Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 94 Part 2

Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 94 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih kalian sudah mengikuti sejauh ini yaa… gimana kabar kalian setelah ada corona membeludak guys?

“Kamu terganggu olehnya?” tanya Tae Rang. Kalian tahu kenapa saya suka Tae Rang? Karena dia banyak melakukan hal yang nggak bisa saya lakukan. Tetap tegar jadi teman orang yang dia sukai.

“Tidak. Semua orang pasti terganggu olehnya.”

“Aku yakin hanya kamu yang memikirkan wajahnya yang tersembunyi. Supmu mulai dingin. Ayo makan saja.”

***

Saat Jin U akan menemui Seol Ah. Ia malah melihat kebersamaan Seol Ah dan Tae Rang.

***

Jin U pulang dan membuat gaduh.

Ia pulang dan mengupas bawang putih. Ibunya terus mengomel.

Jin U aslinya nangis guys. Hahhaha. Emaknya pikir anaknya sudah gila. Yaaa Allah… kadang dunia kejam emang, ngupas bawang kan bukan hal besar.

***

“Katakan yang ingin ibu katakan.” Ucap Joon Hwi pada Ibunya.

“Ibu akan menemui Si Wol. Ibu akan mengatakan hal yang sebenarnya. Tentang siapa ibu dan perbuatan apa yang telah ibu lakukan.”

“Omma…”

“Kamu benar soal ini. waktu bagi Si Wol sama pentingnya dengan waktuku.”

“Ibu membuat keputusan yang tepat. Omma tidak sendirian. Tenang saja.”

“Ibu tidak mau melakukannya jika kamu ada di sini. Kamu harus pergi ke London Joon Hwi.”

“apa maksdunya ini?”

“aku tidak mau kamu dikiritik atas tindakanku dan Joon Kyum. Kamu harus pergi. Kembalilah ke London. Lalu ibu akan melakukan apa yang kamu inginkan.”

***

Baek Rim main ke rumah Cheong Ah.

Baek Rim bercerita tentang keadaan perusahaan yang makin oke setelah ditinggalkan Pimpinan Hong, “Wakil Pimpinan Do mencoba mendengarkan kesulitan kami, saat makan siang di kantor. Dia bahkan berjanji memberikan bonus akhir tahun. Berdasarkan performa individu. Bahkan departemen pemasaran olahraga bekerja keras.”

Seol Ah ada di tangga dan mendengarkan semuanya. Ia ingat Jin U yang minta kencan satu kali lagi.

*naga-naganya nanti sama Jin U nih.

****

Cheong Ah sedang membersihkan mobil patroli. Seorang gadis remaja yang ragu-ragu datang padanya kemudian pergi lagi. Cheong Ah melihat sepatunya yang beda-beda. Ia langsung mendekati gadis itu.

“Kenapa kamu mengikutiku?” Ucap sang gadis.

“Entahlah. Apa karena kamu cantik? Kamu datang ke divisi patroli, bukan? Aku tahu saat seseorang datang untuk menemuiku. Kamu mungkin tidak tahu, tapi kamu membutuhkanku sekarang.”

“aku hanya lewat.”

Cheong Ah melihat ada luka di belakang leher gadis itu. Ia kangsung memberikan syalnya.

“Bisakah kakak meminjamkan uang? 100 dolar. Aku sangat membutuhkannya.”

“Tidak bisakah kita membicarakannya sambil makan? Aku lapar. Ayo…”

****

Cheong Ah dan gadis itu ke resto Sundae.

“Kamu pasti ingin cepat besar. Sedangkan waktu terasa begitu lambat.”

Gadis itu mengangguk sambil makan sundaenya.

“Apa 100 dokar cukup?”

“Ya.”

“Aku tidak akan tanya lagi. Sampai kamu bicara sendiri. siapa namaku?”

“Kim Cheong Ah.”

Cheong Ah memberikan kontaknya. Ia minta dihubungi lain kesempatan. Ini kayaknya korban perundungan. Makanya Cheong Ah bisa sadar.

***

Nama gadis itu Song Yi. Dia memberikan tanda kartu pelajarnya saat diberikan uang 100 dolar.

***

Cheong Ah mengikuti Song Yi. Ia merekam kejahatan anak-anak yang merundung Song Yi. Song Yi pinjam uang itu untuk diberikan pada teman-temannya.

Ada suara sirine dan mereka pun bubar.

****

Joon Hwi menemui Cheong Ah yang ada di depan gedung patroli.

“Ada yang ingin aku katakan.” Ucap Joon Hwi.

Mereka pun ke kedai.

“Maukah kamu ke London denganku? Jika kamu tidak suka London. Paris juga tidak masalah.”

“Apa maksudmu? Kamu mau berpergian? Aku akan bekerja pekan depan.”

“Tidak. Ayo tinggal bersama di LN. Ayo, Cheong Ah.”

“Kamu ingin tinggal? Bukan berwisata?”

“Ya.”

*tarik napas.

*bersambung…. klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!