Sinopsis Crash Landing on You Episode 9 Part 7 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. btw, ini lanjutan yang dialog Seo Dan dan Koo Seung Jun ya. “Kamu bodoh Seo Dan Sshi.” Ucap Koo. “Hal semacam itu tidak penting. Hei… cukup jangan minum. Sudah minum berapa gelas?”

“Apakah aku tampak mabuk?”

“Ya.”

“Kamu tahu dari mana dasar berengsek. Ternyata kamu tidak sebodoh itu.”

“Seo Dan, kamu bisa bicara banmal padaku. Tapi jangan menghinaku…”

“Yak!!! Terserah aku.”

“Ahhh sungguh deh, kenapa Ri Jeong Hyeok tidak menyukai perempuan menawan seperimu?”

“Jangan pernah mengumpat. Itu tipe kesukaanku. Kamu membuatku berdebar-debar.” Ucap Koo. “Cukup!!!!”

“Kamu cukup jeli dasar berengsek. Lumayan juga.”

“Aku memang lumayan.”

“Tapi apa gunanya? Kamu dicampakkan wanita itu. Jika kamu tidak dicampakkan, pasti tidak seburuk ini.”

“Apa maksudmu? Aku tidak dicampakkan. Kamulah yang…”

Seo Dan terus minum. Sampai diantarkan pulang. Seo Dan bahkan bilang Koo boleh menginap.

Ibu Seo Dan pun sibuk menyuap ahjumma yang bekerja di lift agar dia tutup mulut.

****

Saat ahjumma melihat anaknya di kursi.

Koo sudah pergi.

“Di mana bajingan itu?”

****

Koo sudah pergi. Di jalanan. Ia mendapatkan telepon.

****

Ri bersama dengan Seri. Di ruangan Ri.

“aku merasa gugup dan tidak nyaman saat tidur.” Ucap Seri.

“Kamu merasa gugup dan tidak nyaman, jadi, memainkan piano semalaman?”

“Ibumu bilang kepadamu? Itu, ada banyak hal yang kupikirkan. Saat merasa depresi, aku menenangkan diri dengan seni. Itu kebiasaanku. Btw, kamu ingin jadi pianis? Aku kebetulan tahu mimpimu saat kecil.”

“Itu semua masa lalu.”

“Bolehkah aku bertanya? Ini yang kumainkan semalam. Kamu tahu lagu apa ini?” Seri ke piano. Ia memainkannya.

“aku tanya semua orang yang paham soal musik, tapi tidak ada yang tahu.” Dimainkan lagi.

“Kamu tahu lagu ini dari mana?”

“Aku mendengar seseorang memainkannya saat aku di Swiss. Aku suka lagunya, jadi, kuhapalkan. Tapi aku tidak tahu itu lagu siapa. Tempat itu penuh salju dan danau indah. Apa namanya?”

“Iseltwald.” Ucap Ri.

“Ah ya. Kamu tahu dari mana?”

Ri malah memainkannya.

“Ini lagunya. Kamu tahu dari mana? Siapa penulis lagunya? Apa judulnya?”

“Saat itu sore hari. Dan tempatnya berkabut. Aku mau meninggalkan Swiss setelah mendengar kabar kematian kakakku.”

“Apa maksudmu?”

“Aku menulis lagu itu untuk Hyung. Dan aku memainkannya di danau untuk kali pertama dan terakhir.”

Lagu dimainkan kembali….. jeng jeng… ehh yaa nggak gini juga sih.

Gambaran sampai melayang ke Swiss.

Seri di perahu kemudian menepi. Di samping sudah ada Ri bermain piano.

****

Seri dan Ri berhadapan.

“Maksudmu, kamulah orang yang memainkan lagu itu? Bagaimana bisa? Sulit dipercaya, pada hari itu, aku sungguh kesepian. Aku berharap mati hari itu. Aku ingin ke tempat yang indah dan menghilang diam-diam, karenanya aku di sana. Kamu ada di sana… bahkan saat kamu tidak mengetahuinya, kamu menyelamatkanku.”

“Dengakan… besok. Kamu akan pulang.”

***

Cho Cheol Gang menemui pejabat yang akan ia bawa ke rumah ayahnya Ri Jeong Hyeok.

“Ada mobil mencurigakan menggunakan pelat mobil sementara di desa militer, pada saat itu, kami lacak. Mobilnya mengarah ke Seojaegol kemudian menghilang. Di sanalah tempat tinggal direktur biro politik umum.”

“Anggaplah wanita itu naik mobil ke sana. Kamu tidak tahu dia masih di sana atau tidak. Dia mungkin sudah dibunuh.”

“Petugas keamanannya temanku. Di sana tidak ada mobil keluar. Pak. Kita akan menangkap berita yang besar.”

Lanjut ke bagian 8 klik di sini.