Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 88 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca yaaaa… terima kasih yang masih setia baca sinopsisnya di sini. Kissue jauh dari mimin. Wkwkwkwk.

Hakim Hong membawakan pakaian untuk Siwol. Ia ingin mengajak Si Wol makan.

Demi apaaa? Si Wol pakai jas guys. Guaaanteng. Wkwkkwkwkw. Walaupun dia nggak bisa pakai dasi.

***

Si Wol keluar dan menemui Hakim Hong lagi. Hakim Hong memakaikan dasi.

“kamu nampak tampan.” Huhuuuuuuyooooggggg setuju saya. setuju banget.

“Sumpe lu?” Ucap Si Wol terus ngaca di kaca mobil.

Ost diputar saat ini. tapi kenapa ostnya patah hati yaaa?

***

Si Wol ada di dalam mobil bersama Hakim Hong.

“Tidak mudah mengubah pandangan orang padamu. Tapi kamu masih bisa mencoba menjadi orang yang berbeda. Bagaimana jika mencobanya bersama?” kedengarannya sih tulus guys.

***

Cheong Ah sendiri sedang jalan bareng Joon Hwi, Joon Hwi yang nampak galau berat. nggak paham apa yang akan ia lakukan pada Ibunya.

***

Si Wol dan Hakim Hong makan di tempat yang sangat mewah. membaca menunya saja sangat sulit.

Dan tbtb ada Cheong Ah datang bersama Joon Hwi ke resto yang sama. Karena di sana Joon Hwi biasa makan. Joon Hwi langsung ditunjuk di mana Ibunya makan dengan Si Wol.

Joon Hwi malah ingin ikut gabung. Ia mengajak Cheong Ah ikut serta.

Suasana mencekam pun datang.

“Tidak nyaman melihatmu di sini.” Ucap Si Wol pada Joon Hwi. “Tapi aku senang bertemu dengan Cheong Ah.” Wkwkkwkw. “Tidak bisakah kita bicara gitu? Kok saya jadi sakit perut. Apa aku nampak berbeda? Aku pakai jas.”

“Itu cocok denganmu.” Ucap Cheong Ah.

“Hakim Hong membelikannya. Cheong Ah, aku sudah menemukan adikku.”

“Sungguh?”

“Ya. tapi akan dipastikan dulu. Nanti akan kuberi tahu. Kapan kamu akan memberi fail yang kamu dapat dari bosmu? Aku harus mempercepat sidang ulang setidaknya demi adikku.”

***

Akhirnya Jin U pergi. Ia hanya mengatakannya pada Seol Ah lewat sms saja.

Jin U sendiri bangun dengan keadaan poni yang nggak berantakkan sama sekali. Mungkin anti badai kali ya poni doranya.

***

Hae Rang datang menemui pemilik kedai tempat Si Wol bekerja.

“Maksudmu. Si Wol adalah mantan napi?”

“Kekerasan, pencurian, bahkan kecelakaan tabrak lari. Dia belum lama keluar dari penjara. Apakah anda tidak tahu?”

“Tidak tahu. Dia tampak kasar. Tapi sangat rajin. Jadi, aku tahu.”

“Dia mendapatkan lisensi saat di penjara.”

Ayah Kim pun mendengarkannya.

“Tapi kenapa kamu menceritakan semua itu kepadanya?” tanya Ayah Kim.

“Apa?”

“Bukan berarti mantan napi tidak boleh bekerja.” Ucap Ayah Kim. “Dia sudah membayar kejahatannya. Apa masalahnya? Apa kamu punya dendam dengan Si Wol?”

“Jika itu bukan masalah, Si Wol akan membicarakannya dari awal.”

“Apa maksudmu Agaashi?”

“Aku hanya mengatakan ini karena pemiliknya berhak tahu. Anda mau memecatnya atau tidak, terserah kepada anda. Aku akan pergi.” Hae Rang pun pergi dengan sombongnya.

***

“Sajangnim tidak akan memecat siwol bukan?” tanya ayah.

“Karena kini mengetahuinya, aku harus memecatnya. Mungkin akan menyebabkan masalah.”

“Pak. Anda tidak akan menemukan pegawai sebaik siwol. Kenapa anda memecatnya?”

“Ini restoku bukan punyamu. Bagaimana jika terjadi apa-apa nanti? Mau tanggung jawab?”

“Sajangnim….”

Labnjut ke bagian 2 klik di sini.