Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 80 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca dan mengikuti hingga episode ini yaaa guys…

Ternyata yang datang adalah Pimpinan Hong.

Seperti biasa, Hakim Hong mengatakan pada kakaknya untuk tidak khawatir karena dia akan mengurus semuanya agar kakaknya tetap di jabatannya.

***

“Dari mana saja kamu?” tanya Ayah Moon.

“Tidak perlu tahu, nanti ayah menamparku lagi.”

“Aku tidak akan minta maaf. Kamu akan dihukum jika itu yang seharusnya.”

“ini urusanku Appa dan Oppa tidak perlu ikut campur. Aku muak dan lelah dengan semua ini. aku kesulitan bernapas di rumah ini.”

“Perundungan adalah kejahatan dan kamu seorang penjahat. Menghukum penjahat adalah tugasku.” Ayah mengeluarkan borgol. “Jika putriku yang melakukan kejahatan, maka tugasku memborgolnya”

“Ayah akan memborgolku?”

“Setidaknya aku harus mendengar alasan darimu dulu. Apa alasan kamu merundung Kim Cheong Ah?”

Sumpah demi Tuhan, saya kesal banget sama Hae Rang.

Hae Rang diborgol juga. “Katakan. Aku akan mendengarkan. Aku akan memutuskan akan melepaskan atau membawamu.”

***

Di luar, Pa Rang dan Tae Rang pun resah.

“Bukankah kita harus menghentikannya?” tanya Pa Rang.

“Tidak. Ayah akan menyelesaikannya.”

***

“Entah kenapa aku mulai tidak menyukainya.” Ucap Hae Rang. “Aku sangat membencinya dan dia membuatku merasa mual. Aku bahkan membenci melihatnya tertawa. Lebih tepatnya, aku membenci aroma ayam goreng darinya.”

“Kenapa?”

“Aku berbau seperti rumah sakit. Tapi dia selalu bau ayam goreng. Ibuku sekarat di rumah sakit, tapi ibunya berkeliaran mengantarkan ayam goreng. Setiap hari, aku mencemaskan ibuku yang sekarat, tapi dia selalu tersenyum. Seolah-olah tidak peduli sama sekali.”

“Karena itulah kamu merundungnya? Selama dua tahun? Bagaimana kamu merundungnya? Beri tahu ayah semuanya.”

“Aku merobek seragam sekolahnya, membuang sepatunya, membawa teman-temanku untuk memukulinya., mencuri uangnya dan menyiramnya, dan menulis “mati saja” di buku catatannya. Mau kulanjutkan? Kenapa? Ayah malu? Ayah khawatir rekan kerja ayah akan tahu? Kalian semua menyuruhku minta maaf, tapi, siapa yang meminta maaf kepadaku. Orangtua membuangku, aku dipukuli, dibiarkan kelaparan, dan menderita, tapi aku masih menjalani hidup.”

Ayah menangis dan malah memborgol dirinya dengan Hae Rang.

“Aku juga menderita. Kita keluarga sekarang. Jadi, jangan pergi ke mana pun. Itu akan menyakitimu dan aku. Ayo menerima hukuman bersama. Aku dan kamu.”

“Aku tidak mau tinggal di sini lagi. Aku ingin pindah. Aku muak hidup memenuhi harapan orang lain.”

*Pa Rang dan Tae Rang hanya mendengarkan.

Kemudian Hae Rang keluar membawa koper. Pa Rang pun mencegah.

“Pergi. Aku anggap kamu sudah mati.” Ucap Tae Rang. “Jangan pernah berpikir untuk kembali.”

***

Hae Rang pergi ke rumah Pimpinan.

Ketika Hae Rang bilang dia kabur dari rumah. Pimpinan memintanya tinggal di rumahnya.

Yaahh tentu aja mau guys.

***

Saat Jin U pulang. Hae Rang langsung menyambut Jin U.

Jin U langsung menyuruh Hae Rang untuk pulang.

Tak lama, Jin U masuk ke kamarnya dan ia yang memilih untuk pergi dari rumah Ibunya. Jin U langsung pergi begitu saja dan membuat Ibunya kesal.

***

Jin U malah pergi ke rumah Seol Ah. Ia mohon izin untuk tidur semalam saja.

Ayah Kim pun mengizinkan.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini yaaa…