Sinopsis Crash Landing on You Episode 9 Part 3

Sinopsis Crash Landing on You Episode 9 Part 3 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. mendadak, ahjumma ketua sudah mendengar rumornya. “Ayahnya direktur politik umum?”

“Benar, suamiku dengar para kolega membicarakannya.”

“Memang ada yang beda darinya. Maksudku, tampangnya saja revolusioner. Gaya bicara, dan caranya berjalan. Menurutku dia terlalu pede walau hanya seorang kapten.” Ucap ahjumma kepada desa.

“Benar sekali.”

“Bahunya yang lebar. Aku sudah mengira dia spesial. Pikirkanlah, dia bisa memamerkan bahu lebarnya karena ada yang mendukungnya….” wkwkkwkw para ahjumma tuh yaaa…

***

Ada pembelot masuk ke blok 31. Letkol mendengarnya dari telepon. Letkol ini suaminya ahjumma ketua. Ada ahjumma ketua melihatanya sedang mengangkat telepon.

“Minta orang bekerja di sana. Di mana Cho Cheol Gang? Pyongyang? Kenapa di waktu seperti ini?”

Letkol menutup teleponnya.

“Aku sudah dengar.” Ucap ahjumma. “Kapten Ri Jeong Hyeok.”

“Kudengar dia ditahan. Anak muda zaman sekarang tidak punya rasa hormat. Dia membantah perinta atasannya. Apa yang dia pikirkan? Berandal itu takkan bebas untuk sementara.”

“Pernahkah kamu berpikir kenapa kapten Ri Jeong Hyeok bersikap tidak hormat?”

“Tentu saja karena dia tidak bermoral. Dialah yang melapor ke badan persidangan, penyebab Cho Cheol Gang dan aku diinvestigasi. Dia terus menyelidikinya, itu memusingkan.”

“Menurutmu kenapa dia begitu berani berusaha menyelidiki ke sana kemari?”

“Kamu jangan bertele-tele. Katakan saja apa yang ingin kamu katakan.”

“Pernahkah kamu bertemu direktur biro politik umum?”

“Bagaimana aku bisa bertemu pejabat setinggi itu? Kenapa? Kamu punya koneksi?”

“Memang. Tapi seseorang baru saja mengusiknya?”

“Siapa si berengsek itu?”

“Kamu!!!!!” ahjumma kesal.

“Astagaaa… apa maksudnya?”

“Ri Jeong Hyeok lahir dengan koneksi itu, dengan direktur biro politik umum.”

“Apa? bagaimana bisa?”

“Ri Jeong Hyeok anak direktur politik umum!!! Sudah kubilang, beri dia bintang referensi.” Ahjumma memukuli suaminya. Wkwkkw.

****

Seri akhirnya dibawa menemui ayahnya Ri Jueong Hyeok.

“Minumlah tehnya.” Ucap ayah.

Seri menbauinya. “Ini teh jamur pinus. Tehnya wangi, aku berterima kasih, tapi tidak akan kuminum. Aku juga tidak diundang sebagai tamu. Aku tidak akan minum apa yang kamu suruh. Aku tidak sebodoh itu.”

“Kamu kira sedang di mana?”

“Kamu ayahnya bukan? Tidak perlu terkejut. Kamu mirip Nona Seo Dan. Mulut, hidungmu, dan terutama, tatapan matamu sama sepertinya.”

“Begitu?”

“Ya. Aku lebih jeli dan peka dalam hal ini dibandingkan orang lain.”

“Begitu.”

“Sejujurnya, saat diseret kemari, aku begitu kesal dan berpikir siapa pelakunya. Tapi kini aku paham.”

“Kamu paham?”

“Kamu pasti berpikir aku mengalangi putrimu, kamu pasti mengira aku menghalangi mereka dan aku memahaminya.”

“Baik. Katakanlah. Apa niatmu mendekati Ri Jeong Hyeok dan tinggal bersamanya?”

“Niat? Bukan begitu. Aku ini murni korban keadaan yang tercipta akibat kesalahan dari sistem pertahanan antara korea utara dan selatan. Karena bencana badai yang tak terduga.”

“Apa?”

“Itu kecelakaan. Pak tolong pikirkan. Aku menjalankan perusahaan di korea selatan. Bukan sekadar toko kecil, tapi perusahaan mode raksasa. Ini mungkin terkesan pamer, tapi kami punya cabang 14 di LN. Jadi, untuk apa memilih kemari dan melibatkan diri dalam masalah? Aku hanyalah warga Seoul tidak bersalah yang mencemaskan semua uangku akan dipakai untuk apa, dan apakah aku bisa menghabiskannya sebelum mati. Ri Jeong Hyeok hanya membantu karena sikap kemanusiannya.”

Lanjut ke bagian 4 ya. klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!