Sinopsis Crash Landing on You Episode 2 Part 5 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti sinopsis di sini yaa.

Kemudian rekan yang tadinya bertemu dengan Pak Hong juga ada di gereja yang sama dengan istri Oppa pertama.

“Tuhan. Tolong kembalikan dia dengan selamat. Jaga dia agar tidak terluka. Dan tentunya, agar dia tetap hidup. Izinkan dia pulang.”

****

Nampak di perkampungan yang damai. Orang-prang melakukan kegiatan hariannya. Banyak buah kesemek yang dikeringkan dan anak-anak bermain dengan senang.

Di pinggir laut. Para ahjumma menggarami sayuran dengan air laut. Mereka akan membuat kimchi. Beberapa ahjumma juga senang karena Ri Jung Hyuk akan pulang hari ini.

***

Sementara itu, Seri malah kagum dengan bagaimana Kimchi dan pasta yang disimpan. Ri Jung Hyuk memanggang daging. Salah satu tentara sangat senang melihat Ri membakar dengan briket karena di lingkungannya ia membakar dengan kayu.

Seri agak gimana gitu lihatnya. Kalau briket dianggap modern. Teko listrik di korea selatan mungkin dikira maju banget.

***

Usai membakar. Seri makan bersama yang lainnya.

“Setelah makan kami harus kembali ke pos. Kamu harus tahu diri soal itu.” Ucap Ri.

“Aku akan sendirian di sini?” tanya Seri.

“Maksudmu kamu mau di sini bersama dengan kapten Ri?” tanya si kucing. Wkwkkw.

“Bukan itu maksudku. Bagaimana kalau ada keadaan darurat? Kalian pun tidak punya ponsel.”

“Ponsel? Tentu saja ada.” ucap Kucing licik.

“Emmm begitu? Semuanya punya?”

“Kami tidak punya. Tapi komandan kompi kami punya. Dan banyak orang di negara ini punya ponsel juga.”

“Tidak apa selama Kapten Ri punya. Aku akan menghubunginya.”

“Dilarang pakai ponsel saat bertugas.” Ucap Ri.

“Bagaimana kalau ada keperluan mendesak?”

***

“Jika kamu menekan lima, kamu akan terhubung ke kantor markasku.” Ri menunjukkan pesawat telepon.

“Ohhh seperti dihotel.” Seri mengambil gagangnya.

“Ini bukan hotel/”

“Aku hanya memberi contoh.”

“Aku tidak butuh contohmu.” Ucap Ri jutek. “Lebih baik tidak menelepon ya.”

“aku akan menelepon bila ada yang mendesak.”

****

Di kantor. Ri mengangkat telepon dari Seri.

“Aku sedang mencari sabun mandi. Aku tidak menemukannya.”

“Pasti ada sabun.”

***

Telepon lagi.

“Kalau sampo? Ini mendesak.”

Telepon lagi…

“Aku menelepon untuk jaga-jaga. Walau kecil kemungkinan. Siapa tahu kamu punya. Kamu punya lilin aroma? Aku sungguh membutuhkannya untuk mandi atau tidur…”

Ditutup… telepon lagi.

“Ini sangat mendesak. Aku butuh air panas.”

***

Dengan tips dari Ri Jung Hyuk yang menggunakan plastik untuk menutupi ember air panas. Seri akan mandi.

“Haruskah aku melakukannya? Haruskah menunggu beberapa hari tanpa pancuran air?”

Dan Seri pun bisa mandi.

***

Ri mendapatkan telepon dari sersan utama. “Kecalakaan mobil pagi ini di Gunung Suseok,  semua perampok makam yang di bawa ke Pyongyang juga tewas.”

****

Ri Jung Hyuk pergi ke badan keamanan. Karena kejadian ini terlalu aneh dan seing terjadi.

Ri melewati penjagaan yang sangat berlapis-lapis.

Akhirnya Ri bertemu dengan dua atasannya. Salah satunya yang membunuh para pencuri makam kemarin.

“Ini kopi dari selatan.” Ucap salah satu badan keamanan. Bungkus kopinya kuning. Kayak punya Peya di The Last Empress.

“Tidak. Terima kasih.” Ucap Ri.

“Kenapa? Sebab ini barang sitaan dari selatan? Awalnya aku merasa tidak nyaman. Tapi kini aku ketagiham dengan rasa pahit dan manisnya. Kukira kamu tidak suka sesuatu yang manis.”

“Aku harus melaporkan sesuatu.” Ucap Ri. “Kudengar konvoinya terbalik karena kecelakaan pagi ini, dan semua perampok itu tewas.”

“Aku sudah dengar. Aku kasihan. Tapi mau bagaimana?” ucap si pembunuh perampok.

“Itu harus diinvestigasi.” Ucap Ri. “Mereka menabrak dengan mobil apa. Kecelakaan atau disengaja. Jika disengaja. Siapa pelakunya. Dan kenapa insiden seperti ini terus terjadi?”

“Kamu punya banyak pertanyaan kapten.”

“Izinkan aku menyelidikinya.” Ucap Ri.

“Baik silakan. Badan persidangan mengurus kecelakaan ini, akan kukabari mereka. Sebaiknya pergi ke kantor pusat di Pyongyang besok.” Jawab pembunuh perampok.

Ri memberikan hormat kemudian pergi.

Lanjut ke bagian 6 yaaa… klik di sini.