Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 91 Part 2 – Naaahhhhh,, ketemu lagi bareng mimin. Dan episode sebelumnya di sini. Untuk link selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti sampai sejauh ini yaaa…

Tae Rang menemui Hae Rang. “Sedang apa Oppa di sini?”

“Kita pulang.”

“Wanita yang kakak cintai dulu tinggal di sini. Aahh yaa, kakak masih mencintainya?”

“Kemasi barangmu dan pindah. Jika kamu tidak bisa. Aku akan masuk dan mengemasi barangmu.”

“Oppa tidak berhak memerintahkanku.”

“Lalu apa yang membuatmu berhak tinggal di rumah ini? bagaimana kamu bisa menyebutnya hak? Pikirkan saja perbuatanmu burem!!!! Kapan kamu berhenti melakukan perbuatan ini?”

“Sampai Jin U pulang. Aku akan bicara denganya.”

“Sadarlah. Do Jin U tahu semua tentangmu.”

“Apa? apa yang dia ketahui?”

“Perbuatanmu pada Kim Cheong Ah. Kamu sedang di tepi jurang sekarang. Kalau begitu, kamu pegang kakak dan pulang sekarang. Atau kamu mau jatuh ke jurang. Itu adalah pilihanmu.”

“Sampai jumpa. Aku akan di sini sampai akhir.” Burem pun masuk ke rumah Pimpinan. “Maafkan aku. Ini adalah pilihanku.”

Anjaayyy anjaayy… anjaaay….

****

Pimpinan Hong sudah menghadang Hae Rang.

“Kamu tidak berhak datang ke sini. Kamu tidak mengangkat teleponku padahal sekretarisku. Kamu gagal memenjarakan narapidana.”

“Maafkan aku. Supir Kim memilih berdamai.”

“Kamu bahkan tidak bisa mendapatkan hati Jin U. Kudengar kamu suka memanfaatkan orang. Kudengar kamu merundung anak lain di sekolah. Gadis yang kamu hajar mencoba bunuh diri. Dan karena itulah aku kehilangan keponakanku! Konyol bukan?”

“Pimpinan Hong, bukan seperti itu.”

“lalu apa kebenarannya? Berhentilah berpura-pura tidak bersalah. Jin U sudah memberitahuku semuanya. Maksudmu, Jin U berbohong padaku?” wkkwkwkw hajaarrrrr hajaarrr. “Entah kamu memukul Seol Ah atau Kim Cheong Ah aku tidak peduli. Tapi kamu tidak bisa menjadi menantuku jika punya kekurangan!”

Wkwkwk asyikkkkkk….!!!

***

Saat Joon Hwi pulang, ia menceritakan pada Ibunya bahwa Pimpinan Hong menjebak Si Wol dan Si Wol masuk penjara. Tapi semua sudah beres karena sudah berdamai dengan supir Kim. Joon Hwi juga terus mendesak ibunya untuk berkata yang sebenarnya.

Tapi Hakim Hong malah pergi.

***

Jin U mengirimkan banyak barang untuk Ayah Kim. dan di saat yang sama. Seol Ah berkata pada semuanya bahwa Joon Hwi sudah pulang ke rumahnya.

***

“Apa kakak ipar pergi karenaku?” tanya Cheong Ah. “Dia minta maaf. Dia nampak hampir tidak bisa tidur.”

Seol Ah diam saja. kemudian Yeon Ah datang membawakan jam tangan Jin U yang ketinggalan.

****

Jin U makan sendirian di kantornya. Ia mengingat tentang bagaimana makan bersama dengan keluarga Kim.

***

Tapi, Hae Rang itu mukanya banyak. Dia nggak pergi juga dari rumah Pimpinan Hong guys.

Pagi itu juga, Pimpinan Hong diminta datang ke rumah Hakim Hong.

“Ada apa denganmu? Apa yang kamu lakukan?”

“Apa maksud Unnie?”

“Kang Si Wol. Kenapa melakukan itu? Kenapa mengganggunya?”

“aku melakukannya untuk unnie, dia bom waktu. bagaimana membiarkannya ada di depan kita.”

“Aku sudah menghancrukan hidupnya. Joon Kyum yang malang pasti hatinya hancur. Memikirkan nenek yang ia bunuh dan Kang Si Wol yang dipenjara. Dan aku malah menyuruhnya kembali belajar.”

“Itu sudah berlalu. Bagaimana dengan Joon Hwi? Kuatkan dirimu. Sudah lewat sidang. Tapi Unnie tidak bisa diam saja. segera bereskan.”

***

Joon Hwi mendatangi Pimpinan Hong.

“sopanlah padaku Pimpinan Hong. Aku datang bukan sebagai keponakanmu. Aku pemegang besar saham perusahaan ini.”

“Katakan apa yang ingin kamu katakan.”

“mundurlah. Tidak perlu ada rapat pemegang saham. Aku tidak akan memberikan bibi pilihan lain. Bibi sudah jahat. Sudah membuat adik jahat pada Oppanya.”

“Apa maksudmu? Sekretaris Moon.”

“Kini bini sudah tahu. Bibi akan dipecat.” Joon Hwi pun pergi.

***

Burem diusir. “Aku tidak bisa punya menantu sepertimu. Aku membiarkanmu tinggal karena kupikir kamu sekretaris mumpuni. Apa? Oppamu mantan tahanan? Kang Si Wol?”

“Pimpinan.,,,”

“Keluar dari sini…”

“Aku tidak ada hubungannya dengan Kang Si Wol. Aku sudah bilang padanya. Oppaku hanya Moon Tae Rang. Bisakah anda membiarkanku kali ini saja?”

“Kamu mau aku seret ke luar? Kemarin kamu membiarkan supirku berdamai dengan Kang Si Wol. Apa karena kalian bersaudara? Memang, darah lebih kental daripada air. Oppamu punya riwayat kejatan. Dan kamu merundung orang lain di sekolah. Ahjumma, taburi garam setelah dia pergi.”

Kemudian Pimpinan pergi meninggalkan Burem yang menangis.

Bersambung kakk… klik di sini kelanjutannya.