini juga sulit bagiku. Aku berharap setidaknya ada yang bisa kulakukan. Apalagi yang bisa kulakukan selain minta maaf dan menghindarimu? Aku bahkan tidak boleh mencintaimu, kamu tahu itu? Melihatmu saja sudah membuatku sangat bersalah. Aku bahkan berharap tidak bisa menatapmu walau kamu ada di sampingku. Aku merelakan sesuatu yang sangat berharga bagiku. Andai aku bukan Oppanya. Seandainya Hae Rang bukan adikku. Ketika berbuat baik saja, aku merasakan berbuat dosa, tiap harinya.”

***

Jin U di tempat lain sedang memikirkan Seol ah.

***

Seol Ah dan Tae Rang bersama-sama mengatakan maaf.

“Aku juga pernah meninggalkan adikku.” Ucap Seol Ah. “Aku menyuruhnya bersikap seolah-olah kami orang asing. Bahwa aku akan membayarnya untuk tinggal di LN. Aku sangat kejam. Aku melakukan perbuatan mengerikan. Aku mengerikan, sampai kamu menyadarkanku dan mengantarkanku pulang. Terima kasih, untuk hari itu dan sekarang. Selalu. Aku mungkin dosa bagimu, tapi aku selalu berterima kasih padamu. Kamu membantuku menemukan keluargaku. Kamu menyelamatkan hidupku. Jangan merasa bersalah.”

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.