Sinopsis Crash Landing on You Episode 9 Part 5

Sinopsis Crash Landing on You Episode 9 Part 5 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih. “Kamu bisa mengunjungi Ri Jeong Hyeok. Tapi membebaskannya adalah hal yang berbada.”

“Kamu kepala penahanan. Membebaskannya bukan masalah besar.”

“Dia menyerang atasannya. Petugas keamanan batalion. Itu pemberontakkan paling parah. Badan keamanan cukup kesal akan hal ini.”

“Kamu tidak bisa ke jabatan pernting jika kamu lamban seperti ini. ayah kapten Ri adalah direktur biro politik umum.” Letkol berbisik. Ketua tahanan mangap. “Kakiku masih gemetar. Aku tidak tahu bagaimana caranya bisa kemari.”

“Bahkan sejujurnya, sebagai pusat kepala penahanan, aku pun ragu itu kasus penyerangan.” Wkwkkw power of pejabat.

“Ya bukan?”

“Ri Jeong Hyeok melawan dengan tangan kosong. Dengan kepalan tanga, aku yakin dengar itu.”

“Itu bukan penyerangan!!!”

“Ya…”

Wkwkwkkwkw.

****

Ri Jeong Hyeok bebas. Di luar, ia bersama letkol suami ahjumma ketua.

“Aku yakin kamu sudah belahar dari ini. pertama, segala macam hal bisa terjadi. Kedua, kapan pun itu terjadi, datanglah padaku.” Letkol merangkul. Wkwkkw. “Kamu seharusnya menghubungi aku lebih dahulu. Perbaiki kesalahanmu ya?”

“Baik.”

“Bagus. Kamu sudah menjalani banyak hal. Istirahatlah beberapa hari. Istriku bilang dia menyiapkan jamuan. Jadi, datanglah ke rumahku.”

“Aku ingin meminta bantuanmu.”

“Baik. Apa itu? Katakan saja.”

***

Para ahjuma sibuk memasak. Kemudian letkol datang tanpa Ri Jeong Hyeok.

“Kenapa sendiri? di mana Jeong Hyeok?”

“Entahlah. Katanya dia harus ke suatu tempat. Tapi dia meminta bantuan aneh kepadaku.”

“Bantuan apa?”

****

Ri pulang ke rumah orangtuanya. Ia berkendara seorang diri.

***

Seri memakan mie buatan ibunya Ri Jeong Hyeok.

“Jeong Hyeok pasti dapat keahlian memasaknya darimu.”

“Jeong Hyeok memasak untukmu?”

“Ya. Dia membuat sup mie yang lezat dan kopi yang enak. Dia pasti mendapatkan kebaikan hatinya darimu.”

Ahjumma mengingat bagaimana Jeong Hyeok sama sekali tidak menolak hari pernikahan dengan Seo Dan.

“Jeong Hyeok, dulunya adalah anak yang hangat. Tapi dia berubah. Dia menjadi dingin dan tidak mau berteman dengan siapa pun. Tapi kamu bilang dia anak baik. Aku lega mendengarnya.”

****

Ri sampai di rumahnya. Ia langsung bertemu dengan ayahnya.

“Di mana dia?”

“Siapa?”

“Ayah tahu siapa maksudku. Aku tahu ayah menculiknya. Di mana dia?”

*Seri ada di ruangan sebelah dengan Ibu.

“Aku harus sembunyi di mana?” tanya Seri. “Jangan cemas, dan bilang saja kamu tidak tahu apa-apa. aku sudah terlalu menyusahkanya. Aku tidak mau melakukannya lagi. Aku akan menangis jika menemuinya. Adalah rubanah atau semacamnya?”

Kembali ke percakapan Ri dan ayahnya.

“Apakah ayah sudah membunuhnya? Katakan!!!!”

“Kamu tidak mencemaskan masa depanmu?”

“Tidak. Karena itu aku begini. aku tidak mau terus mengenang hari ini dan menyesal di kemudian hari. Aku tidak mau berandai-andai seandainya lebih cepat…. sebabnya, aku tidak mau memikirkan itu. Ayah tahu betapa menyusahkannya menjalani hidup seperti itu.”

Sekilas. Ayah Ri mengingat mendiang anaknya yang mati.

“Pada saat pulang, aku kesulitan bernapas. Aku cemas akan membahayakannya. Jika seseuatu terjadi padanya, aku akan hidup di neraka sampai aku mati.”

Ibu pun keluar. “Bernapaslah Ri Jeong Hyeok. Kenapa kamu tidak bisa bernapas? Kita tidak bisa membiarkan putra kedua kita hidup menderita.”

Ahjumma menarik dan mengeluarkan Seri.

Lanjut ke bagian 6 klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!