Sinopsis Crash Landing on You Episode 11 Part 7 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaaaa…

“Mari makan bersama. Kita akan rapat sampai tengah malam.” Ucap Hong.

“Aku akan makan dengan Pimpinan Yoon…”

“Ah kamu belum tahu.”

Pegawai satunya menerangkan. “Pimpinan tidak penah makan dengan orang lain. Tampaknya dia belum tahu aturannya. Aahhh gawat.”

“Daeopyonim, selalu makan sendiri. dia tidak suka ditemani, atau siapapin mengajak bicara.”

“Dia juga tidak suka warna baju yang kamu pakai.”

“Ahh yaaa.. dia membencinya.”

“Dia menyukainya.” Ucap Ri.

“Dia tidak suka. Kamu tidak tahu apapun soal Daepyonim.”

“Kurasa aku tahu segalanya tentang dia.” Ucap Ri.

“Dia sangat sensitif dengan kucing. Dia hanya makan telur yang direbus 8 menur 27 detik. Saat direbus lebih dari itu. Rasanya kering. Dia langsung bisa merasakannya.” Ucap Hong.

Padahal Ri ingat Seri makan telur dengan lahap saat di kereta.

“Kamu harus tahu seleranya agar kamu bisa bertahan lebih lama. Ini saran seniormu. Dengar baik-baik.”

***

Seri dan Ri pulang. Mereka di dalam mobil.

“Apakah aku belum tahu banyak tentang seleramu.” Ucap Ri.

“Apa maksudmu?”

“Pegawaimu tampaknya tahu banyak. Mereka bahkan tahu telur rebus kesukaanmu.”

“Itu tidak penting.”

“Tidak ada yang lebih tahu seleraku selain dirimu.”

“Seleramu seperti apa?” tanya Ri Jeong Hyeok.

“Seperti Ri Jeong Hyeok sshi…” wkwkwk digombalin lagi. “Sudah keberi tahu saat pertama kita bertemu. Wajahmu memang seleraku. Kenapa kamu pura-pura tidak tahu?”

***

Di Pyongyang hujan. Koo malah diantarkan Dan ke suatu tempat.

“Wah…. inikah apartemenmu setelah kamu menikah nanti?”

“Aku tidak tahu pria pertama yang akan memasukinya adalah dirimu.” Ucap Dan.

“Benar. Aku juga tidak menduganya.”

“Kamu tidak punya tempat tujuan, jadi, kamu boleh menginap untuk sementara. Jangan terlalu lama.”

“Tidak akan. Sudah kubilang. Seharusnya aku ikut penerbangan hari ini. tapi karena ada sesuatu. Aku harus tinggal selama beberapa hari.”

“Jangan tinggalkan jejak di sini. Kamu hanya bisa bernapas.”

Dan akan pergi. Namun Koo membuka kopernya. Isinya mie. Wwmwmw. Ia menawarkan Dan makan.

***

“Ini pertama kalinya aku makan mi dengan wanita.”

“Jangan berharap terlalu banyak.”

“Tentu saja tidak. Mie instan punya implikasi sosial. Mengajak makan mie? Tidak semua orang mengatakannya di selatan. Jika ada orang mengatakannya, kamu harus menjawab tidak dengan wajah datar.”

“Kenapa harus menolak?” Ucap Dan. “Aku suka.”

“Apa yang kamu suka? Mie? Prianya? Atau aku?” wkwkwkkwkw Koo mulai ngarep.

***

Semalaman Koo bengong memikirkan Dan. Ia bahkan tidak bisa tidur. sekiranya kenapa Dan tersenyum saat dia ditanya suka dengan apa? mie? Pria? Atau dirinya?

Hingga pagi datang. Koo terus menunggu telepon dari Dan.

Hingga Dan menelepon. Koo lari ke arah ponsel.

“Kenapa kamu menghubungiku?” tanya Dan.

“Aku? Menghubungimu? Aku tidak tahu. Pasti ada kesalahan. Kamu menghubungiku segera setelah kamu bangun?”

“Lupakanlah.”

“Tunggu!!!!!!!! Bolehkah aku ke rumahmu? Tapi aku tidak punya mobil. Maukah kamu ke sini?”

Dan pun menutup teleponnya.

Koo menggila dan dikiranya susah signal.

***

Ibunya Seo Dan marah pada Paman Seo Dan. Rupanya ada gossip bahwa Dan pergi bersama pria lain.

“Pria yang pernah kulihat?” tanya Paman.”

Lanjut ke bagian 8 yaaa.. klik di sini.