Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 89 Part 1

Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 89 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mau baca. Btw, mian agak lambat karena ponsel saya rusak satunya (belum bisa beli lagi) dan saya butuh alat untuk sambung ke komputer (masih dalam perjalanan). So, saya ngeblog pakai alat seadanya dulu. Jadi, agak lama, karena bisanya dibantu dengan alat yang cukup, sekarang ada alat kurang dan rusak. Mian, curhaaaaaadddd dulu geesss yaaa.

Begini, di episode sebelumnya, Kang Si Wol didatangi polisi. Ia pun akhirnya masuk pejara. Sedangkan kesaksian Moon Hae Rang yang jahat itu memberatkan Kang Si Wol.

Si Wol yang nggak punya siapa-siapa akhirnya hanya bisa menelepon Kim Cheong Ah esok paginya.

***

Di rumah keluarga Kim sendiri, ayah malah merindukan Jin U. Ia bertanya pada yang lain kapan Jin U akan pulang.

Deeehhh…

Karena Jin U bilangnya akan dinas pada ayah.

***

Seol Ah menelepon Jin U.

“Di mana kamu?” tanya Seol Ah.

“Aku sedang minum kopi sambil menikmati pemandangan laut.” Jin U bohong.

“Kamu tidak pulang hari ini?”

“Aku tidak tahu.” Btw, Jin U nambah ganteng yaa… dulu dia main I Do I Do guuyss.

“Kamu berbohong soal perjalanan dinas karena kamu menyiapkan rapat pemegang saham?”

“Rapat pemegang saham? Aku tidak lembur karena itu. Aku sudah unggul, jangan khawatir.”

“Kapan kamu pulang?”

“Aku harus melihat pekerjaanku hari ini. tunggu, jangan bilang, kamu menungguku.”

“Tidak. Ayah bertanya.”

“Bukan kamu? Tapi ayahmu?”

“Kamu kan orangnya suka bersiasat.”

Jin U pun mengakhiri teleponnya.

***

Cheong Ah akhirnya menemui Si Wol di kantor polisi. Di sana sudah ada Hae Rang dan Bapak-Bapak yang diserang Si Wol.

“Pria ini diserang olehnya.” Ucap polisi.

“Maaf, apakah anda terluka parah?”

“Kamu tidak melihatnya? Pokoknya, aku tidak mau berdamai dengannya, jadi, tangani saja sesuai dengan hukum.”

“Pak. Tolong kasihani Kang Si Wol.”

“Kamu tidak mendengarku? Aku tidak mau berdamai.”

“Maaf tolong maafkan dia.”

“Ayo Pak Kim,” Ucap Moon Hae Rang dan mereka pun pergi.

***

Cheong Ah mengejar Moon Hae Rang.

“apa yang terjadi? Kenapa kamu di sini?”

“Kenapa kamu menghalangiku, minggir!!!”

“Kenapa dia memukul. Dia tidak akan memukulnya tanpa alasan.”

“Kenapa kamu menanyakannya padaku. Tanyakan sendiri kepada pelakunya.”

“Kamu saksinya, jadi, kamu pasti tahu sesuatu.”

“Tidak. Dia berani datang ke sana dan membuat keributan. Saat diusir, dia bahkan memukul supir.”

“Ke sana?”

“Rumah Pimpinan Hong.”

“Apa? kenapa Si Wol pergi ke sana?”

“Mana aku tahu,”

“Lalu? Bagaimana kamu bisa menjadi saksi? Di mana kamu saat itu?”

“Unniemu tidak memberitahumu? Aku tinggal di rumah Pimpinan.”

“Apa?”

“Entah apa kamu tahu, tapi dia punya riwayat kejahatan berat yang panjang. Tidak ada damai. Dia akan dihukum, jadi, jangan bersusah payah, apapun hubunganmu dengannya.” Hae Rang pergi.

***

Cheong Ah kini bertemu Si Wol.

“Pimpinan itu membuatku dipecat dari pekerjaanku lewat sekretarisnya.”

“Maksudmu, situasi ini direncakanan?” tanya Cheong Ah.

“Dia tidak mau berdamai denganku, dan menginginkan aku ada di penjara. Kenapa Pimpinan itu melakukannya padaku. Adikku membuatku di penjara.”

“Adik?”

“Sudah kubilang. Aku menemukan adikku. Sekretaris Pimpinan. Dia adikku.”

“Siapa?”

“Moon Hae Rang.” Wwwwwwwhhhh….

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!