Sinopsis Beautiful Love Wonderful Life Episode 99 Part 1 – Naahhh kita bakalan selesai guys. Sooo…. di sini episode sebelumnya. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah mengikuti yaaa..

“Itu benar.” Jawab Cheong Ah.

“Kenapa kamu tidak memberitahuku?”

“Karena dia adikmu.” Jawab Cheong Ah.

“Siapa yang kamu sebut adiknya?” Ucap Hae Rang.

“Lalu kenapa kamu ada di sini? Kamu datang karena khawatir. Dia adalah Oppamu. Dan kamu adiknya.”

Si Wol langsung mengambil kresek yang dibawa Hae Rang. “Minta maaf dan berlututlah.” Ucap Si Wol.

“Kamu sudah gila!” Ucap Hae Rang anjay. “Tidak mungkin. Tidak akan.”

Hae Rang langsung dijatuhkan oleh Si Wol. “Apa yang kamu lakukan?”

“Minta maaf kepadanya!!!”

Hae Rang diam saja.

“Bagaimana lagi, sepertinya orang tidak akan berubah.” Ucap Si Wol pada Cheong Ah. “Permintaan maaf yang terpaksa lebih baik daripada tidak sama sekali. Tolong mengertilah. Setidaknya untukku.”

***

Pimpinan Hong sedang mengomel pada pembantunya karena tidak ada minuman di depannya. Njirrr… kurang kerjaan kayaknya setelah dipecat sama intermarket.

Pimpinan juga merengek pada Jin U. “Aku akan mati kalau begini.”

“Aku takut aku benar-benar akan membuat Ibu mati. Apa yang harus kulakukan?”

“Hentikan itu. Ada apa denganmu? Jadi, apa yang terjadi? Apa kamu menemukan wanita baik, punya anak, dan menjalani hidup bahagia seperti yang ibu mau?”

“Tidak. Kurasa aku harus menjadi biksu.” Wjwjwjjwjwj.

“Apa? biksu?”

“Jika aku pergi sendirian, ibu akan kesepian di sini. Omma harus ikut denganku.” Jin U dipukuli Emkaknya. “Orang sepertimu tidak akan pernah diterima di kuil apapun,”

“Aku akan membangun kuil yang indah dengan penuh perhatian. Bersiaplah, Omma menjadi biksu.”

“Omma belum selesai bicara.”

“Aku sudah.”

Wkwjwkwkkwkwkw.

***

Hae Rang lagi mengejar Cheong Ah. “Kamu mempermalukanku dan membuatku memberimu permintaan maaf kosong. Kamu senang sekarang?”

“Sudah cukup. Aku sudah menahan diri demi Oppamu.”

“Mengesankan sekali. Kamu bahkan memanfaatkan perasaan Kang Si Wol untuk memaksaku berlutut. Usia kita 18 tahun saat hal itu terjadi. Haruskah kamu menyiksaku seumur hidupku dengan itu?”

“Apa itu bahkan menyiksamu? Lalu apa? usia kita 18 tahun? Andai aku bisa mengurungmu.”

“Kamu merasa hebat setelah menjadi polisi? Kamu tidak bisa melindungi diri sendiri. apalagi melindungi orang lain.”

“Aku melihat usiamu masih 18 tahun. Jadi, dewasalah.”

Kemudian Cheong Ah mendapatkan telepon dari Song Yi. Ia ada di sekolahnya dan ingin bertemu.

Awalnya. Hae Rang sudah masuk taxi. Tbtb Cheong Ah menyerobot masuk dan mereka pergi bersama akhirnya.

***

Di atas geding. Song Yi sedang dirisak. “Aku sangat penasaran apakah kamu akan mati.” Anak-anak jahat itu merisak dengan merekam Song Yi.

Dan entah bagaimana. Hae Rang ikut Cheong Ah ke atap.

“Moon Hae Rang. Jaga pintunya.” Ucap Cheong Ah.

Cheong Ah mengeluarkan kartu tanda pengenal polisinya. *btw, di drakor, Cheong Ah ini nggak ada muka polwan sama sekali deh.

“Pergilah ke divisi patroli bersamaku.”

Anak-anak itu malah meremehkan. “Anda sungguh polisi? Anda tidak terlihat seperti polisi?” nohh kan, coba yang main Nona Kim yang di drakor Hyena. Wwkwkw.

“Ahjumma, kamu pikir kami akan menurutimu?”

“Kami punya bukti,”

“Ahjumma. Kami hanya anak umur 14 tahun. Kami akan bebas meski ditangkap.”

Cheong Ah pun menelepon. “Ini opsir Kim Cheong Ah. Kirim mobil patroli ke SMP Saetgang. Ada tiga pelaku dan satu korban, dan satu orang saksi. Baik… aku akan menunggu.”

“Cobalah kalian lari anak-anak. aku ingat kalian semua.”

Berlanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.