Sinopsis Crash Landing on You Episode 14 Part 3

Sinopsis Crash Landing on You Episode 14 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa… episode kali ini 1 jam 30 menit 39 detik guys. Lambretaa…

Seri menelepon Hyeok. “Apa? katanya kamu pengawalku. Bagaimana bisa kamu pergi tanpa izinku? Kembalilah sekarang. Aku merindukanmu.”

Hyeok lari menuju ruangan Seri dirawat.

***

Hyeok menangis saat melihat Seri.

“Kamu langsung memasuki tempat berbahaya. Kamu tidak takut? Bagaimana jika kamu mati sungguhan? Lalu aku harus hidup seperti apa?”

“Jangan konyol. Kamu juga sama saja. kamu juga hampir mati karenaku. Sama saja.” eehh iya bener. Waktu di korut gitu. Seri kagak bisa pulang naik pesawat.

Keduanya sama-sama menangis.

Lamaaa…adegan tanpa dialog. “Sarange.” Ucap Hyeok. “Aku sungguh takut tidak bisa mengatakannya padamu.”

“Aku juga takut.” Njirrrr… wajahnya glowing paaaaaaraaaah…

***

Semua pasukan akan masuk. Tapi ditutup lagi. Sebab yaahhh begindang…

Saat Kim Ju Mok pecinta drakor dan Pyo akan memeluk. Langsung dihalau Ri Jeong Hyeok.

*kilas balik.

Semuanya tahu apa yang terjadi pada Yoon Seri sebab Kim menyamar menjadi tukang bersih-bersih dan Man Bok melakukan penyadapan.

Hari demi hari, sebelum Seri sadar. Mereka mendengarkan percakapan di rumah sakit dengan menggunakan penyadap.

Mereka bahkan tahu rumah sakit mikik ayahnya Seri. Tentang percakapan para Oppa juga. Hingga mereka tahu Seri siuman lebih dahulu, dari penyadap.

***

“Kalian mendengar saat aku tidak sadarkan diri?”

Man Bok memberikan rekaman. “Kamu harus mendengarkan ini. pastikan kamu mendengarnya.”

***

Alberto Koo sangat memikirkan Dan yang tempo hari menangis. Ia meminta bertemu di tempat yang sama. Seo Dan langsung dandan dong. Hahaha.

“Kamu jangan konyol di Pyongyang. Orang-orang dari badan keamanan mencarimu.”

“Aku memang takut akan itu, tapi… aku lebih mencemaskanmu, Seo Dan. Kamu menangis saat Ri pergi menemui Seri. Kamu seharusnya bisa memukuliku.”

Wkwkwkkw dan dipukul beneran.

“Nggak usah bersikap manis.”

Koo malah senang dipukuli.

Langsung dipepet donggg.

“Seo Dan kamu cantik. Kamu cantik saat rambutmu diikat dan tidak. Bahkan saat terburu-buru pergi tanpa berdandan. Kamu seperti bidadari. Kamu juga karismatik dan menyemangatiku.”

“Lalu?”

“Kamu pemalu, pembenci… sejujurnya, kamu bahkan tampak manis. Kamu membuatku penasaran pria yang kamu pedulikan seperti apa. aku bahkan merasa cemburu. Dan kamu membuatku ingin menjadi pria yang lebih baik. Kamu sungguh luar biasa, sampai membuatku merasa begitu. Kamu wanita hebat. Saat kamu menangis, pikiranku jadi kosong. Kamu membuatku gila. Mau kulanjutakn”

“Jangan!”

Dan mengkisseu Alberto. Sebentar.

Dan Koo mau lagi dong. Kwkwkwkkw.

***

Seri mendengarkan rekaman. Ada suara Ibunya.

“Seri Ah… saat kamu hilang, Omma berdoa. Begitu kamu pulang, awalnya ibu ingin mengatakan apa yang ibu rasakan. Tapi Omma membuang kesempatan lagi. Karena itukah ibu dihukum saat ini? sejak aku bertemu denganmu, usiamu kurang dari sebulan. Omma tidak pernah menerima rasa sayangmu pada Omma. Dan, pada hari itu….”

Saat Seri dibawa ibunya melihat Matahari.

“Kamu begitu semangat saat pergi bersama Ibu untuk kali pertama. Tapi, aku meninggalkanmu. Hingga kamu pingsan, setelah menunggu lama. Ibu tidak datang. Pada saat itu, oomma tidak ingin hidup lagi. Omma ke sana lagi. Tapi kamu tidak di sana. Mianhae….”

Ibu Seri menangis tersedu.

“Penyebab ibu mengalami kesusahan. Bukan karenamu. Itu salah Omma. Rasanya aku ingin menghukum diriku.”

***

Dulu, Ibu Seri memeluk ibunya. “Omma… jangan menangis aku akan melindungimu.”

Lanjut ke bagian 4 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *