Sinopsis Crash Landing on You Episode 10 Part 4 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa…

Seri mengendari mobilnya sendiri. ia melihat layang-layang terbang kemudian melamun. Ia pun sampai di rumah orang tuanya.

Kakak ipar pertama menyambutnya. “Sulit dipercaya ini sungguh kamu. Saay aku berdoa untukmu tiap pagi, mungkin aku meminta sebuah keajaiban.”

Seri dipeluk. Sementara kakak ipar keduanya nampak sombong ada di depannya.

“Kamu ke mana saja? lihatlah kulitmu kasar. Kita harus merawatnya. Besok pergilah ke dokter kulit langgananku. Gantikan aku saja. sulit mendapatkan janji temu di sana.”

Seri melihat cincinnya dipakai kakak iparnya. Ia langsung melepasnya.

“Unnie, memasukki kamar pakaianku?”

“Tidak. Aku tidak mau. Tapi Ibu Mertua bersikeras.”

“Kenapa kalian bisa masuk?”

“Ibu Mertua yang membuka. Dia tahu sandinya.”

Sang Ibu pun datang.

***

Seri bicara berdua dengan Ibunya.

“Maafkan aku, Omma.”

“Apa maksudmu?”

“Ibu berharap aku kembali? Saat harga saham perusahaanku turun, banyak orang membeli harga sahamnya dengan harga murah. Diantara mereka Sang A (Kakak ipar kedua yang gagal jadi CEO) yang paling banyak membeli. Dan Ibu yang nomor dua…”

“Itu..”

“Aku mengembangkan perusahaanku sendiri. Itu bukan milik anak-anak ibu. Itu milikku. Ibu mau merebut perusahaanku dariku juga?”

“Seri ah..”

“Benar. Karena Ibu mengira aku sudah mati. Baiklah. Bisa dimaklumi. Tapi ibu pasti sennag. Ibu mengira aku sudah mati. Pasti senang. Sebab itu aku minta maaf karena masih hidup. Aku telah melukai hatimu.”

***

Keluarga Yoon makan tanpa ibu mereka.

“Ibu kemana?”

“Ibumu bilang dia sakit perut.” Ucap ayah.

“Sejak kapan ayah tahu Seri masih hidup?” tanya Oppa pertama.

“Untuk apa kamu tanya itu?”

“Pasti saat itu. Sekitar dua pekan lalu? Ayah melakukan perjalan bisnis sekitar empat hari. Dan ayah tidak pulang.”

“Itu tidak penting, jangan bahas.”

“Ya. Mungkin saat itu.” Ucap Seri. “Saat aku di rumah sakit.”

“Rumah sakit? Kenapa?” tanya kakak ipar pertama. “Kamu diopname selama ini setelah kecelakaan? Karena itulah kamu tidak bisa menghubungi kami?”

“Aku tidak ingat.” jawab seri.

“Kamu tidak ingat? apa? amnesia? Aku belum melihatnya secara sungguhan.”

“Kamu tidak ingat apapun?” tanya Oppa kedua. Dia yang tahu Seri di Korut dan membunuh Seri di sana.

“Aku ingat beberapa hal. “Ayah ingin kamu menggantikan ayah.” Yaa. aku ingat itu dengan jelas. Seolah-olah baru kemarin.”

“Appanim, karena Seri telah kembali. Bagaimana jika mengulang kembali keputusan ayah tentang penerus.” Ucap menantu pertama. Menantu kedua tidak suka mendengarnya.

“Menarik. Kalian berdua masih sama. Aku lapar. Tapi begitu pulang, aku tidak lapar lagi. Aku pamit.”

****

Seri menikmati kehidupannya di rumah. Anggur, kamar mandi dengan air hangat, san tempat tidur yang besar. Namun ia membandingkan saat di korut dan tentu saja. dia merindukan seseorang.

Sampai ada iklan pembersih wajah segala.

Seri memang kembali ke kehidupan mewahnya. Namun, ia kesulitan tidur hingga harus menelan pil tidur.

Kangeen kangennn.. kangennn…

***

Dari dalam jam tangan. Ada memory yang berisi dokumen peninggalan Ri Myu Hyeok. Ri Jeong Hyeok mengirimkannya secara fax pada ayahnya.

LANJUT KE BAGIAN 5 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!