Sinopsis Crash Landing on You Episode 4 Part 2

Sinopsis Crash Landing on You Episode 4 Part 2 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. Terima kasih sudah mengikuti yaaa…

Seri memberikan memo. “Terima kasih atas segalanya. Aku akan cari jalan keluar sendiri.”

Ri keluar dan Seri sudah tidak ada.

***

Seri ada di pagi hari dengan paralayangnya. “Aku harus melakukan sesuatu. Jika aku mati di jalanan, itu tidak akan masalah.”

Seri mencoba menggunkan walkie talkienya dan jelas nggak berfungsi.

“Yoon Seri.” Ri akhirnya menemukan tunangannya. Kwkwkw.

“Bagaimana bisa? Aku menyelinap saat kamu tidur.”

“Aku tahu, tapi aku mendengarmu saat kamu pergi. Aku mendengar suara pintu tertutup.”

“Tahu dari mana aku di sini?”

“Kamu sengaja menyeret parasut ke sini agar aku mengikutimu?”

“Tidak. Kamu tidak membaca pesanku? Aku tidak mau menyusahkanmu lagi. Aku datang seperti ini. aku harus pergi begini juga.”

“Ada bencana alam saat kamu datang, tapi ini sangat berbeda. Karena ini paralayang, memang tidak akan terbaca radar. Tapi bisa dilihat dengan mata.”

“Memangnya kenapa?”

“Kamu bisa bayangkan. Kamu akan ditembak di tempat. Baik di utara atau di selatan.”

Ri kemudian mengambil walkie talkie milik Seri. “Alat ini, sudah berapa lama menyala?”

***

Dan markas geger karena menangkap radar dari walkie talkie milik Seri.

***

“Jika ada sinyal tidak dikenal. Mereka akan tiba dalam 10 menit. Kurasa mereka sudah berangkat. Kita akan tertangkap jika tidak pergi.”

“Ri Jung Hyuk. Tetap di sini. Aku akan turun. Aku akan tertangkap ketika turun. Mereka tidak akan naik kemari.”

“Lalu apa? Badan keamanan sudah mengira kamu tunanganku.”

“Lalu bagaimana? Katamu kita akan tertangkap juga?”

Ri Jung Hyuk melihat ke arah bawah. Ia melihat posisi ke mana harus pergi. Sementara itu mobil dari pos penjaga akan datang.

Adegannya epik… mereka pe lu kan sambil naik paralayang,

“Berpeganganlah. Aku kesal tadi dan juga frustasi tadi.” Ucap Seri.

“Aku tahu.”

“Sebenarnya, aku sangat bersyukur atas segalanya.”

“Aku juga tahu.”

“Kamu selalu bilang begitu.”

Ost mengalun…. nati saya masukkin ke telegram yaa…

***

Pak Jo menemui penyadap.

“Mereka tidak jadi ke Pyongyang?”

“Ya. Mereka kembali pagi ini.”

“Kenapa?”

“Entahlah.”

“ada yang mencurigakan. Terus awasi merka. Aku akan menyelidikinya. Kamu tidak pulang karena kerja semalaman? Mampirlah ke pasar dan beli daging saat pulang.” Pak Jo mengeluarkan uang untuk penyadap.

“Tidak perlu.”

“Tidak perlu sungkan. Nama anakmu U Pil bukan? Dia masih 10 tahun.”

“Benar Pak.”

“Anak seusianya banyak makan. Berikan dia makan.”

Penyadap menerimanya. “Terima kasih,”

***

Saat di pasar, Pak Penyadap membeli daging untuk U Pil. Di sana, ada Ri Jung Hyuk yang juga sedang membeli biji kopi.

Saat penyadap akan membayar. Dompetnya dijambret oleh anggota genk. Karena Jung Hyuk melihat, ia pun mengejar pencuri hingga ke markasnya.

“Hei pak kapten, kami semua prajurit yang dikeluarkan.” Ucap bos preman. “Kamu tidak akan membuat kami takut. Akan kubiarkan kamu hidup. Jadi, jangan ikut campur.”

Akhirnya terjadi baku hantam. Bak bik buk… asyikkk saya istirahat ngetik. Wkwkkw.

Jung Hyuk akan dipukul dengan kampak. Dan ditolong oleh penyadap yang melemparkan batu.

***

Dompet selamat dan mereka saling berterima kasih. Di dalam dompet Pak penyadap, ada kertas kecil. Entah apa itu.

Lanjut ke bagian 3 yaa klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!