Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 98 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti sejauh ini. btw, maaf yaaa, ini agak susah buat upload post karena beberapa masalah teknis yang ngeselin. Tapi tenang saja. bakalan dibuat ASAP.

Di rumah sakit. Kang Si Wol sedang bermain monopoli dengan Moon Parang. Kemudian Hakim Hong datang.

“Siapa dia?” tanya Parang.

“Dia orang yang sangat peduli terhadap hidupku. Bisakah memberikan kami waktu sebentar?”

“Ya.” Parang pun pergi.

***

Monopoli itu langsung dilempar Si Wol. “Untuk apa kemari? Apa? anda kemari untuk melihat apa aku sudah mati? Sayang sekali. Aku masih hidup.”

Tbtb Hakim Hong berlutut.

Si Wol yang ganteng malah tertawa.

“Aku ingin mencekik anda atau semacamnya. Tapi aku menahan diri agar dunia tidak bilang aku pembunuh. Jadi, pergilah. Tidak mungkin aku bisa memaafkan anda. Anda sungguh hina berlutut di hadapanku.”

“Terima kasih. Karena tidak melukai Joon Hwi. Maafkan aku, telah melukaimu lagi. Aku akan membiarkan dunia tahu kejahatanky. Aku janji tidak akan menipumu lagi.”

***

Gilaaa gilaaa… kembali ke Cheong Ah yang makai cincin banyak banget. Saya juga mau sumpah… bikin sendiri apa yaa? pesen gitu?

Joon Hwi memberikan cincin yang kemarin nggak sempet dikasih. “Aku akan mulai kembali melamarmu.”

“Aku tidak ingin mengambil cincin itu.” Ucap Cheong Ah. “Kurasa aku tidak bisa pergi ke London. Aku tidak bisa melepaskan pekerjaanku sebagai polisi.”

“Kamu mencampakkanku?”

“Ya. ada gadis yang mirip denganku 10 tahun lalu. Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian.” Sudah kudugaa sihh. “Joon Hwi, kamu lebih tua darinya. Dan kamu baik-baik saja jika sendirian. Aku juga tahu kamu bisa memahamiku lebih dari siapapun. Maafkan aku.”

“Aku mengerti maksudmu. Aku lebih memahamimu lebih dari siapapun. Aku juga bisa sendiri. baiklah, kita bisa pisah. Aku bisa menyimpan cincin ini sendiri.”

***

Keluarga Kim makan bersama lagi.

Ayah memberikan pengumuman. Bukan Cuma pengumuman. Ayah juga memberikan proposal. Ia berkata sudah konsultasi untuk membeli kedai.

Kali ini. semua anak mendukung Ayah Kim. dan meminta izin dari Ahjumma. Kali ini, ahjumma memberikan persetujuan.

Happy ending untuk ayah Kim.

****

Baek Rim dan Yeon Ah belanja perlengkapan olahraga. Btw, adegan kayak gini biasa aja yaaa.. nggak terlalu istimewa karena sebenarnya adegan ini semacam iklan yang terselubung.

****

Cheong Ah menjenguk Si Wol dengan membawa buah.

“Apa aku harus pergi lagi? Aku bahkan membawa buah hari ini. meskipun kamu menyuruhku pergi, aku tidak akan pergi. Kamu mau apel?”

Si Wol langsung marah dan menampik apelnya. “Apa aku lelucon bagimu?”

“Si Wol. Aku tahu perasaanmu.”

“Bagaimana mungkin kamu tahu? Kamu tidak tahu rasanya dikhianati orang yang paling kamu percayai? Kamu tidak tahu betapa aku memercayaimu. Kamu tidak tahu bagaimana aku menyukai… kamu tahu semuanya dari awal. Kamu membodohiku sampai akhir. Aku tidak tahu. Aku berterima kasih pada kekasihmu itu, dan merasa senang karena sudah merelakanmu!”

“Aku berkali-kali mencoba memberitahumu. Aku tidak bisa. Jika aku beri tahu, aku tidak bisa mengatakannya. Adiknya bunuh diri karena merasa bersalah atas kasus tabrak lari. aku juga minta maaf. Sama sepertimu, aku selalu mencemaskanmu, aku memikirkan anak yang dipukuli hanya karena mencuri roti kacang merah.”

Tbtb ada Hae Rang di pintu yang membawa makanan juga.

***

“Kudengar kalian akan ke LN. Benarkah?”

“Ya.”

“Apa Joon Hwi akan pergi?”

“Ya.”

“Bagaimana dengamu?”

“Aku tidak bisa pergi..”

“apa karena aku kalian berduaa….”

klik di sini kelanjutannya.