Sinopsis Crash Landing on You Episode 5 Part 5

Sinopsis Crash Landing on You Episode 5 Part 5 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sejauh ini sudah mengikuti yaaa… terima kasih.

Oppa Seri yang kedua pergi ke tiongkok. Ia nampak menginterosi seseorang. Oppa Seri yang kedua menjanjikan akan memberikan uang 10x lipat dari apa yang berikan Koo agar dia buka mulu di mana Koo berada.

***

“Aku sungguh bosan” Ucap Koo pada orang suruhannya. “Ayo ke Pyongyang besok. Ayo ke Okryu-gwan dan kasino.”

“Baiklah.”

“Sungguh?”

“Kita ke Pyongyang besok.”

***

Para tentara yang dihajar pun makan dengan lahap.

“Kalian semua dihajar habis-habisan.” Ucap Seri. “Mie saja sudah cukup?”

“Mie ini enak.” Ucap Kim pecinta drama.

“Aku minta maaf pada kalian.” Ucap Ri.

“Jangan bilang begitu. Situasi kita sama.”

“Benar. Wanita itu yang seharusnya minta maaf.” Ucap Pyo. “Dia penyebab semua masalah ini.”

“kamu benar. Aku minta maaf. Aku sungguh bersyukur sampai mau memberikan hadiah. Tapi kalian tahu, aku tidak punya uang. Terimalah ini…”

Seri memberikan love kecil di tangannya pada semua tentara. Bahkan Pyo. Wkwkwk.

***

Lima tentara bergibah sambil jalan.

“Kenapa dia mengirim sinyal hati itu?”

“Kamu bilang itu pernyataan cinta?”

“Memang, tapi…”

“Syukurlah kapten Ri, aku pikir wanita itu jatuh cinta padamu.” Ucap Pyo. “Karena dia mengirim sinyal itu pada kami. Pasti karena tidak ada artinya.”

“Benar. Tidak ada artinya.” Ucap Ri.

“Dalam masyarakat kapitalis, bahkan hati tidak dimiliki seorang diri.”

“Dia mengirimkan signal itu dua kali padamu.” Itu lhooo sama yang dapat penghargaan terganteng.

“Aku tidak lihat.” Ucap tentara terganteng.

“Hati-hati saat pulang. Besok, Seri dan aku akan pergi ke studio foto di Hotel Pyongyang untuk mengambil foto paspor.”

Ri balik kanan dengan kesal.

***

Ri pulang dengan cemberut. Sambil bilang ke Seri…

“Kamu…punya banyak hati?”

“Apa? Siapa yang punya banyak hati? Apa maksudmu?”

“Lupakan. Percuma saja. aku mau pakai kasurku hari ini.” Jung Hyuk melepas sepatu dengan kesal.

“Ahh punggungku akan sakit.”

“Aku tidak peduli.”

****

Jung Hyuk masih kesal. “Hati kapitalis sialan.” Wkwkkw.

***

“Tunangan kapten Ri mengusir anak-anak yang merundung U Pil.” Ucap ahjumma pada suaminya penyadap. “Dia bilang tidak masalah pekerjaanmu begitu.”

“Melakukan tugas itu sungguh tidak enak.”

“Bukan berarti kamu mengkhianati orang lain. Itu memang tugasmu.”

***

Dulu… 9 tahun lalu. Penyadap dipukuli. Ia melaporkan karena ada yang tidak beres di markas. Terkait narkoba. 4 orang tentara merundungnya.

Hingga Kapten Ri Jung Muk datang.

Kapten Ri saat itu mengulurkan tangan dengan senyuman pada penyadap.

Ahjussi penyadap menangis saat mengingat kejadian itu.

***

Di sebuah kereta menuju Pyongyang, ada seniman yang menghibur. Di sana ada Koo juga.

***

Seri ada bersama Ri di dalam kereta.

“Btw, emang di hotel itu satu-satunya tempat untuk mendapatkan foto paspor?”

“Itu studio yang ditunjuk oleh negara. Satu-satunya tempat.”

“Aku punya pertanyaan. Saat aku menghilang di eropa. Tidak akan terjadi apa-apa? Maksudku, kamu tidak akan terkena dampaknya? Atau akibatnya?”

***

Kilas balik ke obrolan keluarga Ri.

“Jika orang rekomendasimu menyebabkan masalah. Ayah tidak bisa membantu. Ayah tidak berniat membantu.”

“Aku paham. aku akan bertanggung jawab penuh.” Ucap Ri.

***

“Tidak akan terjadi apa-apa.” Ucap Ri pada Seri.

“Sungguh? Syukurlah.”

Dan tbtb ada pengumuman karena kereta mengalami gangguan. Bakalan berhenti selama 10 jam.

“Tebakkanku bukan 10 jam. Tapi 13 sampai 16 jam.” Ucap Ri.

“Apa? Kita hanya punya dua telur lagi.”

Lanjut ke bagian 6 yaaa… klik di sini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!