Sinopsis Crash Landing on You Episode 10 Part 5 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa…

Koo ada di hotel. Ia akan diselidiki. Namun, tak sengaja saat ia mau dibawa, Koo bertemu dengan Seo Dan dan Paman Seo Dan.

“Alberto, aku baru mau menghubungimu. Paman, dia temanku dari LN, Alberto Koo.”

“Begitukah?”

Melihat bintang jabatan di bahu paman. Orang yang mau menyeliki Koo hormat dan tidak jadi menyelidiki Koo.

“Alberto adalah seorang diplomat, paman.”

“Ahh senang bertemu denganmu Alberto. Apa yang terjadi?”

“Kami menerima laporan ada perilaku mencurigakan. Kami mau memeriksa indentitasnya. Tapi tidak perlu karena kami sudah tahu dia teman keponakanmu.”

“Tentu saja. dia teman Dan dari LN. Dia bisa memastikannya.”

Kali ini. Koo selamat. Padahal dia sebelumnya ia akan diverifikasi apakah benar seorang diplomat.

***

“Kamu sungguh ingin menghubungiku? Kamu mengatakannya tadi.” Ucap Koo saat bicara dengan Dan.

“aku tidak bermaksud.”

“Tidak. Jangan lakukan itu. Karena kamu berutang banyak dan aku banyak membantumu, jangan bilang begitu.”

“aku berutang apa padamu?” tanya Seo Dan.

“aku ragu kamu bisa menyangkalnya. Kamu mau aku sepicik itu? Aku tidak bisa mengemudi karena minum malam itu. Rumahmu sejauh dua kilometer dari hotel. Aku harus menggendongmu karena kamu teler. Tapi kamu bilang, aku harus menginap.”

“Aku?”

“Ya. Menginaplah… kamu tidak ingat?”

“Walau aku minum alkohol. Orang tidak bisa tahu apakah aku mabuk. Bahkan saat aku mabuk, sifatku masih baik.”

“Mabuk tidak dianggap baik atau buruk. Tapi lihat titik tengahnya. Maksudku, kamu teler sepanjang halan dan berteriak kepadaku untuk menginap.”

“Lupakan. Kita impas. Bukankah aku sudah membantumu hari ini?” Tanya Seo Dan.

“Baik. Anggap impas. Omong-omong, kamu masih mau melanjutkannya? Pernikahanmu. Kudengar Ri Jeong Hyeok pergi ke zona demiliterasisasi. Bukankah berarti dia tidak bisa pergi?”

“Aku tidak bilang apapun padamu.”

“Kamu tidak ingat? kamu mabuk dan memberi tahu segalanya.”

“Aku tidak mengatakan apapun.”

“Tunggu. Harus kukatakan dari mana?” kemudian Seo Dan menyentuh wajah Koo.

“Apakah Jeong Hyeok bilang begitu?”

Koo mengangguk.

***

Kilas balik. Saat itu Koo mengantar Dan dan dapat telepon.  Telepon dari Jeong Hyeok.

“Aku akan mengantar Seri ke selatan besok.”

“Apa?”

“Katamu keluarga Seri di selatan mengetahui di mana Seri dan mereka menunggunya untuk pulang. Benarkah itu?”

“Kamu percaya padaku?”

“Hnaya kamu yang kupercaya saat ini.”

“Bagaimana kalau mereka tidak menginginkan Seri untuk pulang? Tidak jadi dipulangkan?”

“Tidak. Bukan begitu. Aku ingin tahu.”

“Tidak semua orang di keluarganya tahu. Tapi salah satu Oppanya tahu. Dia tidak senang Seri masih hidup. Sejujurnya, dia tidak ingin Seri pulang. Begitu Seri pulang. Dia akan dikalahkan oleh Seri. Bagaimana? Walau dia kembali, segalanya akan kacau baginya. Biarkan dia di sini.”

“Tidak masuk akal. Seri kan dari sana. Dia juga ingin kembali. Aku harus memulangkannya.”

“Astagaa… lalu? Sudah lakukan saja. kenapa meneleponku?”

“Aku butuh bantuanku.”

“Apa? untuk apa? tidak. Aku tidak mau dengar ini. akan kututup.”

“Kudengar kamu temannya.”

“Kami kenal sejak lama. Tapi tidak seakrab itu. Kukirim ucapan tahun baru, natal. Ulang tahun, tapi dia tidak pernah membalas. Pakai emotikon pun tidak. Bahkan lebih parahnya, dia mempermalukanku. Pertunangan dibatalkan empat pekan sebelum pernikahan. Karena itulah. Aku tidak mau membantu. Apa yang kamu inginkan dariku? Ah kamu sudah gila?”

Lanjut ke bagian 6 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!