Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 96 Part 1

Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 96 Part 1 – Alhamdulillah yaaa. mau selesai sinopsisnya. Terus kayaknya ini sinopsis terakhir dengan drakor episode panjang. Saya kurang minat bikin sinopsis yang panjang-panjang lagi. Hahahaha. Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Ibu Hakim pergi ke rumah abu nenek Park. Ia meminta maaf sebab tidak datang lebih cepat. Tak lama, ada Cheong Ah yang datang juga.

Mereka pun mengobrol.

“Apakah Joon Hwi memangis?”

“Ya. dia menangis cukup lama.”

“Cheong Ah, maafkan aku. Kamu juga korban yang bertahan hidup. Aku terlalu kejam. Maafkan aku. Aku menyuruh Joon Hwi pergi ke London. Kamu mau pergi dengannya? Dia tidak mau pergi sendirian. Selama ini aku sudah membuatnya sendirian, aku tidak mau lagi. Bisakah kamu menjaga putraku?” yaaaaa ampun. Episode 96 dia baru minta maaf ke Cheong Ah guys.

***

Episode selanjutnya adalah Joon Hwi yang lagi mencari cincin.

****

Cheong Ah akhirnya bilang ke ahjumma. “Omma, Joon Hwi memintaku pergi ke London bersamanya. Omma…”

“Apa agar kamu jauh dari ibunya?”

“Tidak, bukan begitu. Ia juga memintaku pergi. Tidak boleh ya?”

“Koo Joon Hwi dia lulusan London. Dia bisa bekerja sama. Kamu juga bekerja lama untuk mendapatkan pekerjaan sekarang. Kamu akan tidak bekerja sepanjang hidupmu?”

“Ibu melarangnya?”

“Tidak. Mungkin baik kamu ke LN. Tapi, kamu harus mempersiapkan. Bagaimana kalau kamu kesulitan? Kamu harus memikirkannya dengan baik. Cheong Ah, apapun keputusanmu, aku akan mendukungmu.”

Kemudian ahjumma menangis.

***

Jin U menemui Tae Rang. “Apa hubunganmu dengannya? Jangan berbohong bahwa kalian berdua berteman.”

“Kami bukan orang asing. Kami pria dan wanita. Pembaca berita dan koki. Minggir, aku mau lewat. Mau pulang.”

****

Jin U malah minum dengan Tae Rang. “Kamu pikir aku yang jahat? Kamu jauh lebih buruk. Akui saja. berandal.”

“Kalau begitu bagaimana kalai kita bilang pemenangnya adalah yang lebih buruk?”

“Apa? kamu sepertcaya diri itu?”

“Kamu nggak PD?”

“Kamu sangat kejam. Kamu menunjukkan senyum pada Seol Ah dan mencengkeram padaku.” Ucap Jin U. “Kamu seperti serigala berbulu domba.”

“Astagaa… siapa yang bicara? Seol Ah bahkan merasa kasihan pada orang yang wajahnya membungkuk.”

“Apa maksudmu?”

Mereka pun minum-minum soju. Kayak temen aja.

***

Tae Rang memberikan foto pada Seol Ah. Ada punggung Jin U kelihat. Dan Seol Ah langsung mengenalinya.

***

“Itu karena ibuku. Kamu tahu itu? Tidak.” Ucap Jin U saat mabuk. “Dia bilang, aku tidak boleh meninggalkan keluargaku. Seol Ah bilang begitu. Omma denganku, saat aku diterlantarkan ayahku. Aku berjanji pada diriku saat berusia 9 tahun. Bahwa aku tidak akan meninggalkan ibuku apapun yang terjadi. Bahwa aku akan mencintainya mewakili ayahku.”

“Benar. Kamu tidak bisa meninggalkan keluargamu. Seol Ah mengerti perasaanmu.”

Dan Jin U mabuk.

“Seol Ah selalu mengonel tentangmu. Dia memikirkanmu seolah itu kegiatan sehari-harinya. Aku baru tahu itu sekarang.” Aku bakalan nangis buat Tae Rang. “Kamu tidak tahu itu Bedebah, dan kini kamu tertidur.

***

Seol Ah datang. Awalnya dia datang dan mengomentari pot di kedai.

“Kamu mau melihat tunas atau melihat dia?” tanya Tae Rang.

“Aku bahkan tidak perlu bertanya sebanyak apa dia minum. Kamu seharusnya mengusirnya.”

“Bawa dia pergi. Aku mau pergi. Kamu mau melihat dia dan bukan tunasnya bukan? Dia terus membicarakanmu. Seperti kamu.”

Tae Rang pun pergi.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!