Sinopsis Crash Landing on You Episode 11 Part 2

Sinopsis Crash Landing on You Episode 11 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. “Bukan hanya karena dirimu. Dia tidak akan berhenti menyerangmu. Dia akan memanfaatkanmu dan menindasku, ayahku, dan keluargaku. Aku kemari untuk menghentikannya. Bukan hanya melindungimu.”

“Jika hanya sebentar di sini. Kapan kamu harus kembali?”

“Begitu aku menangkapnya. Walau harus malam ini.”

“Langsung setelah itu?” kita nggak ena-ene gitu? Wkwkwkwk.

“Ya.”

“Baiklah. Jika aku adalah target utamanya. Kurasa melindungiku harus jadi misi utamamu. Untuk melakukan itu. Kita harus bersama. Di sisiku. Mari pergi.”

Seri memakaikan syal.

“Aku tidak kedinginan.” Ucap Ri.

“Bukan itu alasanku memakaikan ini. selatan tempat yang mengerikan. Banyak CCTV, kamera dasbor, dan ponsel. Juga kecepatan internet tercepat di dunia. Jika wajahmu terlihat, cukup 30 menit hingga tersebar ke seluruh dunia. Jadi, kamu harus menutupi wajahmu. Kamu jangan terlihat. Termasuk obrolan kita. BIN dan kepolisian pasti henboh jika mendengar kita. Itu sangat berbahaya. Tidak ada pilihan lain. Sayangnya, kita harus memastikan hanya aku yang bisa melihatmu.” Wkwkwkkw halahhhhhh cieee… marukkk banget Seri. Kalian-kalian mau nggak dibagi Guys. “Tidak ada yang boleh mendengar obrolan kita. Kita harus mencari ruang yang cukup dan kita di sana. Dan menetap di sana.” Wkwkwkwkkwkwk kodeee kodee kodee…. ninu ninu ninu… “Ayo kusembunyikan dirimu.”

Seri mulai lebay kayak biasa.

***

Ri ada di rumah Seri.

“Ini rumahku. Nyamankan dirimu.”

“Aku nyaman..”

“Kamu mau mandi dulu?” Ri diem aja. “Ada apa? kukira kamu lelah. Kenapa melihatku begitu?”

“Tidak. Kamu tidak perlu menyuruhku.” Wkwkkwkw mukanya malu-malu lugu gitu.

“Kamu lapar? Mau makan?”

***

Seri membuka kulkas. Isinya air semua.

“Kamu makan apa?” tanya Ri. “Kamu terus menyombongkan uangmu. Kenapa tidak punya makanan di rumah?”

“Bukankah sudah kuceritakan? Nama panggilanku putri pemilih.” Padahal makan segalanya di korut.

“Kamu tidak pemilih.”

“Apapun yang kumakan, aku makan hanya 3 suap.”

“Sejak pertama bertemu denganmu, kamu tidak pernah makan kurang dari 3 suap.”

“Saat itu situasi genting. Kupikir aku tidak bisa makan lagi. Jadi, aku makan banyak untuk bertahan hidup. Kita bisa pesan makanan. Kamu mau makan apa? pizza? Makanan cina? Ayam goreng?”

***

Yang lagi nontonin orang makan ayam goreng malah para konco-konco.

“Kenapa banyak sekali restoran ayam goreng di selatan?” ucap Pyo.

“Banyak orang makan.” Ucap Maknae.

“Aku juga ingin makan.” Ucap pecinta drakor.

“Siapa peduli? Aku tidak bisa mengeluarkan dompetku.” Ucap Pyo.

Man Bok berteriak. “Yak!!! Kalian sedang apa?”

“Kamerad!!!” Pyo keceplosan.

Man Bok langsung lari. “Kamerad? Kalian melupakan latihan kita? Orang-orang bisa dengar.”

“Aku akan bicara seperti orang lokal. Hyung. Hyung Man Bok. Menurutku… kita harus memusnahkan ayam goreng, kita harus memakannya!!!”

“Tapi dana kita terbatas. Pasti menyenangkan jika bisa segera menemukan Ri Jeong Hyeok.” Ucap Man Bok. “Tapi jika tidak. Kita butuh uang untuk tinggal di sini. Bukankah kita harus berhemat?”

Mereka hanya memandang mupeng di depan kedai.

***

Ri dan Seri dapat layanan antar ayam goreng.

“Makanlah.” Ucap Seri.

Ayam diberikan pada Seri. “Ada apa?”

“Kudengar, ini adat di sini. Saat tuan rumah menawarkan makanan,  kamu harus menawarkan tuan rumah di suapan pertama.” Wkwkwk jadi inget pas makan mie di korut ya? “Kudengar itu etiketnya. Bagaimana kabar keluargamu?”

“Mereka baik. Kamu mencemaskan itu ya? Sejujurnya, aku juga cemas saat di sana, tapi kamu benar Ri.”

“Aku benar?”

“Ya. Mereka mencemaskanku. Kamu benar. Walaupun saling membenci. Merekalah keluargaku. Kami selalu bertengkar karena saling membenci. Tapi saat aku kembali. Mareka sangat senang. Semua baik-baik saja.”

“Syukurlah.”

Lanjut ke bagian 3 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *