Sinopsis Crash Landing on You Episode 9 Part 10 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa… –

Ibu melihat penghargaan pengusaha wanita berjejeran. Ada foto Seri juga. Di sampingnya, ada foto Ibu tirinya.

“Ini Ibu bukan?” tanya menantu pertama. “Kurasa begitu.”

Setelah di lihat. Ada foto Ibu Tiri yang diambil secara sembunyi.

***

Dulu, saat mampir. Seri melihat Ibunya berdiri di samping pohon natal. Ia pun memoternya.

***

“Kembalilah ke hidupmu seolah-oleh tidak ada yang terjadi.” Ucap Ri Jeong Hyeok pada Seri. Saat mengantar.

“Kamu siapa mencemaskanku? Jangan cemas. Aku akan baik-baik saja. banyak pekerjaan menanti. Aku akan langsung terbiasa.. seperti biasa. Aku akan hasilkan dan habiskan uang dengan baik, bekerja dengan baik dan mengencani pria.”

“Mengencani pria?”

“Lalu? Nggak boleh?”

“itu, terserah padamu. Bukankah kamu bilang kita harus ada masa berkabung?” tanya Ri. “Seingatku enam bulan.”

“Itu hanya saran saja. kamu menyuruhku kembali ke kehidupanku.”

“Tapi bukan kembali ke pria lain.”

“Kamu menyuruh kembali seolah-olah tidak ada yang terjadi.”

“Aku tidak menyuruhmu mendekati pria lain.”

“Apakah enam bulan cukup?” tanya Seri.

“Tentu..”

“Baiklah. Selama enam bulan, akan menjadi masa berkabung. Ini takdir. Pikirkan, kebetulan sekali kita bertemu di Swiss. Lalu di korut. Kenapa?”

“Kamu boleh mengencani pria dan bercengkrama dengan yang lain seolah-olah tidak ada yang terjadi. Tapi, jangan kesepian lagi. Jangan pernah berpikir untuk menghilang di tempat yang indah. Kamu punya aku.”

“Kamu tidak di sisiku.”

“Aku tidak di sisimu. Tapi aku selalu berdoa agar kamu tidak kesepian. Berbahagialah.”

***

Empat sekawan sedang berkumpul.

“Bagaimana mencapai perbatasan dari sini?” Ucap Eun Dong.

“Jika kamu ke sana kamu bisa sampai ke sungai Yeokgok. Ada perahu kecil. Orang menyembunyikannya untuk menangkap ikan dengan granat saat ombak pasang.”

***

Seri dan Ri sampai di perahu. Ri mendayung.

***

“Lalu ada jalan. Jalannya ditandai dengan batu granit kotak setinggi 40cm. Tak ada ranjau dalam radius 10 meter. Jika mengikuti jalan itu, kamu tiba di garis perbatasan selatan.” Pyo menjelaskan. Tapi gambarannya Seri berjalan dengan Ri.

“Tidak jauh dari sini.” Ucap Eun Dong.

“Benar.”

“Pulang pergi pasti sekitar satu atau dua jam.”

“Tapi sebentar lagi pagi.” Ucap pencinta drakor. “Kenapa kapten belum kembali?”

“Mungkinkah dia tersesat?” tanya Eun Dong.

“Tidak mungkin.”

***

Kembali ke Seri dan Ri.

“Ada apa?” tanya Seri.

“Kita memutari jalan yang sama.”

“Lagi? Kita terus salah jalan.” Ucap Seri. “Ah aku pernah lihat jalan itu.”

Wkwkwkwk sengaja diputer-puterin biar kagak sampe-sampe.

“Ri Jeong Hyeok. Jujurlah kepadaku.”

“Apa?”

“Kamu buta arah bukan?”

****

“Diantara kita. Kapten Ri yang paling pandai mencari arah. Bahkan dalam kegelapan.” Ucap Pyo.

***

“Aku tidak bisa mencari arah.” Ucap Ri. “Dalam gelap. Maafkan aku.”

***

“Fakta bahwa dia belum kembali berarti entah dia mengalami kecelakaan,”

“Apa?” ketiganya melihat ke Pyo.

“Atau dia menghabiskan waktu bersamanya.”

“Ah benar.

***

Hampir sampai.

“Kita sampai.”

“Akhirnya kita sampai.” Ucap Seri.

“Kamu lihat pohon di sana? Berjalanlah mengikuti pohon itu. Itu pintu masuk tim pencarian korea selatan. Tim perncari akan patroli di pagi hari. Jadi, minta bantuan mereka.”

“Bisakah kamu antar sampai ke sana?”

“Tidak bisa. Sampai di sini saja.” Ri menunjuk pada perbatasan.

“Ri Jeong Hyeok jangan lupakan aku.”

“bagaimana aku bisa melupakan wanita yang jatuh dari langit.”

“aku pergi.”

***

Selangkah demi selangkah. Drama ini anjay kagak kelar-kelar sampe bosen bikin sinopsisnya.

Ri ikut melewati batasan. Dan kisseulah mereka.

Yang kalian tunggu. Wkkwkwkw.

***

Episode tambahannya adalah ketika Seri ada di rumah Ri. Ia menyusun buku sampai terbentuk kata. Ri Jeong Hyeok, sarange.

Nggak ngerti kan saya? Bahasa korea. Wkwkkw.

Bersambung.

Terima kasih.

Selamat hari minggu.

klik di sini kelanjutannya.