Sinopsis Crash Landing on You Episode 6 Part 1

Sinopsis Crash Landing on You Episode 6 Part 1 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah membaca yaaa.. btw, saya ada kerja hari ini. jadi, mungkin lanjutannya bakalan agak lama.

Saat setelah foto. Seri kesal dengan ucapan Ri yang nggak mau bikin kenangan itu. Ia akhirnya keluar sendiri. Dan Jung Hyuk malah minta foto tambahan sebiji doang, karena dikasihnya cuma 5. Nohhh padahal tadi diminta foto bareng juga.

Saat Seri keluar sendirilah ia bertemu dengan Koo. Saat itu Jung Hyuk melihat Seri ditarik oleh Koo ke dalam lift.

Ri langsung mencengkeram Koo. “Tampaknya ada salah paham.” Ucap Koo. “Seri siapa pria ini?”

“Dia kenalanku,” ucap Seri.

“Benar. Aku kenalanannya, Seri.”

Dan langsung diambil ktpnya. “Nama Koo Seung Jun. Kamu warga negara Inggris?”

“Tolong lepaskan aku dahulu.”

“Kenapa ke korea utara?”

“Bisnis. Untuk apa pula aku memberitahumu? Seri tolong hentikan dia. Siapa dia? Polisi?”

“Dia bukan polisi. Dia pengawalku.” Jung Hyuk nengok ke Seri dengan kesal. Wkwkwk. “Lepaskan dia. Mr. Ri. Sudah kubilang lepaskan.”

“Dia memintamu melepaskanku, Mr, Ri.”

“Begitu pengawalku kesal, dia jarang melepaskan dengan mudah. Mr. Ri nakal… lepaskan dia.” Hahahha.

***

Mereka pun keluar lift.

“ada apa ini? aku pasti terkejut jika menemui di Tokyo atau New York. Tapi ini di Pyongyang.” Koo tertawa. “Ceritakanlah, kenapa kamu kemari Seri.” Mau megang tangan Seri tapi dihalau Ri Jung Hyuk.

“Itu… kamu tidak dengar soal aku dari siapa pun?”

“Tidak. Apa yang terjadi?” bohong nihhh tadi dikasih tahu Seri udah mati. “Ahh aku akan ada urusan. Kita ketemu di kedai jam 19.00. oke?”

“Ya. Baiklah.”

Dan Koo menyelipkan uang di jas Mr, Ri karena dia bekerja dengan baik. Wkwkkwwk. Koo pun naik ke atas lagi.

***

“Pengawalmu?” Ri kesal.

“Aku bisa bilang apa? Aku tidak bisa bilang aku bertunangan di korea utara. Dan aku juga tidak berbohong. Kamu melindungiku sekranag. Ri Jung Hyeok.”

“Bukan melindungimu, tapi mengawasimu.”

“Apa bedanya?”

“Sangat berbeda. Aku bukan orang yang terus membuntuti untuk melindungimu.”

Dan saat mereka lewat di lobi. Ri Jeong Hyeok memang benar-benar melindungi Seri. Wkwkw minimal dari kerumunan orang lewat. Bahkan bola yang menggelinding.

“Ri Jeong Hyeok Sshi… inilah yang dilakukan pengawal.” Wkwkwk.

****

Koo malah sedang lari-lari karena dikejar orang yang akan menangkapnya.

Hingga ia ditodong pengawalnya sendiri.

“Aku menyerah.”

***

Jeong Hyeok dan Seri lagi ngopi.

“kenapa kamu bisa mengenalnya?”

“Untuk membahasnya, aku harus membahas sejarah keluargaku. Apakah aku pernah bilang kalau aku putri konglomerat?”

“Kamu sering bilang sampai aku hafal,” wkwkkw.

“Bagi orang sepertiku. Keluarga bermakna berbada. Seolah-olah menjadi putri yan baik adalah bisnis. Bahkan menyapa ayahku di sarapan bisa menjadi urusan bisnis.”

“Begitukah?”

“Ya. Tidak penting baik atau tidak. Aku harus lebih baik dari para Oppaku. Dan Oppaku harus lebih baik daripada aku. Kami mungkin tidak punya rasa persaudaraan.”

“Aku hanya menanyakan hubunganmu dengan pria tadi.”

“Dengar saja. saat kamu muak akan kompetisi, kamu berharap kompetitormu hilang. Kukira Oppaku begitu. Jadi, mereka memutuskan untuk menjodohkanku dengan pria tadi. Orang yang tadi disuruh Oppaku untuk membuangku ke negera lain. Mengirimku jauh sekali. Agar aku tidak bisa merebut apapun. Tapi aku tidak melakukannya. Tidak mungkin aku melakukan itu. Kedua kakakku pasti girang saat ini. mereka kira aku sudah mati.”

“Kamu bersikap bodoh. Ini adalah masalah hidup dan mati. Kamu adalah keluarga mereka. Aku paham kalian sering bertengkar. Tapi jangan mengatakan hal kejam. Mereka pasti khawatir. Mereka pasti merasa bersalah karena tidak akrab denganmu. Mereka pasti mengunggu kepulanganmu.”

Seorang ahjumma berbaju merah melihat mereka berdua. Ahjumma itu menelepon Dan. “Halo? Dan? Kamu di sana? Yaa Kamerad Ri Jeong Hyeok ada di hotel Pyongyang. Bersama dengan wanita.”

“Tentu aku tahu. Dia ke Pyongyang hari ini. aku juga kenal wanita yang bersamanya. Aku mau menemui mereka nanti. Terima kasih. Sampai nanti.” Dan ada di salon dan dia nggak tahu. Dia nampak kesal.

Dan yang kesal malah bersepakat dengan Ibunya untuk mengadakan acara makan keluarga malam ini.

lanjut ke bagian 2 yaa… klik di sini.

untuk kesan pertamanya ada di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!