Sinopsis Crash Landing on You Episode 16 Part 2 (Final) – Btw, drama kali ini panjangnya hampir 2 jam. Lebih tepatnya 1 jam 51 menit. Kan anjay banget guys. Wkwkkwkw. Ini nih jam tayangnya jadi semena-mena gitu. Kebanyang aja kan? Jadi, saya bakalan rangkum di beberapa bagian. Episode sebelumnya di sini. Lengkap daftarnya ada di sini.

Omma menceritakan Hyeok yang berdiri lama sekali dibanding yang lain untuk menunggui Seri hingga sadar. Saat Seri mulai sadar, Hyeok pun pergi. Omma menasehati untuk memberikan salam lagi untuk yang terakhir.

****

Para prajurit diantar di dalam bus. Mereka bersyukur Seri sudah baikan.

Seri sendiri naik mobil yang disupiri Ibunya.

***

Ternyata diantar lewat jalur darat. Di jalan raya. Ada semacam garis perbatasan.

“Kita akan di utara setelah melewati garis itu?” ucap Eun Dong.

“Ya.

“Ya. Kalian turun dulu.”  Ucap Pak BIN.”

***

Enam prajurit pun turun. Mereka bersama dengan BIN.

Tak lama, orang dari utara datang menjemput.

Beda benget bajunya guys.

Terjadilah semacam pertukaran warga.

Waktu kurang dari lima menit dari kesepakatan. Pak Bin menunggu Seri yang nggak datang juga. Hyeok dan yang lainnya sudah sampai perbatasan. Sudah melewati garis dengan yang lain.

Seri yang datang langsung lari tanpa pikir panjang. Hyeok bilang jangan lari.

Akhirnya, Hyeok melewati garis lagi dan masuk selatan lagi untuk memeluk Seri.

Akhirnya. Bin dan pasukan utara langsung menodongkan senjata satu sama lain.

Wew…

“Kamu masih belum pulih. Bagaimana kalau pingsan lagi?” tanya Hyeok. “Tidak bisakah kamu menjaga dirimu?”

“Kenapa mereka memborgolmu? Kamu ditangkap?” *maksudnya pas prajurit ini sampai di utara. Mereka malah diborgol guys. “Tidak bisa. Aku tidak bisa. Tak bisa kubiarkan. Jangan pergi. Tak bisakah kamu tetap di sini?”

“Jangan khawatir. Kamu tidak kenal aku? Tidak akan ada yang terjadi.”

“Tapi, kenapa mereka membawamu begitu? Bagaimana kalau terjadi sesuatu. Ini semua karena aku. Ini semua salahku.”

“Tidak akan terjadi apa-apa. walaupun terjadi, ini bukan salahmu. Aku tidak punya penyesalan. Semua tentangmu adalah anugrah.”

“Aku juga. Terima kasih Ri Jeong Hyeok Sshi.”

“Aku melukaimu saat itu. Aku juga sakit.”

“Aku tak keberatan. Jangan khawatir. Tapi, tidak bisakah kita bertemu lagi? Bagaimana ini? bagaimana kalau aku merindukanmu lagi?”

“Tunggu saja dan terus berdoa. Kamu bisa.” Ucap Hyeok. “Aku mencintaimu.”

“Sarange.”

Hyeok akhirnya ditarik lagi dan masuk utara lagi.

Ost panjang. Tangis.

Semuanya pun mengatakan perpisahan. *waahhh tisu mana tisu…..

“Jaga diri kalian. Jangan sampai terluka.” Ucap Seri dalam tangisnya.

***

Ayah Ri pun bersiap untuk menjemput anaknya, dengan ancaman dari sang istri untuk menjemput anaknya dengan selamat.

Di jalanan berbatu. Para prajurit diturunkan. Mereka ditemukan dengan pejabat militer.

“Kenapa kami diturunkan di sini? Bukannya di Pyongyang?” tanya Hyeok.

“Kalian akan diesksekusi setelah pengadilan militer. Bukankah lebih baik menghilang di sini sebelum menyebabkan masalah bagi keluarga kalian?”

“Walau kami mati. Kami ingin disidang.” Ucap Hyeok. “Dan kamerad di belakangku hanya terlambat setelah pesta olahraga militer dunia. Mereka tidak sepertiku.” Ucap Hyeok. “Akulah yang melanggar.”

“Tidak masalah. Kami membawa mereka bersamamu agar kamu tidak kesepian.”

Para prajurit akan dibawa.

Namun, prajurit lain datang. Ayahnya Ri. “Sudah kubilang. Kamu tidak bisa mengeksekusi tanpa investigasi dan sidang.” Ucap ayahnya Ri. “Itu bisa menyebabkan korban tidak bersalah. Tapi, kamu mau membunuh putraku. Kamu pasti bersalah.”

Kemudian yang dilakukan Ayah adalah menembak pejabat militer tadi.

Berlannjut ke bagian 3 ya guys. klik di sini.