Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 98 Part 1

Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 98 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.. untuk kalian yang sudah mengikuti sejauh ini. terima kasih dan selamat membaca.

Jin U menelepon Seol Ah usai mabuk dan dibawa pulang, “Aku sampai tidak mandi karena kamu yang mengantarkanku pulang. Ada aromamu.” Ucap Jin U di telepon.

“Kalau begitu, mandilah dan kendalikan dirimu”

“Saat masih kecil, aku belajar perbuatan baik harus dibalas. Malam begitu dingin. Kamu menyelamatkan hidupku. Tapi kamu malah ke tempat Moon Tae Rang dan menjemputku. Kita harus makan bersama.”

***

“Kenapa Si Wol melampiaskannya padamu dan bukannya aku,” Ucap Hakim Hong dirumah dengan Joon Hwi. “Inilah yang ibu khawatirkan.”

“Dia berbelok saat mau mengenaiku.”

“Cheong Ah sudah memberi jawaban akan pergi? Aku akan membuat konferensi pers.”

“Kurasa dia akan segera memberiku jawaban. Aku akan memberi tahu ibu saat dia melakukannya.”

“Apa yang akan kamu lakukan jika Cheong Ah tidak ikut kamu ke London?”

“Aku tidak memikirkannya. Tidak sepertiku, kehidupan Cheong Ah ada di sini, kita lihat saja.”

***

Ayah Kim masih bekerja paruh waktu dan pekerjaannya makin baik.

“Omong-omong pak kim, kamu tertarik mengambil alih tempat ini?” Tanya Sajangnim.

“Apa?”

“Kamu bilang ingin membuka waralaba saat pertama kali datang. Tampaknya menantumu juga pria yang luar biasa. Kamu punya kemampuan. Bagaimana jika kamu mengambil alih sebelum kuserahkan pada yang lain?”

***

Ayah Kim pun menelepon Jin U. Ia langsung minta bertemu dengan tema minta konseling soal bisnis.

Mereka ketemu di kedai tempat Ayah Kim bekerja. Pokoknya Jin U benar-benar menjelaskan masalah bisnis yang bagus itu kayak gimana.

Tak lama, Seol Ah juga datang ke kedai.

***

Pimpinan Hong sendiri mulai bingung karena diancam oleh Moon Hae Rang yang katanya butuh permintaan maaf atau akan membuat hidup Jin U makin memburuk.

Ia membayangkan minta maaf pada Hae Rang dan kesal sendiri.

***

Seol Ah bicara dengan Jin U.

“Ini bukan siasatku, jadi jangan salah paham.” Ucap Jin U. “Bukankah begitu Appanim?” Ayah pun tersenyum.

“Kalian berdua sama saja.”

“Seol Ah, aku akan pergi seperti Joon Hwi.”

“Baik. Pergilah.”

“Kamu bahkan tidak bertanya ke mana aku pergi.”

“Palingan ke london atau paris.”

“Bukan. Sebuah tempat kecil di Karibia. Aku akan mendirikan cabang intermarket di sana dan memulai bisnis baru.”

“Tapi kenapa kamu pergi ke negara yang tidak dikenal itu?”

“Karena aku ingin menyingkirkan labelku. Aku akan menyerahkan perusahaan ke spesialis managemen. Aku akan memulai yang baru. Lalu aku akan mencoba menjadi pimpinan. Aku terlahir sangat beruntung, aku menjalani hidup dengan mudah. Dan tetap dis ini membuatku terus memikirkanmu. Makanlah.”

***

Mereka pun keluar kedai.

“Bagaimana kalau kita berjabat tangan? Aah lupakan saja. biarkan aku memelukmu untuk kali terakhir.”

Jin U langsung memeluk Seol Ah. “Berbagialah, Yeobo.”

Kemudian pelukan itu dilepaskan. “Aku pergi.”

Jin U berjalan sambil berkata. “Panggil aku… tolong panggil aku.”

“Jin U sshi… bagaimana kalau kamu tidak pergi?”

“Bisa ucapkan lagi?”

“Tidak bisakah kamu tetap di sini?”

“Tentu saja aku bisa.”

“Kalau bisa kamu jangan pergi.”

“Kamu yakin? Membiarkan aku tetap di sisimu?”

Seol Ah mengangguk. Mereka pun pelukan.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!