Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 78 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah membaca. Terima kasih sudah mengikuti hingga sejauh ini. dan emang sudah jauh sekali yaaa… di beberapa bagian. Saya hanya kasih rangkumannya saja. saya nulis bagian pentingnya saja ya. Kenapa? Karena saya pikir beberapa episode ini nggak langsung ke masalah.

Joon Hwi langsung datang dan membawa Cheong Ah.

****

Jeon Ah yang dulunya masih bocah. Dia nggak tahu yang diberita itu kakaknya, ia bertanya pada ayah dan Ibu. Ayah dan Ibu pun langsung kalut.

****

Yang senang sekali malah Pimpinan Hong. Saat itu, Jin U hanya melihat Ibunya senang. Belum tahu kenapa Ibunya senang.

***

Ahjumma langsung bertemu Jin U. Ia meminta tolong. Ahjumma meminta tolong agar artikel itu tidak terus keluar di media.

Hae Rang langsung melapor pada Pimpinan.

“Perempuan itu langsung mengunjungi Jin U. Segera setelah itu, dia akan memerintahkan untuk menghapus artikel tentang Kim Cheong Ah.” Tanya Pimpinan.

“Ya.” Jawab Hae Rang. “Apa yang harus saya lakukan?”

“Suruh wartawan terus merilis.”

“Lagi?”

“Kenapa?”

“Tidak, Pimpinan.”

****

Cheong Ah dibawa Joon Hwi menginap di suatu tempat.

Demi kabur dari para wartawan.

Yaakkk… pacaran aja terosss…

Hingga akhirnya Cheong Ah minta kembali dan nggak mau sembunyi lagi.

***

Cheong Ah pulang ke rumahnya dengan tangis. Ia hanya minta maaf pada ahjumma dan yang lainnya.

***

Keluarga Kim akhirnya rapat. Kejadian ini, boro-boro terjadi 10 tahun lalu. Karena saat itu yang peduli hanya Ahjumma. Kini, mereka semua kesal akan apa yang terjadi pada Cheong Ah.

Keputusan Cheong Ah adalah menghadapi semuanya. Ia merasa akan baik-baik saja selama keluarganya mempercayainya. Meskipun seluruh dunia membencinya.

***

Ayah Moon juga bicara tentang kasus Cheong Ah pada anak-anaknya. Komite pendisiplinan akan datang karena berita sudah masuk ke media dan viral.

Pa Rang bahkan merasa aneh karena artikel muncul sangat banyak dan kasusnya bahkan sudah melewati kedaluarsa.

***

Usai makan.

Tak sengaja Parang membaca sms di ponsel adiknya. Wartawan mengirim sms bahwa sebenarnya berita tentang Cheong Ah tidak cukup kuat untuk dipublikasi dan kenapa harus ditulis terus beritanya.

“Reporter bertanya apa dia harus terus mengunggah artikelnya. Apa maksudnya?” tanya Tae Rang.

Tae Rang marah. Ayah dan Pa Rang datang.

“Ada apa? kenapa ribut-ribut?” tanya Ayah. “Hae Rang, apa kamu membuat kesalahan lagi?”

“Aku harus bekerja.” Hae Rang pergi.

***

Seol Ah menemui Hae Rang di depan rumah Hae Rang.

“Sedang apa kamu di sini?” tanya Hae Rang. “Kamu datang untuk bertemu Oppa?”

“Tidak. Aku menemuimu.”

“Kenapa?”

“Aku tidak bisa memaafkanmu.”

“Kenapa tbtb kamu seperti ini?” Tanya Hae Rang.

“Adikku tbtb menderita karena kamu, dan aku tidak bisa membiarkannya.”

***

Cheong Ah sudah dengan seragamnya. Ia menunggu. Menunggu putusan dari tim disipliner kepolisian.

***

Ayah Moon keluar saat Hae Rang dan Seol Ah bicara.

“Kenapa itu kesalahanku?” tanya Hae Rang.

“Apa?”

“Kenapa salahku Cheong Ah menderita?”

“Kamu sangat tidak tahu malu.” Ucap Seol Ah.

“Apa aku menyuruh Cheong Ah untuk mati? Apa aku menyuruhnya bunuh diri?”

“Menurutmu kenapa Cheong Ah ingin bunuh diri? Menurutmu kenapa dia ingin mati?”

“Karena aku merisaknya? Apa aku salah? Apa semua korban perundungan bunuh diri?”

“Apa?”

“Kenapa kamu menyelahkanku atas tekad Kim Cheong Ah yang lemah?”

“Kurasa dunia harus tahu seperti apa kamu sebenarnya.” Ucap Seol Ah. “Sebelum itu, ayahmu harus tahu. Masuk denganku.”

Dan ayah memang sudah melihat mereka.

“Appa…”

“Mian. Aku akan memarahi Hae Rang.” Ucap Ayah. Sumpah saya merinding. “Bisakah kamu pergi sekarang? Tolong pergi dulu.”

Seol Ah pun pergi,,

“Appaa, apa yang dikatakan perempuan itu…”

Plakk.. ayah menampar Hae Rang.

“Kenapa ayah menamparku? Ottokee…”

****

Cheong Ah akhirnya masuk ke komite.

Ia melangkah…

klik di sini kelanjutannya.