Sinopsis Crash Landing on You Episode 6 Part 7 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa.. hahahahah…

Cho bertemu dengan penyadap. Ia membawa foto Seri. “Hari ini aku dapat perintah agar dia tidak pergi.”

“Apa?” penyadap kaget.”

***

“Kamu kenal orang ini?” tanya Cho saat kilas balik.

“Dia temanku.” Ucap Koo.

“Apa statusnya di korea selatan?”

“Dia dari keluraga kaya dan hidup dengan nyaman. Kamu hanya boleh tahu itu. Sekarang, jawab pertanyaanku. Kamu kenal dia dari mana?”

“Dia tinggal di perumahan militer.”

“Aku tahu.”

“Aku juga tahu dia mau pergi kamis ini. kudengar, dia akan pergi dengan pesawat.” Ucap Cho.

“Jangan sampai terjadi. Hentikan itu dulu.”

Kilas balik selesai.

****

“Berkat kamu, aku punya informasi yang kubutuhkan.” Ucap Cho pada penyadap. “Aku tahu penerbangan yang akan dinaiki tim nasional. Hanya ada satu jalan menuku bandara sunan. Pyongyang.”

***

Seri makan bersama 5 tentara. Seri kali ini akan mengadakan piknik karena ia yakin benar-benar akan pergi dari korea utara.

***

Seri pergi jalan-jalan. Ia piknik di dekat danau.

Para tentara membawa babi kecil dan akan memotongnya. Seri menolak untuk makan babi itu.

Seri melihat 4 tentara yang sibuk menangkap ikan di air. Ia tertawa melihatnya…

Mereka nampak gembira.

Menangkap ikan dan memasak.

Ostnya panjang. Seperti biasa. Kayak film india.

Seri sang pemilih yang hanya makan 3 suap pun akhirnya makan dengan lahap.

Pyo bahkan membacakan puisi untuk perpisahan. Wkwkwk.

Perpisahan untuk sang wanita. Saat kamu memalu paku, dinding terpaku. Saat angin tertiup, kesemek terjatuh. Tapi wanita ini melakukan apa pun yang dia inginkan. Dia tidak mati saat ditembak. Saat kami kecam, dia tidak dendam. Astaaaaggaaa dia sungguh merepotkan.

“Yakkk sudah cukup.” Ucap seri. Wkwkwk.

Tapi. Karena kamu akan pergi. Tolong lakukan ini. jaga dirimu. Jangan sampai terluka. Hiduplah dengan bahagia. Jangan lupakan kami. Jika kamu ketahuan, jangan sampai membawa nama kami.

“Namamu dulu yang akan kuungkap.” Wkwkwk Seri sama Pyo tuh ampun dah.

Aroma sedih tercium.

“Bisa nyanyikan lagu untuk kami?” ucap yang paling muda.

“Kamu tahu? Jika aku menyayikan lagu, kalian tidak akan bisa melupakanku. Kalian bisa hidup tanpaku? Aku sungguh khawatir.” Seri kayak biasanya. Wkwk.

Ia pun menyanyi…..

Dan Ri Jeong Hyeok baru datang. Ia mendengar Seri menyanyi dengan suara lumayan pas pasan. Tidak buruk. Tapi juga tidak bagus. Hahah.

***

Tomat milik seri ada di dalam ruangan. Ia diberi pita.

***

“Kamu sungguh tidak akan mengantarku?” tanya Seri pada Ri. “Kukira kamu akan menemaniku ke bandara.”

“Kita harus berpisah di sini.” Ucap Ri di depan rumahnya. “Jaga dirimu selama perjalanan.”

“Mungkin kamu tidak merasa, tapi kurasa aku akan merindukanmu. Terkadang, aku mengingatmu. Tidak… aku akan memikirkanmu. Tapi kita tidak bisa menanyakan kabar satu sama lain. Itu agak menyedihkan.”

“begitu kamu pergi dari sini. Semoga kamu melupakan tempat ini dan aku. Kembali jalani hidupmu sebelumnya, dan tetap jaga kesahatan. Anggap saja kamu sedang mimpi buruk.”

Ri mengulurkan tangannya.

“Daripada berjabat tangan. Bisa peluk aku? Aku tidak akan menemuimu lagi.”

Ost mengalun….

Seri pun menjabat tangan Ri.

Lanjut ke bagian 8 yaa.. bagian terakhir. klik di sini.