Sinopsis Crash Landing on You Episode 2 Part 7

Sinopsis Crash Landing on You Episode 2 Part 7 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. yaaa Tuhan, hari ini saya sakit perut. Mules banget guys, sampe kayaknya nggak kuat buat nulis.

Kita masuk ke keluarga lain. Istri bertanya pada suaminya, “menurutmu, kamu bisa dipromosi kali ini?”

“Entahlah. Tergantung kolonel senior yang menilai.”

“Sial. Kenapa kolonel senior sangat kejam kepadamu?”

“Seharusnya kamu membujuk istrinya.”

“Aku sudah berusaha keras agar disukai oleh istrinya. Kenapa kamu bilang begitu?”

“Soal istri kapten Na. Aku melihatnya pergi ke rumah kapten Na membawa barang-barang.”

“Apa?”

***

Ahjumma tadi langsung ke rumah istri kolonel.

Di rumah istri kolonel. Ada istri dari prajurit lain yang sedang menggenjot sepeda agar keluarga Kolonel bisa menonton TV. Pakai sepeda untuk menyalakan generator.

Nyiksa banget idup di sono yaaa…

*****

Sementara istri Oppa kedua sedang naik sepeda di pusat kebugaran. Kemudian datanglah istri Oppa pertama.

“Aku makan terlalu banyak tadi. Aku merasa kembung.” Ucap istri Oppa pertama. “Sudah ada kabar?”

“Kita seharusnya ditelepon jika ada kabar terbaru.”

“Aku kasihan. Dia masih muda. Dia bahkan belum menikah. Maksudku, ayah bahkan mau mewariskan bisnisnya kepada dia. Dia mungkin mengira itu akan terjadi. Waktunya sungguh tidak pas.”

“Apa maksudmu?”

“Kita semua tahu kalau ayah tidak sungguh-sungguh. Dia tidak sungguh-sungguh melakukannya. Dia hanya ingin memancing suamiku, pasti diberi ke putra sulung. Tapi dia ingin putranya berusaha lebih keras. jadi, dia berbohong. Bilang putrinya akan menggantikannya. Dia sungguh licik.”

Di TV berita tentang saham Seri menguat 3x lipat.

“Begitu tahu pemiliknya hilang. Harganya pasti turun.” Ucap istri Oppa pertama.

****

Seri masih menangis di depan Ri.

“Harga saham sebesar milyaran won tiap harinya, pasti turun. Aku pernah investasi tiga milyar won karena kenalanku, dan kehilangan semuanya. Tapi… aku lebih kesal saat ini dibandingkan saat itu. Daripada saat kehilangan 3 milyar won. Aku lebih kesal dan sedih. Apa yang kulakukan di sini? Aku bahkan tidak tahu lokasi korea utara. Dan kenapa aku harus menangis di hadapan orang asing. Ini sungguh menyebalkan.”

Dengan jarinya. Ri mematikan lilin.

“Jangan cemas. Aku tidak bisa melihatmu sekarang. Keberuntungan dan kesialan layaknya koin. Ada dua sisi yang terus berganti. Segalanya akan baik-baik saja.”

“Kamu yakin?”

“Aku yakin.” Jawab Ri yang bergegas.

“Kamu mau ke mana?”

“Aku harus naik kereta ke Pyongyang di pagi hari.”

“Pyongyang? Kapan kamu akan kembali?”

“Entahlah. Aku mungkin tidak bisa mengantarkanmu pergi. Kameradku akan membantu. Jangan cemas. Aku membawakan barang yang mungkin akan dibutuhkan.”

****

Ri akan pergi.

“Tunggu… siapa namamu? Aku mau mengingatnya. Sebab aku mau membalas bantuanmu.” Tanya Seri.

“Tidak perlu. Lagi pula, aku tidak membantu. Aku sudah memintamu, jangan beri tahu apa yang terjadi saat kamu pulang. Sebaiknya, lupakan saja.”

****

Seri menyalakan lilin. Ia melihat barang yang Ri bawa.

“Apa ini? dia tadi menyuruhku memakai sebatang sabun dari kepala sampai kaki. Ini semua dari korsel.” Btw. Ini iklan. Ada 2 sabun cair.

Dan serum dari Manyo Factory. Anjay…. aku pernah pake. Samaan. Hahahahha….

****

Dan iklan lebih jelasnya ada di kilas balik. Saat Ri berbelanja.

Bahkan ada Beha. Karena nggak tahu ukuran. Jadi, salah beli.

***

“Astagaaa dia salah mengira ukuranku. Mungkin akan muat.”

Dan juga ada obat-obatan.

Seri mengoleskan obat di lututnya.

“Kumohon bangunkan aku.” Seri berharap apa yang terjadi padanya adalah mimpi belaka.

Lanjut ke bagian 8 yaaa… klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *